
Malam itu.
Alice sedang duduk di dalam kamar, tiba-tiba Ibu nya masuk ke kamar nya, menghampiri Putri nya.
"Ibu." Alice lekas berdiri menghampiri Ibu nya yang masuk ke kamar nya.
"kamu seperti nya sedang memikirkan sesuatu Nora?."Tanya Bu Ayu.
"Engak kok Bu, cuman agak lelah saja."Balas Alice.
Bu Ayu menatap Putri nya, dan mengelus kelapa putri nya. Alice lalu membaringkan kepala nya di atas pangkuan ibu nya, Bu Ayu pun mengelus nya dengan lembut.
"Kamu sangat bekerja keras nak, kamu Menganti jadwal tidur mu menjadi pagi dan bekerja di malam hari, maaf kalau selama ini ibu dan Bapak menjadi beban untuk kamu."Ucap Bu Ayu.
"Bu, Jangan ngomong gitu dong, Ibu sama Bapak bukan Beban bagi Nora, Justru Nora merasa senang bisa membalas bapak ibu yang sudah membesarkan nora dan Cantikan."Ucap Alice.
"Kamu bekerja keras untuk membayar hutang kita yang begitu banyak, ibu terkadang sedih Karena tidak bisa membantu apa-apa."Ucap Bu Ayu.
"Udah dong Bu, Kalau ibu begini Nora jadi sedih, Nora engak merasa kalau Ibu itu beban, Kan Nora yang minta Ibu istirahat di rumah karena sakit Ibu kan, jadi ibu jangan merasa sedih." Ucap Alice.
"Kamu memang anak yang baik, setelah Cantika lulus sekolah, semoga dia mendapatkan pekerjaan yang baik dan bisa membantu kamu mencari uang."Ucap Bu Ayu.
"Amin."Balas Alice tesenyum.
__ADS_1
"Oh iya Bu, besok Aku akan keluar kota liburan dengan teman-teman ,ibu gak apa-apa ya berdua aja sama Cantika, Nora gak enak mau nolak ajakan Bos."Ucap Alice.
"Dalam rangka apa sayang?." Tanya Bu Ayu.
"Keluarga Bos Nora nikah, jadi kami juga di ajak."Balas Alice.
"Baiklah, tidak apa-apa, tapi jaga diri kamu disana sayang."Balas Bu Ayu dan Alice mengangguk.
Setelah Ibu nya pergi.
Nora mengambil ponsel nya dan menghubungi Dokter Bryan melalui sebuah pesan singkat.
"Dokter Bryan, ini nomor ku, Nora."isi pesan singkat itu.
"Baik lah Nora, ini sudah malam, istirahat lah, selamat malam."Balas Bryan.
Alice yang melihat balasan Bryan pun tersenyum, lalu membaringkan tubuh nya di tempat tidur.
•••
Keesokan harinya.
Alice sedang berdandan di depan cermin, kini dandannya menjadi sebagai Alice, bukan Nora yang polos. karena hari ini adalah hari di mana dia akan ikut dengan seseorang.
__ADS_1
"Kak."cantika menghampiri Alice.
"Cantika, kenapa belum ke sekolah?." Tanya Alice.
"Kak Nora , jaga diri baik-baik ya, jangan lupa kabarin aku, biar aku gak kepikiran terus dengan kakak."Ucap Cantika yang khawatir dengan Kakak nya yang akan pergi keluar kota, dan sudah ia meyakini pasti karena pekerjaan malam kakak nya.
"Tenang saja sayang, oh iya, ini pegangan sementara untuk mu ya, tolong jaga Ibu, jangan keluar dengan teman selama tak ada kakak, kasian Ibu sendirian."Ucap Alice memberikan uang yang ia simpan pemberian Tuan Mark kemarin.
•••
Saat Alice sampai di club, Alice melihat sebuah mobil mewah terparkir di depan Club dengan beberapa pengawal berdiri di samping mobil.
"Apa itu mobil Tuan Ares?, Kalau benar, kelihatan nya dia benar-benar bukan orang sembarangan."Ucap Alice.
"Alice, kau sudah datang sayang, jemputan mu sudah menunggu mu, ikut lah bersama mereka."Ucap Mami Moli.
"Sekarang Mi, baju aku gimana Mi." tanya Alice.
"Pagi Nona, perkenalkan nama saya Ken, sekertaris tuan Ares, jangan pikirkan soal pakaian anda Nona, kami sudah menyiapkan untuk anda." Ucap sekertaris Ken.
"Oh begitu."
"Silakan Nona Alice." Sekertaris Ken mempersilakan Alice untuk masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Alice memandangi Mami Moli, Mami Moli menganggukkan kepala, Alice pun lekas masuk ke dalam mobil dengan hati yang gugup.