
Rangga merasa bahagia karena pada akhirnya Dira menerima cinta Rangga..
"Terima kasih ya Dir aku bahagia banget. Akhirnya penantianku untuk mencintaimu terbalaskan sudah aku janji aku akan menyayangimu selamanya. Bahkan samapi akhir hayatku itu janjiku."ucap Rangga sembari menggenggam tangan Dira.
Dira pun tersenyum dan kemudian mengangguk..
"Terima kasih Mas karena kamu sudah mau menerima segala kekurangku. Dan aku yang beruntung bisa di cintai oleh lelaki sebaik kamu."ucap Dira sembari tersenyum..
Hari hari Rangga dan Dira pun terasa semakin berwarna,setelah mereka resmi berhubungan..
Jam menunjukan pukul sembilan pagi,Rangga pun berpamitan karena ada metting penting..
"Dir aku ke kantor dulu ya, nanti jam makan siang aku jemput kamu.Aku ada metting penting hari ini."ucap Rangga sembari membenarkan dasi yang dia pakai..
Dira pun tersenyum dan kemudian mengangguk..
"Iya Mas kamu hati hati ya, kalau nanti siang gak bisa jemput juga gak apa apa. Lain kali aja kita makan bersama."ucap Dira sembari tersenyum...
Rangga pun pergi meninggalkan butiq Dira,,di jalan tiba tiba ban Rangga kempes,karena Rangga mengemudikan mobil sendiri Rangga pun bingung padahal waktu sudah semakin mepet..
__ADS_1
Rangga yang sedang kebingungan pun mencoba mencari bantuan,namun orang bengkel baru bisa datang satu jam lagi..
Waktu itu Dhika yang sedang berjalan jalan pun melihat Rangga yang nampak sedang bingung..
Dhika pun mendekati Rangga..
"Mas ada yang bisa di bantu?"tanya Dhika yang tiba tiba telah berada di belakang Rangga..
Rangga pun menengok kearah belakangnya..
"Iya Mas mobil saya mengalami pecah ban,dan saya juga harus buru buru ada metting penting. Tapi orang bengkel baru bisa datang satu jam lagi."ucap Rangga.
"Apa boleh saya bantu Mas? Mas ada peralatannya dan juga ban serepnya di mana?"tanya Dhika sembari mengulas senyuman..
Rangga pun langsung mengambil perkakas yang berada di bagasi mobilnya kemudian menyerahkannya kepada Dhika..
Dhika pun langsung mengerjakannya kurang dari sepuluh menit ban sudah terpasang dengan rapi..
"Sudah selesai Mas.."ucap Dhika sembari merapikan kembali peralatannya.
__ADS_1
Rangga pun tak percaya..
"Terima kasih banyak ya Mas, oh iya maaf saya buru buru apakah bisa aku minta nomer kontak kamu. Nanti kita ngopi bersama sebagai ucapan terima kasih."ucap Rangga sembari tersenyum kemudian mengeluarkan ponselnya..
Dhika pun memberikan nomer ponselnya kepada Rangga. Setelah itu Rangga berpamitan untuk pergi..
Dhika pun melanjutkan perjalananya dengan terus menyusuri trotoar yang mengelilingi Ibu kota. Dhika masih beradaptasi di ibu kota..
Ketika Dira sedang istirahat tiba tiba saja ponselnya berdering..
"Assalamualaikum Dhik,kamu dimana?"tanya Dira dengan lembut..
"Waalaikumsalam Mbak,aku lagi keliling Mbak lihat kota Jakarta."ucap Dhika sembari tersenyum..
Dira pun khawatir setelah mendengar bahwa Dhika sedang berada di jalanan kota Jakarta..
"Dhik kamu hati hati ya jangan jauh jauh. Mbak gak mau terjadi apa apa sama kamu. Mbak takut Dhik kamu belum tahu Jakarta."ucap Dira sedikit cemas..
Dhika pun tersenyum..
__ADS_1
"Mbak aku kan sudah dewasa Mbak gak perlu khawatir. Ya sudah Mbak hati hati ya kerjanya Dhika mau lanjutin jalan lagi. Dan sore Dhika baru pulang ya."ucap Dhika tak lama kemudian Dhika pun menutup saluran telfonnya...