
Saat masih memperhatikan mobil Ares yang berlalu pergi, Saat Alice membalikan tubuh nya ia di kejutkan Dokter Bryan yang juga pas akan keluar menghampiri nya.
tabrakan tak terelakan, Alice hampir terjatuh, tapi dokter Bryan sigap menahan tubuh nya dan memeluk nya, membuat Alice terkejut menatap Dokter bryan sejenak tanpa bergeming, dokter bryan juga melihat wajah Alice sangat dekat.
"Kau baik-baik saja?." Tanya Dokter Bryan.
Alice pun lekas mengalihkan pandangan nya dan berdiri dengan tegap. "Maaf dokter, aku tak tahu dokter akan keluar."Ucap Alice.
"Tak apa, bos mu sudah pulang?." Tanya Dokter Bryan dan Alice mengangguk.
"Meski dia bos mu, kalian terlihat sangat dekat, dia bahkan mengantarmu pulang."Ucap Dokter Bryan.
"Em, iya begitu lah, dia baik seperti teman bagi ku."Jawab Alice tersenyum.
"Tadi aku ingin mengajak mu makan di luar, tapi ternyata kamu setiap hari pulang jam segini ya?."Ucap Dokter Bryan dan Alice mengangguk.
"Aku pulang pukul dok, hari ini memang agak sedikit lelah, bagaimana kalau besok pagi saja?." Balas Alice.
"Besok?, jam berapa?." Tanya Dokter Bryan.
"Saya masuk jam 9, kita bertemu di danau jam 8 pagi bagaimana?, apa jam segitu dokter sudah bekerja?." jawab Alice.
__ADS_1
"Baiklah, besok jam 8 ya, aku ke rumah sakit pukul 8.30."balas Dokter Bryan dan Alice tersenyum mengangguk.
"Kalau begitu aku permisi dulu Nora, beristirahat lah, kamu pasti lelah."Ucap Dokter Bryan dan berlalu pergi.
Alice menatap kepergian Dokter Bryan dengan senyuman, lambaian tangan dokter Bryan pun lekas di balas Alice.
"Dokter Bryan dan Tuan Ares sangat berbeda sikap nya, dokter Bryan sangat lembut." Batin Alice.
•••
Di tempat lain, Ares masuk ke rumah dan melihat Herry dan Will duduk di ruang tamu sudah menunggu nya.
"Kami menjenguk Ibu mu, tapi kata Ken kau mengantar Alice pulang."Ucap Herry.
"Iya."Balas Ares dan duduk bergabung dengan mereka.
"Res Apa Sora tahu kau mengantar nya oulang?." Tanya Will lagi
"Tidak, dia di kamar sedang beristirahat, aku juga hanya mengantar dan langsung pulang, tidak lama-lama disana."jawab Ares.
"Kau benar-benar seperti orang jatuh cinta saja, nikahi segera kalau menyukai nya, jadi kan istri kedua saja."Ucap Herry tersenyum mengoda.
__ADS_1
Will dan Ares tersenyum mengeleng-gelengkan kepala mendengar perkataan Herry yang selalu saja sembarangan.
"Hei aku serius."Ucap Herry melihat kedua sahabat nya tersenyum.
"Iya, tapi apa kau pikir punya istri 2 itu menyenangkan, kau akan merasakan sensasi piring terbang nanti "Ucap Will.
"Wuih, seram,tapi sayang sekali aku kalah dari mu Res, aku bahkan belum menemukan pasangan yang cocok untuk ku..."Balas Herry tertawa.
"Kau akan segera menemukan nya, berhenti lah ke club' malam, wanita baik-baik juga tak mau punya suami yang nanti punya simpanan."Ucap Ares.
"Hei itu kata-kata untuk mu, bukan untuk ku, kau yang sekarang memiliki wanita itu."Ucap Herry mengelak.
Saat kedua sahabat nya pulang dari rumah nya, Ares masuk ke kamar dan meminta Ken untuk pulang karena sudah malam.
"Terima kasih Sudah menjaga ibu ku Ken."Ucap Ares.
"Sama-sama Tuan, saya permisi dulu."Ucap Ken dan Ares mengangguk.
Ares mendekati tempat tidur ibu nya dan memegangi tangan wanita yang sudah terasa keriput. "Ma, maaf kan aku kalau aku tak bisa menahan perasaan ku, aku mungkin akan menyukai wanita lain, aku merasa nyaman saat aku bersama nya, aku tahu ini salah, tapi perasaan ku tak dapat ku ku bohongi." Ucap Ares dengan pelan.
Meski ibu nya tidur, Ares mengatakan hal itu untuk mengeluarkan perasaan yang ingin ia keluar kan tapi tak tahu pada siapa.
__ADS_1