Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
70 - Akhirnya Paham


__ADS_3

Ares mengajak ibu nya duduk di taman menikmati sinar matahari yang sehat di pagi hari.


"Hari ini cuaca nya cerah ya Ma."Ucap Ares.


"Iya, bagus untuk berjemur."Balas Bu Ajeng.


"Res, bagaimana dengan Sora?, Kamu sudah melakukan apa yang mama katakan pada mu?." Tanya Bu Ajeng karena Perceraian Ares dan Sora akan di mulai.


"Sudah ma, aku sudah minta pengacara Keluarga kita untuk mengurus semua nya."Balas Ares.


"Bagus lah, lebih cepat lebih baik."Balas Bu Ajeng.


"Lalu bagaimana dengan Nora?." Tanya Bu Ajeng.


"Mama dari mana tahu nama itu?."Tanya Ares.


"Di sendiri yang memberitahu mama, kalau nama nya itu sebenarnya Nora, Alice hanya nama panggilan di club' malam."Ucap Bu Ajeng.


"Jadi Mama sudah tahu?."Tanya Ares agak terkejut.


"Sudah, Nora itu sering bercerita ke mama, Mama juga senang mendengar nya, mama sudah tahu sebagian kisah hidup wanita itu."Ucap Bu Ajeng.


"aku pikir, kalau mama tahu , mama tak akan mau Alice yang merawat Mama."Ucap Ares.

__ADS_1


"Iya, itu benar, Mama kalau tahu dari kamu Mama tidak mau dia mengurus Mama, tapi karena mama mendengar lansung alasan kenapa dia bekerja di club' itu, Mama malah merasa kasihan pada nya."Ucap Bu Ajeng.


Ares pun sejenak terdiam dan Bu Ajeng tersenyum.


"Kamu suka pada dia kan?." Tanya Bu Ajeng, Ares pun mendehem salah tingkah.


"Kamu marah pada nya karena Dia tak jujur soal Sora?." Tanya Bu Ajeng lagi.


"Dia kasih tahu mama??" tanya Balik Ares. Bu Ajeng tersenyum mengangguk.


"Astaga, Untuk apa dia beri tahu mama hal seperti ini."Keluh Ares.


"Seharusnya kamu berterima kasih pada Dia Ares, Bukan nya malah bersikap seperti ini dengan Nora, Nora itu udah nyelamati Mama. kalau bukan karena dia mungkin Mama yang akan berada di posisi nya Ken."Ucap Ajeng.


Bu Ajeng tersenyum dan menceritakan pada Ares semua nya, mendengar hal itu, Ares pun menyadari kalau ia tak pernah memberikan Alice kesempatan menjelaskan alasan nya, Ares terlalu kesal dan terlalu terbawa perasaan cemburu pada Alice di tambah ia merasa kalau Alice terlalu berpihak pada Sora hingga ia menyembunyikan perselingkuhan Sora selama ini.


Di tengah obrolan mereka, Alice datang menghampiri Bu Ajeng dan Ares, Ares memandangi Alice namun Alice mencoba untuk tidak melihat Ares.


"Bu saya sudah selesai, ibu nya mau makan disini atau diluar?"Tanya Alice pada Bu Ajeng.


"Di dalam aja Nak."Balas Bu Ajeng dan Alice pun mengangguk, membantu Bu Ajeng mendorong kursi roda nya kembali ke rumah.


Namun tiba-tiba tangan Ares menyentuh Alice.

__ADS_1


"Biar aku saja."Ucap Ares mengambil alih dan mendorong ibu nya ke dalam rumah dan Alice mengikuti kedua nya dari belakang.


"Ma, aku ke kantor dulu, nanti siang aku akan menjemput Ken pulang."Ucap Ares.


"Iya Nak, pergi lah, titip salah buat Ken ya."saut Bu Ajeng.


Ares menganggukkan kepala nya sembari ia memandangi Alice, Alice yang melihat Ares menatap nya pun menundukkan wajah nya.


Saat Ares berjalan keluar dari rumah menuju ke mobil nya, Tiba-tiba Alice menghampiri nya.


"Tuan."Panggil wanita itu membuat Ares membalikan tubuh nya.


"Saya mau titip ini untuk Sekertaris Ken."Ucap Alice ragu-ragu.


Mata Ares pun tertuju pada Paper bag yang di pegang Alice. "Hanya kue yang saya buat sendiri."Ucap Alice lagi.


Alice ragu karena takut Ares akan menolak nya.


"Baiklah."Ucap Ares dan membuat Alice tersenyum lega.


"Di dalam ada 2 toples, 1 untuk Tuan itu pun kalau Tuan Ares mau."Ucap Alice.


Ares mengambil paper bag itu dari tangan Alice tanpa mengatakan apa pun lagi dan masuk ke dalam mobil nya. dari balik jendela kaca mobil Ares melihat Alice dan tersenyum sebelum ia menjalankan mobil nya. sementara Alice sudah berlalu pergi dan masuk kembali ke dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2