
Setelah Pak Susilo pergi Dira termenung sendiri, tak terasa airmatanya menetes Dira tak pernah berfikir bahwa Pak Susilo akan memberikan uang dengam jumlah yang di bilang fantastis...
Dira pun menatap cek yang bernominal 100 juta..
"Kenapa Pak Susilo begitu baik sama aku? Padahal beliau tahu bahwa aku adalah madu dari putrinya Amanda, kenapa beliau bisa sebaik itu?" gerutu Dira dalam hatinya..
Dira pun memutuskan untuk menyimpan cek tersebut dan akan Dira gunakan dengan sebaik baiknya..
Dira pun berfikir sejenak dan tiba tiba saja teringat akan Manda,,Dira memutuskan untuk pergi ke lapas untuk mengunjungi Manda..
Sesampainya di lapas Dira meminta izin untuk bertemu dengan Manda..
Tak lama kemudian Manda keluar bersama seorang polwan yang mengantarkannya ke ruang besuk..
"Untuk apa kamu datang kesini?" tanya Manda dengan suara yang tinggi..
Dira pun tersenyum dan kemudian memberikan tangannya untuk menjabat tangan Manda..
"Bagaimana kabarnya Mbk? Mbak sehat kan disini?" tanya Dira dengan lembut..
Manda pun menepis tangan Dira dan kemudian duduk.
"Untuk apa kamu kesini? Sudah puas kah kamu dengan kepergian Suamiku?" tanya Manda sembari menatap Dira dengan sangat dalam..
__ADS_1
Dira pun tersenyum..
"Mbak maafkan kesalahanku ya, aku tahu jika aku tak pernah masuk kedalam kehidupan kalian mungkin semuanya tak akan pernah terjadi. Aku berharap Mbak akan membukakan pintu maaf buat aku." ucap Dira sembari menggenggam tangan Manda..
Tak terasa airmata Manda menetes..
Manda masih terdiam dan tak mengucapkan sepatah katapun. Dira sangat mengerti tentang perasaan Manda.
Dira pun berpamitan dan Dira memberikan beberapa makanan dan juga Dira membawakan Manda mukena untuk sholat..
Dira pun pergi setelah sebelumnya menyampaikan sesuatu..
"Mbak ini ada mukena Mbak sholat ya, siapa tahu Mbak akan lebih tenang jika Mbak lebih mendekatkan diri kepada Allah." ucap Dira sembari pergi meninggalkan Manda..
Setelah Dira pergi, Manda menitikan airmata..
Manda tak pernah menyangka bahwa Dira akan sebaik itu padahal Manda sudah berulang kali ingin melukai Dira..
"Maafkan aku Dira, jika saja aku tak seegois itu mungkin Mas Ferdi kita masih hidup. Maafkan aku yang tak pernah bisa menjadi teman bagi kamu." ucap Manda sembari menitikan airmata..
Manda kembali kedalam sel, sembari membawa mukena yang di berikan oleh Dira, Manda juga memberikan beberapa makanan yang dibawa oleh Dira kepada berapa teman yang berada di lapas..
Manda tersenyum dan mengucapkan syukur atas apa yang dia dapatkan hari ini. Beban di hati Manda serasa lepas setelah kedatangan Dira..
__ADS_1
Setelah menjenguk Manda Dira pun pulang keruamhnya untuk mengecek kondisi Nyonya Atmaja..
"Selamat sore Bunda? Maafkan Dira ya Dira pulang telat." ucap Dira sembari tersenyum...
Nyonya Atmaja pun tersenyum kemudian bangun dari duduknya..
"Gak apa apa sayang, kamu pasti capek seharian kerja sebentar ya Bunda biarin teh hangat buat kamu." ucap Nyonya Atmaja sembari tersenyum...
Semenjak pulih dari sakitnya Nyonya Atmaja memutuskan untuk menyibukan diri dengan urusan rumah itu dia lakukan agar Nyonya Atmaja tak mengingat Ferdi terus menerus..
"Bunda gak apa apa nanti biar Dira buat sendiri saja. Bunda pasti capek seharian mengurus semuanya, bagaimana kalau kita ambil orang saja buat bekerja ya Bunda, insyaallah Dira bisa kok urus semuanya." ucap Dira sembari mengikuti Nyonya Atmaja ke dapur..
Nyonya Atmaja menghentikan langkah kakinya..
"Jangan sayang, lebih baik uangnya kamu tabung dan kamu jangan lupa kirim ke orang tua kamu di kampung, lagi pula adik kamu masih perlu banyak biaya bukan? Biarkan Bunda melakukan semuanya Bunda hanya ingin menyibukan diri Bunda kamu tahu kan alasannya apa?"ucap Nyonya Atmaja lirih..
Dira pun memeluk Nyonya Atmaja kemudian menangis..
"Tapi Dira gak tega melihat Bunda kecapean, Dira i gin melihat Bunda yang dulu." ucap Dira sembari memeluk Nyonya Atmaja dengan erat..
Nyonya Atmaja pun tersenyum..
"Ini adlah keinginan Bunda dan Bunda sudah sangat bahagia kamu masih disini sama Bunda dan Ayah. Walaupun kami kehilangan putra kami tapi kami masih memilikimu sebagai putri kami." ucap Nyonya Atmaja sembari tersenyum..
__ADS_1