
Saat Alice sampai di depan kamar Bu Ajeng, Ia membuang nafas dan mencoba tersenyum untuk menyembunyikan ke sedihnya.
"Alice, sini nak."Bu Ajeng menepuk tempat tidur nya, mengajak Alice untuk duduk di sini.
Alice pun tersenyum dan berjalan menghampiri Bu Ajeng.
"Iya Bu."
"Kamu dari kamar Ares?."Tanya Bu Ajeng dan Alice mengangguk.
"Ada apa?." tanya Bu Ajeng.
Alice memandangi Bu Ajeng sejenak untuk mengumpulkan keberanian nya menceritakan semua nya.
"Bu, penyebab Sekertaris Ken masuk rumah sakit itu karena ulah saya."Ucap Alice dan membuat Bu Ajeng agak terkejut.
"Maksud nya?, Saya tidak mengerti Nora, coba kamu cerita kan semua dari awal, jangan takut!."Ucap Bu Ajeng.
"Bu, saya kemarin itu di culik, mereka menanyakan dari mana saya dapat foto Nona Sora, karena saya takut mereka menyakiti Ibu, karena saya dapat foto itu dari Ibu, makanya saya bilang kalau Foto itu saya dapat dari Sekertaris Ken, mungkin itu yang membuat Sekertaris Ken di incar, saya saat itu tak bisa berbuat apa-apa Bu, keluarga saya juga di ancam." Tutu Alice.
Bu Sora yang mendengar pun merasa lega dan tersenyum menatap Alice.
"Jangan merasa bersalah Nora, ini tidak sepenuhnya salah kamu, Kamu hanya ingin melindungi saya kan?." Ucap Bu Ajeng dan Alice mengangguk.
__ADS_1
"Saya sangat menyesal karena baru tahu kalau Sora sangat jahat, padahal dia di kenal sebagai wanita yang baik di keluarga nya."Ucap Bu Ajeng merasa sedih.
"Makasih ya Bu, saya tidak menyangka kalau Bu Ajeng sangat baik."Ucap Alice.
•••
Di rumah sakit.
Ares kembali ke rumah sakit untuk menemani Ken, Namun saat ia sampai Ken sudah tidak ada di ruang ICU, Ares pun bertanya pada Dokter dan ternyata Ken sudah di pindahkan ke ruang rawat biasa karena ia sudah sadar sejak tadi.
Ares pun menghampiri Ken untuk bertanya apa yang terjadi pada nya.
Ken pun menceritakan semua nya, mengatakan kalau mereka mengincar bukti perselingkuhan Sora yang ada pada diri nya, Ares yang mendengar pun merasa kesal, kelakukan Sora sangat lah jahat menurut nya.
"Aku akan melaporkan ke polisi!." Ucap Ares.
Dokter pun datang untuk memeriksa lagi kondisi Ken, sementara Ares berdiri menatap Ken, lagi-lagi bayangan Alice lewat di pikiran nya, membuat ia teringat kata Alice yang Mengkhawatirkan Ken.
Ares merasa tidak senang karena Alice mengkhawatirkan Ken. Ares pun teringat saat Alice membuatkan kue untuk nya, ia pun meminta Ares untuk memberikan pada Ken juga untuk di cicipi.
"Apa benar dia menyukai Ken?." Batin Ares.
•••
__ADS_1
Keesokan hanya.
Ares yang baru saja pulang dari rumah sakit, ke kamar Ibu nya dan melihat Ibu nya masih tertidur. Ares pun berjalan ke kamar nya, namun saat pintu terbuka ares melihat Alice sedang menurut pakaian untuk ares kena kan.
"sedang apa kau disini?." Tanya Ares.
"Menyiapkan pakaian untuk anda Tuan, saya juga sudah siapkan sarapan untuk anda."Ucap Alice.
Ares yang mendengar pun sebenarnya ingin tersenyum karena Alice memperhatikan nya. Alice sendiri bisa melihat wajah yang ada sedikit senyuman itu di wajah Ares.
"Saya permisi tuan??" ucap Alice dan Ares mengangguk.
"Ken sudah sadar, dia baik-baik saja."Ucap Alice.
Alice yang mendengar pun begitu senang,dan menatap Ares penuh antusias.
"Aku senang sekali dia baik-baik saja, terima kasih untuk kabar ini Tuan."Ucap Alice.
"Kau sesenang itu??" Ucap Ares di dalam hatinya. Ares lalu membuang nafas berat dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
"Keluar sekarang dari kamar ini."Ucap Ares datar.
Alice yang melihat raut wajah Ares lansung berubah pun agak heran, namun ia lekas berjalan keluar sebelum Ares lebih marah.
__ADS_1
"ada apa dengan nya?." Alice cemberut sembari menatap ke arah Ares saat ia akan menutup pintu kamar itu kembali.
Ada kelegaan tersendiri bagi Alice saat mengetahui Ken baik-baik saja, karena Ia akan sangat sedih kalau orang lain kenapa-kenapa karena pengakuan palsu nya itu.