Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
12 - Guyuran Air


__ADS_3

Keesokan harinya.


Alice yang tidak biasa bangun pagi, tidak bisa menyanggupi permintaan Untuk bangun pukul 6 pagi, menyiapkan sarapan bagi tuan Ares.


Hingga jam menunjukan pukul 8, Alice masih tertidur di kamar nya, karena ia biasanya bangun pukul 10 karena bekerja di malam hari, ini sungguh hal yang sangat berat untuk Alice lakukan.


"Kemana dia?, Apa dia belum bangun." Ucap Tuan Ares.


Tuan Ares lalu lekas masuk ke dalam kamar Alice dan seperti yang dia pikirkan , Alice masih asik tidur di tempat tidur, masih terlarut di dalam mimpi nya.


Tuan Ares membuka selimut yang menutupi tubuh Alice dengan kasar, namun tidak membuat Alice terbangun dari tidur nya. Melihat Alice hanya mengunakan Bra dan ****** ***** saat tidur, Tuan Ares kembali menutupnya, tak ingin melihat pemandangan seperti itu pagi-pagi.


Tuan Ares mengambil gelas air yang ada di atas meja dan menyirami di wajah Alice, sontak saja siraman itu membuat Alice terbangun dengan posisi duduk ia mengelap wajah nya.


Tuan Ares mengalihkan pandangan nya saat ia melihat tubuh Alice yang terlepas dari selimut.


"Tuan Ares."Ucap Alice.


"Tutupi tubuh mu?." Ucap Tuan Ares.


Alice melihat dada nya, merasa heran, namun ia mengunakan selimut menutupi tubuh nya.

__ADS_1


"Sudah Tuan."Ucap Alice.


Tuan Ares lalu kembali menatap Alice. "Tundukan wajah mu."ucap nya.


"Kenapa Tuan?." Tanya Alice menatap Tuan Ares.


"Cepat!." Bentak Tuan Ares. "Baik Tuan."balas Alice.


"Berani nya kau tidur sampai sesiang ini, apa kau tidak baca jam berapa kau harus mulai beraktifitas?".


"Baca Tuan, Tapi saya belum terbiasa bangun jam segini, saya bekerja di malam hari, dan tidur di pagi hari."Ucap Alice.


Alice pun hanya bisa mengangukan kepala nya, tak ada yang bisa ia katakan, karena bisa saja Tuan Ares melakukan yang lebih parah dari ini, karena saat ini saja ia sudah tampak sangat menyeramkan, Alice juga merasakan kedinginan saat di siramin air dan udara dingin AC yang menyelimuti tubuhnya.


•••


Di dapur, Alice yang sudah selesai mandi dan berdandan, mengunakan baju yang seksi seperti biasa nya. namun pakaian seksi itu harus tertutupi celemek hitam karena ia harus berurusan dengan dapur, tampak Tuan Ares sedang duduk di meja makan menunggu sarapan nya di siapkan Alice.


Tuan Ares melihat Alice memasak, ia mengingat mata Alice dan wajah Polos Alice saat tidur, membuat nya merasa kalau wajah Alice sangat familiar, tapi saat ini ia kembali melihat Alice di dapur pagi ini, tak menemukan kemiripan dengan seseorang yang seperti ia bayangkan.


"Ini Tuan." Alice menaruh makanan di atas meja, Tuan Ares melihat makanan yang di masak Alice, mengunakan sendok dan mencicipi nya.

__ADS_1


"Enak."Ucap Tuan Ares.


"Makasih Tuan."Balas Alice.


Seperti kemarin, Alice berdiri di samping Tuan Ares, melihat Pria itu menikmati sarapan nya.


"Aku pikir kau akan menyiapkan telur saja untuk ku."Ucap Tuan Ares.


"Memang mau nya begitu." ucap Alice dengan pelan.


"Apa."


"Eh maksud saya, saya rencana mau menyiapkan telur, tapi takut Tuan Ares tidak suka, jadi saya memasak daging."Ucap Alice beralasan.


Tuan Ares pun melanjutkan makan nya, Alice menghela nafas lega, untung saja tidak membuat Tuan Ares marah.


"Aku akan kembali nanti malam, jangan coba-coba untuk pergi atau kabur, kau akan tahu akibat nya kalau berani melarikan diri atau keluar dari rumah ini.


lakukan pekerjaan rumah ,aku tak ingin melihat ada debu menempel."Ucap Tuan Ares sembari berdiri.


"Baik Tuan."Saut Alice mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2