
"Kau istirahat saja, nanti aku panggilan tukang urut untuk membantu mu menghilangkan sakitnya."Ucap Ares.
"Makasih Ares."Balas Sora tersenyum.
"Aku seperti nya akan ke kantor sendiri, aku tinggal dulu."Ucap Ares dan Sora pun tersenyum.
Ares lalu berjalan ke kamar Bu Ajeng untuk pamit, sementara Sora dengan cepat menghubungi Anak buah nya, menanyakan apa Ken sudah di tangkap.
Para penjahat yang baru saja habis memukuli Ken hingga tersungkur di tanah, mengecek ponsel Ken dan melihat sebuah pesan yang di kirim ke nomor telefon Ares.
"Bos, kamu sudah mendapatkan nya."Ucap Ank buah nya.
"bagus, cari barang bukti yang aku suruh kemarin."Ucap Sora.
"Sudah Bos, tapi sudah di kirim ke sebuah Kontak bernama Ares, tapi ini ada video nya bos, bukan hanya foto saja."Ucap preman itu
"Apa?." Kedua mata sora terbelalak. ia ingin menyingkirkan bukti yang pernah di perlihatkan Alice pada nya, namun ia tak menyangka kalau Ken memiliki video perselingkuhan nya.
"Kapan?." Tanya Sora lagi.
__ADS_1
"Barusan bos."Balas preman itu.
"Sial, Cepat batalkan pesan itu."Ucap Sora.
"Maaf bos, gak bisa di batalkan."jawab nya.
"Jadi kami harus bagaimana bos Sama orang ini?." Tanya Preman itu lagi.
"Habisi saja, dia sudah menghancurkan hidup ku, ambil ponsel nya dan hancurkan juga."Ucap Sora. Ia mematikan sambungan telefon dengan cepat, berjalan keluar dari kamar dan berlari kecil untuk menyusul Ares sebelum Ares membaca pesan itu.
Sementara Ares masuk ke kamar Bu Ajeng dan menghampiri nya. "Ma, Aku harus ke kantor dulu."Ucap Ares.
"Apa Ken sudah mengirim pesan itu pada Ares, sepertinya Ares masih belum membaca nya." batin Bu Ajeng.
"Kenapa kamu disini?, bukan kah kaki mu sakit?." Tanya Ares.
"Hm, Iya, aku pikir ingin menghubungi teman yang pandai soal kaki terkilir, tapi ponsel ku rusak, Res apa boleh aku pinjam ponsel mu?." Tanya Sora.
Sejenak melihat Sora dan mengangguk, ia mengambil Ponsel nya dari saku celana nya. saat akan memberikan ponsel itu pada Sora, tiba-tiba tangan Bu Ajeng meraih ponsel itu dengan cepat, membuat Ares dan Sora terkejut melihat nya.
__ADS_1
"Mama."Ucap Ares tak percaya dengan ap yang ia lihat.
Bu Ajeng tak lagi mampu pura-pura sakit lagi saat mengetahui kalau dugaan nya itu benar.
"Mama, mama sudah ingat kami?." Tanya Sora menghampiri Bu Ajeng, memegangi tangan wanita tua itu, namun dengan cepat Bu Ajeng menepisnya membuat Ares terkejut melihat ibu nya yang biasa baik pada istri nya tiba-tiba menjadi kasar.
"Ada apa ma?."tanya Ares.
"Ares, lihat apa yang sudah di lakukan istri mu?." kata Bu Ajeng sembari memperlihatkan video yang di kirim Ken di ponsel Ares.
Alice pun mengambil dari tangan Bu Ajeng agar tidak di lihat oleh Ares.
"Res, ini bukan hal yang penting, Ma, aku hanya tidak sengaja."Ucap Sora gugup.
"Berikan pada ku, aku mau melihat nya "Ucap Ares dan Sora hanya diam dengan kegugupan, binggung ia harus melakukan apa di keadaan terpojok seperti ini.
"Cepat berikan."Ucap Ares. karena sora tak juga mau memberikannya, Ares pun mengambil secara paksa dari tangan Sora, agak kasar hingga wanita itu tersungkur di lantai. namun Ares tak memperdulikan nya dan melihat pesan dari Ken yang ibu nya buka.
Melihat itu Ares menatap Sora yang hanya bisa duduk dengan sedih dan penyesalan. sementara Alice yang berhasil melarikan dari rumah hutan itu yang di tinggal kan Jeff setelah tahu kalau bukti sudah di tangan Ares. bertemu warga yang mencari kayu bakar ,warga yang mencari kayu bakar, membantu nya keluar dari hutan dan ke jalan raya besar untuk mencari tumpangan menuju ke rumah Bu Ajeng.
__ADS_1
Kini Alice membulatkan hati nya untuk memberitahu Ares semua nya, karena ia merasa Sora sudah mempermainkan dirinya.
Sementara Ken, yang di pukul tidak berdaya di jalanan, di lihat oleh warga yang berteriak, hingga membuat para preman melarikan diri dari sana. meninggalkan Ken yang sudah sekarat karena di pukuli.