Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
84 - Tak Terduga


__ADS_3

Malam itu.


Alice dan Ares di sofa, laki-laki itu menemani istri nya menonton drama Korea kesukaan Alice.


Alice menyandarkan tubuh nya di tubuh Ares, merasa kan kenyamanan dan kehangatan dari suami nya itu.


"Aku merasa seperti pemeran utama di tv."Ucap Alice sembari melihat ke wajah Ares.


"Maksud nya?." Tanya Ares tak mengerti.


"Iya, aku merasa seperti dia, memiliki cinta yang tulus dari laki-laki itu, dan aku merasa kan hal itu juga saat ini."Ucap Alice.


Ares pun tersenyum dan mencium pucuk kepala istri nya itu.


"Aku akan selama nya memberikan cinta tulus ku pada mu." Ucap Ares.


"Iya, aku tahu, aku juga akan melakukan itu, seperti janji suci kita, mencintai mu dan menyayangi mu sampai maut memisahkan kita."Ucap Alice.


"Sudah sebulan aku menunggu bulan madu kita, akhirnya Minggu depan kita akan menunaikan nya."Ucap Alice.


"Iya, Maaf ya membuat mu menunggu."Ucap Ares.

__ADS_1


"Aku sudah katakan pada mu Tuan Ares, selama berada disisi mu, aku selalu bahagia."Ucap Alice.


Ares tersenyum, lalu memeluk istri nya itu dengan lembut dan sesekali ia mencium ujung kepala istri nya itu.


•••


Pagi itu.


Alice dan Ares sedang bersiap untuk keluar berbelanja sebelum rencana bulan madu mereka yang sudah tertunda 1 bulan itu akan di lakukan Minggu ini.


Ares membukakan pintu mobil untuk istri nya itu, Alice pun tersenyum menatap suami nya.


"Apa?." Tanya Ares ikut tersenyum melihat Istri nya yang menunjukan wajah yang berseri.


"Kasi tahu gak ya."Ucap Alice, tangan nya mengengam sesuatu semakin membuat Ares penasaran.


"Aku...."Belum sempat menyelesaikan kalimat nya, Ares membuat Alice terkejut dan melupakan Apa yang ingin ia ucapkan.


"Rem nya Blong."Ucap Ares Panik.


"Apa?." Alice pun ketakutan mendengar kan hal itu.

__ADS_1


"Pegangan sayang."Ucap Ares dengan wajah khawatir nya.


bertepatan dengan lampu merasa dan seseorang menyebrang membuat Ares pun membanting stir hingga membuat mobil Ares Hilang kendali dan menabrak pembatas jalan.


Alice pun seketika itu juga tak sadarkan diri, Ares yang masih sadar lekas melihat istri nya yang duduk di samping nya. Melihat kepala Alice berdarah karena benturan.


"Sayang."


"Bangun sayang."Ucap Ares. mencoba meraih istri nya itu dengan kondisi yang lemas, namun tak bisa di lakukan Ares.


Orang-orang pun mulai berdatangan untuk melihat dan membantu Ares dan Alice. terlihat body mobil Ares yang penyok akibat rem blong dan menabrak Trotoar cukup keras membuat kedua kaki Ares terjepit dan tak bisa bergerak.


Tangan Ares masih bisa menggapai tangan Alice untuk mencoba membuat nya sadar, namun Ares malah menyentuh sesuatu yang tadi ingin istri nya perlihatkan pada nya. Ares melihat itu sangat terkejut dan menangis.


Setengah jam yang lalu.


Sebelum mereka berangkat, Alice sejak tadi merasa tidak nyaman pada tubuh nya lalu mencoba alat tes kehamilan nya yang memang ia beli untuk persiapan, seminggu sudah ia telat datang bulan membuat Alice ada antusias untuk mencoba nya.


Setelah beberapa detik, kedua mata Alice seketika membulat besar saat ia melihat 2 garis yang menandakan kalau ia sedang hamil. Ia pun begitu senang, saat ia mencari Ares untuk memberi tahu kabar bahagia ini, ia melihat suami nya sudah menunggu nya di luar, Alice pun bermaksud memberitahu Ares di mobil, namun Hari ini tidak beruntung bagi kedua pasangan itu.


Ares menangis sejadi-jadinya, dengan perasaan sedih dan tubuh yang lemas, ia hanya bisa melihat Istri ny dan memegangi tangan Alice yang masih bisa ia capai, sembari menunggu bantuan Orang-orang yang mencoba untuk mengeluarkan diri nya dan Istri nya yang dalam keadaan terjepit mobil.

__ADS_1


__ADS_2