Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
26 - Tidak Menginginkan


__ADS_3

Saat Ares keluar dari kamar, tampak Alice sedang menyiapkan sarapan untuk mereka. Ia melihat Alice yang tampak cantik tanpa polesan makeup.


Ares tersenyum melihat dari jauh tanpa Alice sadari.


Saat Alice menoleh dan melihat Ares, Ares lekas pura-pura baru saja keluar dan duduk di meja makan.


"Silakan Tuan."Alice menaruh makanan di atas meja.


"Duduk lah!." Ucap Ares.


"Apa Tuan?, Saya duduk di sini?."Tanya Alice.


"Kenapa mata mu luka?."Tanya Ares.


"Terhantuk meja Tuan, tapi Luka nya sudah kering."Balas Alice.


"Sudah kau beri obat?." Tanya Ares, Alice menganggukan kepala nya.


"Makanlah."Ucap Ares, Alice pun tersenyum karena Ares mengizinkan nya untuk makan bersama nya.


"Kenapa kau bekerja dengan Mami Moli?." Tanya Ares membuat Alice terkejut di sela-sela mereka menikmati makanan mereka.


"Karena itu memang pekerjaan saya Tuan." Balas Alice.

__ADS_1


"Kau punya hutang dengan nya?." Tanya Ares lagi membuat kedua mata Alice membesar, namun tak berani ia mengangkat kepala nya untuk melihat Alice.


"Kenapa diam?." Tanya Ares lagi.


"Saya rasa ini hal pribadi saya tuan, saya tak punya keharusan untuk menceritakan pada anda."Balas Alice.


"Kalau aku membayar hutang mu, dan kau menjadi budak ku, apa kau mau kalau setiap hari aku menyuruh mu mencium kaki ku dan mencuci nya?." Tanya Ares.


Pertanyaan itu membuat Alice mengenggam sendok dan garpu dengan kuat saat merasa perkataan Ares sangat menghina nya.


"Kenapa diam?." Tanya Ares.


"Apa menurutmu, pekerjaan yang ku katanya lebih hina dari pada menjual dirimu pada laki-laki?." Tanya Ares lagi.


"Jadi kau mau aku menebus mu, dan kau menyicil hutang mu dengan ku?." Tanya Ares lagi.


Alice mengeleng-gelengkan kepala nya.


"Katakan Alasannya?." Ucap Ares.


"Saya ingin kebebasan, tidak ingin terkurung seperti ini."Ucap Alice membuat Ares merasa geram mendengarnya.


"Kau tidak suka disini?." Tanya Ares.

__ADS_1


Ucapan tegas Ares menyadarkan Alice untuk tidak membuat Ares marah, atau usahanya selama ia berada disini akan sia-sia saja.


"Bukan seperti itu Tuan, saya di rumah punya adik yang masih sekolah dan seorang ibu yang sakit-sakitan, saya hanya ingin bisa bersama mereka ketika kerjaan saya di club selesai, kalau saya terus disini, saya tidak akan ada waktu bersama mereka."Ucap Alice.


"Begitu kah?." Tanya Ares, Alice menganggukan kepala nya.


Ares lalu menyudahi makan nya dan pergi meninggalkan Alice tanpa mengatakan apa pun lagi. Alice yang merasa Ares tidak akan memaafkan nya lekas mengejar Pria itu.


"Tuan."Panggil Alice memegangi lengan tangan Ares.


Area menepis nya.


"Jangan marah Tuan, saya menjawab sesuai dengan apa yang ada di hatiku, tolong jangan pulang kan aku hari ini, aku akan semakin sulit bebas kalau anda tidak puas dengan pelayanan saya."Ucap Alice.


"Menurutmu, kalau aku tak memulangkan mu hari ini, menurut mu aku sudah puas dengan pelayanan dari mu selama beberapa hari ini?." pertanyaan Ares membuat Alice terdiam.


Alice mengangkat kepalanya dengan kedua mata yang berkaca-kaca. membuat Ares merasa hati nya ikut merasakan kesedihan yang Alice rasa kan.


"Tapi Tuan...." serasa untuk melanjutkan perkataan nya sudah sangat sulit untuk Alice.


Ares lalu berjalan pergi meninggal Alice begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi.


Alice hanya bisa diam mematung menatap pria itu pergi dari hadapan nya, ia merasa sedih dan pasrah kalau Ares mengatakan kalau ia tidak puas, bagaimana pun Alice memang tidak melayani Ares seperti pekerjaan nya yang seharusnya.

__ADS_1


Alice lalu kembali berjalan ke kursi meja makan, duduk disana dan menundukkan kepala nya menyandarkan di meja makan, ia kembali menangis terisak-isak. Ares yang sudah di jalan menuju ke rumah sakit melihat ibu nya, melihat rekaman Cctv dari ponsel nha kalau Alice tampak sedang menangis. Ares menghela nafas dan kembali mengfokuskan jalan nya untuk sampai tempat tujuan.


__ADS_2