
Setelah dari Restoran.
Alice pun di antar ke rumah nya oleh dokter Bryan.
"Ini rumah mu?." Tanya dokter Bryan.
"Iya Dokter, Anda mau mampir?." Tanya Alice.
Dokter Bryan melihat perngelangan di jam nya. "Ini sudah terlalu malam, lain kali saja."Balas Dokter Bryan.
"Baiklah, hati-hati di jalan dokter, terima kasih untuk malam ini." Ucap Alice dan Dokter Bryan tersenyum mengangguk dan menjalankan kembali mobil nya.
Alice tersenyum senang dan masuk ke dalam rumah, saat ia baru akan membuka pintu, ia melihat ada orang yang seperti sedang memperhatikan dari dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari rumah nya.
Alice yang merasa ngeri pun lekas masuk ke dalam dan mengunci pintu, Alice melihat dari cela jendela ia melihat Mobil itu pun pergi meninggalkan tempat itu.
"Siapa ya?".Batin Alice.
"Kak."Panggil Cantika membuat Alice terkejut dan menoleh.
"Cantika, kau membuat kakak terkejut."Ucap Alice.
"Kak Nora sedang lihat apa?." tanya Cantika.
__ADS_1
"Bukan apa-apa, tadi seperti ada orang tapi kakak salah lihat."Balas Alice.
"Oh, aku panaskan makanan ya untuk kakak."Ucap Cantika.
"Jangan, kakak sudah makan tadi di luar."Balas Alice.
"Oh ya sudah, aku masuk kamar dulu kak, mau belajar."Ucap Cantika dan Alice tersenyum mengangguk.
Alice lalu membaringkan tubuh nya di tempat tidur sebelum ia masuk ke kamar mandi untuk membersikan diri nya.
Alice tersenyum membayangkan dokter Bryan yang begitu perhatian dengan nya.
Tiba-tiba saja Ponsel Alice berbunyi dan membuyarkan lamunan nya.
Alice pun sejenak berfikir, mengangkat atau tidak, tapi ia juga tak bisa menghindari nya. "Iya Tuan Mark."Ucap Alice.
"Hallo sayang, lama tidak mendengar suara mu, kau tidak rindu dengan ku?." Tanya Tuan Mark.
"Tuan, anda menelepon untuk mengoda ku?." Tanya Alice.
"Aku melihat mu tadi di restoran, aku cemburu melihat mu dengan dokter Bryan, kau menyelingkuhi ku Alice."Ucap Mark dengan lembut.
"Tuan, kita hanya punya hubungan saat anda membayar ku dengan mami Moli, setelah anda selesai kita tidak memiliki hubungan dari itu." Jawab Alice tertawa kecil.
__ADS_1
"Ha, kau semakin pandai mengeles, aku merindukan mu sayang, kau ingin kita bertemu malam ini?."Ucap Tuan Mark tertawa kecil.
"Tuan, saya sekarang sudah memiliki tuan lain, jadi maaf kalau Saya menolak mu."Ucap Alice tetap hati-hati dalam memberi jawaban.
"Iya, aku tahu, kau sekarang milik Tuan Ares kan?." Ucap Tuan Mark membuat Alice yang tadi tersenyum lansung menghilang senyuman yang ada di wajah nya.
"Dari mana Tuan Mark tahu?." Batin Alice.
"Tapi kamu tenang saja sayang, aku akan membesarkan mu dari mu, Kau akan seutuhnya menjadi milik ku, bertahan la sebentar ya." Ucap Mark yang berfikir kalau Alice ingin terbebas dari ini.
"Terima kasih Tuan."Balas Alice.
"Istirahat lah, selamat malam sayang."Ucap Tuan Mark lagi.
Setelah sambungan telefon terputus Alice dengan kesal meletakan ponsel nya di samping tempat ia duduk saat ini.
"Laki-laki brengseek, sudah punya Istri masih saja seperti setan yang haus darah, lebih baik aku bersama Tuan Ares dari pada aku bersama Mu."Ucap Alice dengan kesal.
Mata nya lansung membesar saat ia menyadari apa yang tadi keluar dari mulut nya.
"Apa yang ku katakan tadi?." Batin Alice.
"Hah sudah lah, Paling tidak tuan Ares lebih baik dari nya."Ucap Alice dan lekas ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
__ADS_1