Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
60 - Ciuman Kening


__ADS_3

Saat sampai di danau, alice mendorong kursi roda bu ajeng ketepian danau.


"Bu, di sini tempat saya biasa bersantai kalau lagi libur bekerja. indah kan bu."ucap alice pada Bu Ajeng.


Bu Ajeng yang melihat ke indahan danau pun tersenyum, tampak ini tampak indah dan jauh dari polusi udara.


Ares dan Alice lalu duduk di kursi yang biasa Alice duduki, dan menjadi saksi pertemuan nya dengan Bryan.


"Kenapa kamu suka kesini?."Tanya Ares.


Alice tersenyum dan melihat ke arah danau. "Disini masih sepi Tuan, dan disini sangat damai, kalau saya bersedih disini, saya akan lebih cepat tenang."Ucap Alice.


"Begitu kah?." saut Ares lagi dan Alice mengangguk.


"Jadi kau datang ke sini saat kau sedih saja?, lebih baik kita pulang saja."Ucap Ares.


"Tuan, saya tidak mengatakan itu, saya sekaranh di sini saya tidak sedang sedih."Balas Alice dengan cepat.


Bu Ajeng yang melihat ares begitu sesitif saat mendengar alice sedih pun terkekeh di dalam hati nya, ia melihat sikap berbeda Ares pada Alice yang sangat berbeda pada sora.


sementara di sisi lain tanpa Alice sedari kalau bryan juga berada disana, melihat Ares dan Alice begitu dekat, membuat hati nya semakin terluka, ia pun memutuskan untuk pergi dari tempat yang memang setiap jam istirahat ia datangi untuk sekedar menghilangkan penat.

__ADS_1


•••


Saat pulang ke rumah, Sora yang melihat ke pulangan mereka pun lekas menghampiri nya.


"Mama, bagaimana jalan-jalan nya?."tanya sora untuk sekedar basa basi.


"Menyenangkan nona." jawab Alice dengan senyuman membuat sora tak senang namun masih mencoba tersenyum di depan Ares.


"Oh begitu ya?, ayo ma!, kita beristirahat, Mama pasti sangat lelah."Sora mwngambil ahli kursi roda dan mendorong bu ajeng ke kamar.


Malam itu saat Alice pamit untuk pulang pada Ares yang ada di ruang kerja nya, melihat ruangan Ares tampak sepi, tidak terlihat Ares ada di dalam.


Saat Alice berbalik badan ia di kejutan dengan Ares yang sudah ada di belakang nya. Alice yang terkejut sampai agak mundur dan hampir terjatuh, beruntung Ares menahan nya agar tidak terjatuh.


"Apa?, kau menyamaiku dengan hantu?."balas Ares. Alice pun jadi salah tingkah karena salah bicara.


"Bukan tuan, bukan seperti itu, saya agak terkejut saat ada muncul di belakang ku." Ucap Alice mengecilkan volume suara nya.


"Kau sedang apa disini?." Tanya Ares.


"Mau pamit pulang."Balas Alice.

__ADS_1


"Aku akan mengantarmu."Balas Ares.


"Jangan Tuan, saya bisa sendiri, kasian Bu Ajeng kalau sendiri."Ucap Alice.


Ares pun hanya diam saja menatap wanita itu. ia lalu mencium kening Alice, membuat Alice terkejut dan menelan saliva nya. meski hanya Ciuman kening, tapi rasa nya sangat besar makna nya.


"Hati-hati."Ucap Ares dan Alice tersenyum gugup sembari mengangguk kecil.


•••


Wanita itu lalu berdiri di depan pagar untuk menyetop taxi. saat taxi berhenti ia pun masuk dan mengatakan alamat tujuan nya.


Alice yang sedang bermain ponsel mengangkat kepalanya dan merasa ini bukan jalan yang biasa ia lalui untuk pulang.


"Pak, kita kayak nya salah jalan."Ucap Alice memberitahu, namun supir itu tak menjawab dan hanya memberikan senyuman jahat dan sorotan mata tajam yang tampak dari spion mobil.


Alice yang was-was pun mulai khawatir.


"Berhenti pak!."


"Berhenti saya bilang."Teriak Alice, namun tidak di gubris.

__ADS_1


Namun tidak berapa lama, mobil itu mengerem mendadak. Alice pun lekas membuka pintu untuk keluar karena merasa ada yanh tidak beres, namu belum sempat ia keluar, seseorang dari luar menahan nya dan membius nya dengan sapu tangan hingga Alice pinsan tak sadarkan diri.


Bantu dukung Like dan Vote nya ya, poin hadiah nya boleh sekalian donggg 🙏 Makacihhhhhh


__ADS_2