Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
52 - Lebih Dari Teman


__ADS_3

Setelah makan malam usai, Alice seeperti biasa mengantar dokter Bryan sampai di teras rumah.


Di teras rumah Bryan menatap Alice dengan tatapan penuh makna. tiba-tiba Bryan memegangi tangan nya, menatap nya dengan penuh arti, sontak kedua mata Alice membulat besar, ia menelan Saliva nya karena gugup.


"Nora, aku ingin jujur pada mu, sebenarnya aku merasa nyaman saat berada di dekat mu."Ucap Bryan.


"Benarkah?, em maksud ku tentu saja, kita kan teman." Balas Alice terkekeh.


"Apa boleh kita lebih dari teman?." Tanya Dokter Bryan dengan tatapan sungguh-sungguh membuat Alice lekas melepaskan tangan Bryan yang memegangi nya.


"Em maaf, aku tak ingin membuat mu merasa sedih, tapi jujur saja aku belum siap, karena kamu belum mengenal aku yang sesungguh nya, nanti kau akan kecewa."Ucap Alice. dokter Bryan mengerutkan kening nya.


"Em baiklah, aku tak akan memaksa mu, tapi kita masih terus berteman kan?, siapa tahu aku bisa mengubah jawaban mu saat ini nanti."Ucap dokter Bryan lagi, dan Alice hanya tersenyum.


"Nora, besok adalah acara ulang tahun pernikahan kedua orang tua ku, aku ingin mengundang mu untuk datang, kau mau kan?."Ucap Dokter Bryan lagi mencoba Menganti topik.


Alice pun terdiam sejenak karena Besok ia masih bekerja.


"Aku tak bisa janji, tapi aku akan usaha kan."Balas Alice.

__ADS_1


"Aku akan menjemput mu besok malam, acara nya jam 7, pas kan dengan jam pulang kerja mu, tak masalah kalau harus telat, yang penting kamu datang."Balas Bryan.


Alice tersenyum dan mengangguk, Dokter Bryan pun tersenyum dan pamit pulang, sebelum menjalankan mobil nya, ia masih melihat Alice, ada sedikit kesedihan nya karena Cinta nya di tolak, tapi jawaban Alice membuat nya bisa menerima nya, karena seolah ada harapan yang di berikan Alice untuk nya.


Alice lalu masuk ke kamar nya dan duduk di tepi tempat tidur, memikirkan Bryan yang tadi menyatakan cinta pada diri nya.


"Aku juga merasa nyaman, rasa nyaman ini sama dengan seperti aku merasakan bersama dengan Tuan Ares, tapi aku merasa tidak layak untuk mu Dokter Bryan, aku bukan wanita yang baik, aku wanita hina, aku hanya tempat laki-laki hidung belang melampiaskan hasrat nya." Gumam Alice, hingga air mata lolos keluar membasahi pipi nya.


•••


Keesokan harinya.


Alice yang baru saja keluar dari kamar melihat Bryan lagi-lagi datang untuk menjemput nya.


Alice tersenyum. "Dokter Bryan, kenapa di dapur?." Tanya Alice.


"Aku ingin membantu Cantika memasak untuk kita."Balas Dokter Bryan tersenyum menatap Alice dengan tatapan penuh cinta.


Alice tersenyum begitu juga dengan Cantika yang mendengar jawaban dokter Bryan.

__ADS_1


•••


"Nora, nanti malam aku jemput ya, jangan pikirkan soal pakaian, aku akan membawa mu ke tempat dimana aku sudah siap kan gaun untuk mu."Ucap dokter Bryan saat sebelum Alice turun dari mobil Bryan untuk masuk ke rumah Ares.


"Iya Dokter Bryan, kalau aku dapat izin pulang awal, aku akan menghubungi mu."Balas Alice dan Dokter Bryan mengangguk dengan senyuman manis nya.


Saat Alice masuk ke kamar Bu Ajeng, tampak Bu Ajeng tidak ada di dalam kamar, Alice pun bertanya pada seorang pelayan yang lewat.


saat mendengar kalau Ares membawanya ke belakang, dimana di sana ada kolam Ikan, Alice pun lekas segera kesana, dan tampak Ares duduk bersampingan dengan Bu Ajeng, mengajak Ibu nya itu mengobrol.


"Ma, Kalau mama sembuh, aku janji akan lebih banyak waktu sama Mama, aku tak akan lagi menyia-yiakan waktu ku dengan mama."Ucap Ares.


Alice yang melihat pun tersenyum melihat Pria itu dengan Ibu nya, disisi lain, Sora yang melihat pandangan Alice tertuju pada Ares pun lekas berjalan dari belakang Alice dan menabrak Alice dengan pundak nya, membuat Alice hampir jatuh.


Alice cemberut, namun Sora tak menghiraukan nya dan berjalan mendekati Ares, memeluk laki-laki itu dari belakang, membuat Ares mengerutkan kening nya, namun ia tak menepis nya untuk menjaga perasaan Sora. Alice yang melihat pun merasa jijik dengan sikap Sora, yang berselingkuh di belakang dan masih tak tahu malu mau menunjukan keromantisan nya di depan nya, padahal Ares saja tampak Enggan.


Ares menoleh dan melihat Alice melihat ke arah nya, Ares menelan Saliva nya, lalu ia berdiri, dan tangan Sora pun perlahan terlepas.


"Alice, tolong jaga mama, saya akan ke kantor."Ucap Ares dan Alice mengangguk.

__ADS_1


Ares melihat sejenak Alice dengan tatapan datar penuh arti sebelum ia berlalu pergi. sementara Sora menatap Alice dengan tatapan kesal.


Alice membalas tatapan Sora dengan senyuman mengejek karena Ares mengacuhkannya, Sora membuang nafas kesal, lalu berjalan pergi dengan kesal nya.


__ADS_2