Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
38 - Bertemu Kembali


__ADS_3

Alice yang pulang pun lansung saja menuju ke danau ia akan bertemu dengan Bryan. saat Alice sampai ia tak melihat ada Bryan di danau. mata nya menyusuri sekeliling namun tak mendapatkan sosok pria yang mengajaknnya untuk bertemu.


Alice lalu duduk di kursi yang biasa ia duduk, Alice pun tersenyum melihat tepi-tepi danau yang lampu membuat Danau itu tampak tidak begitu menyeramkan.


"Nora, kau tidao takut duduk sendiri?." Tanya seorang dari belakang membuat Alice lekas menoleh.


"Dokter Bryan."Alice tersenyum melihat Dokter Bryan yang datang menghampiri nya.


"Aku pikir dokter tak akan datang."Ucap Alice.


"Aku sudah di sini sejak jam 7, aku juga melihat mu datang tadi dengan Taxi, aku melihat mu duduk disini, ternyata kau sangat berani."Ucap Bryan.


"Aku sudah biasa berurusan dengan kemalaman Dokter, ini sudah biasa bagi ku."Ucap Alice tersenyum.


"Beberapa hari ini kau tidak datang, aku memikirkan mu, kenapa ponsel mu tidak bisa di hubungi?." Tanya Dokter Bryan.


"Benarkah?."Alice jadi salah tingkah.


"Aku ada kerjaan makanya tidak dapat datang, ponsel nya ku habis baterai tidak ku cas."Balas Alice.


"Apa pekerjaan mu kalau boleh aku tahu?." Tanya Dokter Bryan.


Alice yang mendapatkan pertanyaan itu pun menatap laki-laki itu sejenak, lalu tersenyum menatap ke arah Danau.


"Kau tak akan senang saat mendengar pekerjaan ku Dokter."Balas Alice.

__ADS_1


Dokter Bryan pun tersenyum mengangguk. ia mengerti kalau Alice tak mau memberi tahu nya.


"Apa kau lapar?."Tanya Dokter Bryan.


Alice tersenyum mengangguk. "Ayo kita pergi makan, Aku juga kebetulan belum makan."Ajak Dokter Bryan.


"Iya."Balas Alice dan lekas berdiri dari duduk nya menuju pergi dari danau.


Dokter Bryan mengajak Alice masuk ke dalam mobil ,membuka kan pintu mobil membuat Alice merasa spesial.


Di dalam mobil Alice memandangi keluar jendela. "Dokter, apa kau bisa menyembuhkan luka hati?."Pertanyaan Alice membuat Bryan mengerutkan dahi nya memandangi Alice yang duduk di samping nya.


"Apa gejala nya?." Tanya Dokter Bryan lagi tersenyum menjawab pertanyaan Alice yang seperti sedang mencandai nya.


"Takut, Malu, Sedih, kecewa pada diri ku." Jawab Alice perlahan. Senyum Dokter Bryan seketika menghilang menjadi penuh tanya saat mendengar jawaban Alice yang seperti nya serius.


Alice yang tadi tatapan sendu lansung tersenyum dan menoleh ke arah Dokter Bryan.


"Aku hanya bercanda dokter."Ucap Alice tertawa kecil.


Dokter Bryan pun membuang nafas kelegaan dan tersenyum.


"Kau membuat ku takut."Ucap Dokter Bryan.


"Tapi kalau kau ada masalah, cerita saja, barang kali aku bisa membantu mu."Ucap Dokter Bryan.

__ADS_1


"Terima kasih."Balas Alice.


Saat sampai di sebuah Restoran, Alice dan Bryan pun turun dari mobil. Saat baru saja akan masuk, Alice dan Bryan berpapasan dengan Mark dan Istri nya.


"Tuan Mark, Nyonya."Sapa Dokter Bryan.


Mark yang melihat Alice bersama Dokter Bryan yang adalah dokter yang pernah merawat keluarga Mark di rumah sakit. begitu juga dengan Alice yang terkejut saat bertemu dengan Tuan Mark, tapi mencoba biasa-biasa saja.


"Hallo dokter Bryan, anda mau makan juga?." Balas Mark tersenyum.


"Iya."Balas Mark.


"Wah sayang sekali, kami baru saja akan pulang."Balas Mark.


"Anda datang dengan wanita mu?." Tanya Mark menatap Alice.


Dokter Bryan tersenyum."Dia teman ku, Noras."Balas Bryan, Mark pun tersenyum mengangguk. kedua nya pun saling berkenalan meski heran Mark mendengar nama Nora, bukan nya Alice yang biasa ia sebut di Club'.


"Cantik sekali."Balas Istri Tuan Mark.


"Terima kasih."Balas Alice dengan sopan.


Mark memandangi Alice sejenak lalu menatap Bryan. "Kalau begitu kami pergi dulu, silakan menikmati."ucap Mark dan Bryan mengangguk.


"Hati-hati di jalan."Balas Dokter Bryan.

__ADS_1


"Ayo Nora."ajak Dokter Bryan dan Alice mengangguk.


Sementara Mark yang sudah di dalam mobil dengan Istri nya menatap Alice masuk bersama Dokter dengan tidak senang.


__ADS_2