Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
32 - Sangat Telaten


__ADS_3

Setelah kesadaran nya, Bu Ajeng pun di pindahkan ke kamar rawat Inap Biasa. Alice pun tampak sedang mengelap tubuh Bu Ajeng dengan kain dan air hangat.


"Cepat sembuh ya Bu, Tuan Ares sangat sedih melihat keadaan Ibu seperti ini. Oh Bu, nama saya Alice, saya yang di tugaskan Tuan Ares untuk menjaga Ibu, Saya janji akan menjaga Bu Ajeng dengan hati-hati."Ucap Alice mengajak Bu Ajeng berbicara meski tidak mendapatkan Respon apa pun.


Ares dan Sora yang berdiri di luar kamar melihat dari kaca kecil yang ada pada pintu, melihat Alice yang dengan telaten mengurus Bu Ajeng.


Ares tersenyum kecil melihat nya, sementara Sora tampak tidak senang, ia tak menyukai Alice karena takut Alice akan menjadi orang ketiga dalam hubungan nya.


"Sora, pulang lah ini sudah malam."Ucap Ares.


"Tapi Res, bagaimana dengan mu?." Tanya Sora.


"Aku akan disini menjaga Mama." jawab Ares.


"Aku tidak bisa membiarkan Ares bersama wanita itu disini, aku tak mau kalau Ares jatuh hati pada nya, atau... mereka punya hubungan spesial diam-diam."Batin Sora.


Rasa khawatir dan cemburu menyelimuti hati Sora sejak kemarin.


"Sora."Panggil Ares menyadarkan Sora yang terdiam.


"Ares, aku akan menemani mu disini, aku juga mengkhawatirkan keadaan Mama."Ucap Sora.


"Kau harus beristirahat, setelah wanita itu pulang aku saja yang akan menjaga mama."Ucap Ares.

__ADS_1


"Hah Pulang?." Tanya Sora heran karena Ares belum membicarakan soal itu dengan nya.


"Iya, Dia hanya akan bekerja pukul 7 pagi hingga 7 malam, dia akan pulang setelah itu."Ucap Ares.


akhirnya ada Senyuman kecil di bibir Sora, ia senang karena wanita itu tidak 24 jam bersama mereka.


"Baiklah kalau begitu, kalau kau lelah hubungin aku Ares, aku akan bergantian menjaga Mama."Ucap Sora dan Ares tersenyum mengangguk kecil.


Sora pun berjalan keluar dari rumah sakit untuk pulang, sementara Ares masih tersenyum memandangi Alice yang tampak masih mengajak Ibu nya berbicara.


Saat masih berdiri menatap Alice, Ken datang pada Ares.


"Tuan, saya sudah selesai."Ucap Ken.


"Kau sudah atasi semua kerjaan di kantor?." Tanya Ares dan Ken mengangguk.


"Baik Tuan."Balas sekertaris Ken.


Ares lalu masuk menghampiri Alice.


"Kau sudah selesai?." Tanya Ares.


"Sudah Tuan, apa saya sudah boleh pulang?." Tanya Alice dengan mata penuh harapan.

__ADS_1


"Iya, ayo aku akan mengantar mu."Ucap Ares.


Alice pun merasa senang, akhir nya ia bisa pulang setelah seharian ia di rumah sakit.


"Bu, saya pulang dulu ya, Besok saya akan kembali."Ucap Alice tersenyum mengajak Bu Ajeng berbicara.


Ares lalu memegangi tangan Alice untuk keluar dari rumah sakit, membuat Alice begitu terkejut namun ia tak mengatakan apa pun, begitu juga dengan Ken, Melihat Bos nya yang memperlakukan Alice sangat berbeda dengan Sora.


•••


Di mobil.


Ares mengembalikan Ponsel Alice, Alice merasa senang akhirnya ponsel nya bisa kembali pada nya, Namun ponsel itu drop dan tak menyala.


"Kenapa kau begitu telaten mengurus ibu ku, aku pikir kau tidak bisa."Ucap Ares bertanya.


Alice tersenyum kecil. "Dulu ayah saya juga sakit seperti Ibu anda Tuan, saya sekeluarga bergantian untuk mengurus ayah saya, saya di ajari ibu untuk hati-hati melakukan semua ini."Ucap Alice.


Ares pun mengangguk mendengar jawaban Alice. Saat sampai depan rumah Alice, Alice terheran karena Ares bisa tahu rumah nya, karena ia belum pernah memberitahu pada Ares sebelum nya.


tapi meski begitu ia sadar kalau Area bisa mendapatkan sumber apa pun tentang diri nya dari mana saja.


"Makasih Tuan Ares."Ucap Alice dan Ares mengangguk.

__ADS_1


"Hati-hati di jalan Tuan."Ucap Alice lagi dan membuat senyuman di bibir Ares merekah walau kecil tanpa terlihat di mata Alice.


Alice turun dari mobil dan Ares pun menjalankan mobil nya untuk segera pergi.


__ADS_2