Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
65 - Keadaan Ken


__ADS_3

"Semua ini gara-gara kau Jeff, kau membuat ku ketahuan seperti ini, seharus nya sejak dulu tak mengenal mu, kau tak bisa di andalkan sebagai laki-laki."Sora memarahi Jeff di telefon.


"bahkan kau tak mampu menjaga wanita itu, sampai dia bisa sampai kembali ke rumah ini."Kata nya lagi.


"Hei, kenapa jadi aku yang salah, aku hanya membantu mu, lagian aku tak perduli kalau suami mu harus tahu tentang hubungan kita, aku malah suka, jadi kau bisa bersama ku."Ucap Jeff.


"di otak mu itu hanya uang dari ku, kau pikir setelah aku berpisah dengan nya, kau bisa dapat uang lagi dari ku?, Jangan harap!."ucap Sora dengan ketus dan mematikan sambungan telefon nya. Jeff pun sedikit kesal pada Sora dan menghela nafas untuk menghilangkan kekesalan nya.


Sementara di ruangan lain, Bu Ajeng duduk di sebuah kursi di kamar sebelah yang berisikan kenangan bersama Alm suami nya.


Ares membuka pintu dan melihat ibu nya begitu sedih, ia lalu berjalan menghampiri wanita tua itu, duduk di samping Bu Ajeng yang menatapi bingkai foto suami nya.


"Ma, Maafkan aku."Ucap Ares.


"Bukan kamu yang salah Ares, Tapi mama dan Papa yang salah, salah sudah menjodohkan kamu dengan Sora, hingga kalian tidak bahagia dan membuat Sora memutuskan untuk berselingkuh." Ucap Bu Ajeng.

__ADS_1


"Bukan ini salah ku ma, Jangan membuat mama merasa kalau ini salah Mama, ini jelas salahku, aku minta maaf ma, maaf juga aku harus menceraikan Sora."Ucap Ares.


"Res, bagaimana pun Sora sudah merawat Mama dan Papa dengan baik, jangan sampai dia hidup susah di luar sana, berikan hak nya agar dia bisa hidup baik di luar sana."Ucap Bu Ajeng.


"Iya Ma, aku akan urus itu nanti."Ucap Ares.


"Soal Alice..."Ucap Ares, namun ponsel nya berdering, ia pun lekas mengangkat telefon yang ternyata dari rumah sakit yang mengabarkan kalau kondisi Ken sedang kritis karena di keroyok sejumlah orang.


Ares yang mendengar pun begitu terkejut dan lekas berdiri.


"Astaga?, apa kondisinya parah?." Tanya Bu Ajeng dengan khawatir.


"Nanti aku akan kabari lagi, Aku akan minta pelayan menemani mama."Ucap Ares.


"Mana Alice?." Tanya Bu Ajeng heran.

__ADS_1


"Sudah aku suruh pergi ma, Aku pergi dulu, nanti kita bicara lagi."Ucap Ares tergesa-gesa, mencium kening ibu nya sebelum pergi.


Saat Ares akan masuk ke mobil nya, ia melihat Alice berjalan keluar untuk mencari Taxi sejenak ia melihat Alice, saat Alice sempat melihat Ares, namun laki-laki tak ingin melihat diri nya lagi dan masuk ke dalam mobil, Ares bahkan memalingkan wajah nya, masuk ke mobil dan melewati Alice begitu saja.


"Tuan Ares pasti sangat marah pada ku, tapi dia mau kemana ya?, buru-buru sekali."Pikir Alice. Alice lalu memanggil taxi lalu naik Taxi itu untuk pulang.


Sementara di rumah.


Sora masuk ke kamar Bu Ajeng dan melihat Bu Ajeng di temani oleh pelayan dan bukan Alice.


"Ma, aku minta maaf untuk kesalahan ku ini, aku tahu tidak bisa di maafkan, aku izin pamit pergi, kalau Ares masih memberikn ku kesempatan, aku berharap mama bisa menerima ku lagi disini."Ucap Sora.


Bu Ajeng tersenyum kecil dan mengangguk, tak bisa ia pungkiri kalau ia sudah menyayangi Sora yang sudah hidup bertahun-tahun dengan nya.


"Hiduplah lebih baik nak, mamabsudah bilang ke Ares untuk mencukupi kebutuhan mu setelah kalian bercerai." ucap Bu Ajeng.

__ADS_1


Sora mengangguk, ia lalu mencium tangan Bu Ajeng sebelum melangkah keluar dengan koper milik nya.


__ADS_2