Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
41 - Mengantarnya Pulang


__ADS_3

Ares lalu memandangi Ibu nya, Merasa sedih karena saat ia menyuapi Ibu nya ia tak mau memakan nya, sementara dengan Alice ia mau.


"Ma, Apa mama tak ingat pada ku?." Tanya Ares menatap Ibu nya. namun Bu Ajeng hanya diam pandangan nya kosong.


Sementara Sora yang merasa kalah dengan Alice pun merasa sangat kesal.


•••


Alice lalu mengajak Bu Ajeng kembali ke kamar saat matahari mulai terik. dikamar Alice di hampiri oleh Ares.


"Maaf soal tadi."Ucap Ares.


Alice tersenyum, tak menyangka Ares bisa mengatakan hal seperti itu pada diri nya.


"Saya tidak marah Tuan, wajar kalau anda mempertanyakan kerjaan saya."Ucap Alice.


Ares mengangguk dan berjalan pergi dari kamar itu.


•••


Saat di kantor.


Ares yang tak begitu memiliki banyak kerjaan ia pun memutuskan untuk pulang ke rumah.


"Ken, aku akan pulang, kalau ada apa-apa hubungi aku."Ucap Ares.


"Baik Tuan."Balas Ken.


Ken melihat Ares yang berjalan pergi dari keluar dari kantor. merasa heran karena Ares sekarang lebih sering pulang ke rumah. "Nona Alice tampak nya mengubah anda Tuan."Batin Ken.


Saat sampai di rumah, Ares masuk ke kamar Ibu nya, dan melihat Alice yang tertidur di sofa sementara Bu Ajeng juga ikut tertidur. Ares memperhatikan Alice sebelum ia keluar menuju ke kamar nya.


"Dimana Sora?." tanya Ares pada Pelayan nya.


"Nyonya Muda sudah keluar sejak pagi Tuan, belum pulang sampai sekarang."jawab Pelayan.


"Dia ada beri tahu mau kemana?." Tanya Ares. pelayan mengeleng kan kepala nya.


"Apa dia setiap hari keluar?."Tanya Ares lagi.


"Iya Tuan, semenjak Ibu Tuan sakit Nyonya muda sering keluar dan biasa kembali saat sore hari."Balas Pelayan.

__ADS_1


Ares mengangguk dan berjalan menuju ke kamar nya. "Kemana dia pergi sementara mama di rumah sakit."Ucap Ares.


Saat hari sudah sore, Sora kembali dan terkejut saat melihat Mobil Ares terparkir di halaman rumah. Sora masuk dengan senyuman saat ia melihat Ares keluar dari kamar.


"Res, kau tumben sudah pulang jam segini?." Tanya Sora.


"Kau dari mana?." Tanya Ares.


"Aku habis bertemu teman."Ucap Sora. Ares mengangguk dan berlalu pergi dari hadapan Sora.


Sora menghela nafas lega dan lekas masuk ke dalam Kamar.


•••


Saat Alice akan pamit pulang saat malam, Ares menahan tangan nya. "Kau pulang naik apa?." Tanya Ares.


"Naik Taxi tuan."Balas Alice.


"Aku akan mengantar mu."Balas Ares.


"Tidak usah Tuan, saya bisa sendiri, lagi pula tidak ada yang menjaga Bu Ajeng kalau anda mengantar saya."Ucap Alice.


"Ada saya Nona."Ucap Ken mengejutkan Alice yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar.


"Ayo jalan."Ucap Ares dan Alice pun mengangguk.


Alice pun mengangguk pamit pada Ken dan Ken membalas nya. tidak ada pembicaraan di antara kedua nya, Ares pun hanya fokus menyetir, kesunyian terasa di dalam mobil.


"Tuan."Ucap Alice.


"Apa?."Jawab Ares menoleh sekilas ke Alice.


"Em, tidak jadi." balas Alice.


"Katakan!." Ucap Ares karena rasa penasaran nya sudah di pancing oleh Alice yang ingin bicara.


"Tidak jadi tuan, tidak begitu penting."Ucap Alice.


"Bagaimana bisa aku tahu penting atau tidak kalau aku belum mendengarnya."Ucap Ares.


Alice merasa salah tadi membuka mulut untuk bicara, tadi ia ingin bertanya kenapa dia dan Sora tidak begitu tampak harmonis, tapi Alice mengurungkan niat nya karena itu pertanyaan yang terlalu pribadi.

__ADS_1


"Hanya ingin minta izin untuk datang jam 9, saya agak lelah."Ucap Alice sembarangan.


"Hanya itu?." Tanya Ares dan Alice mengangguk.


"Baiklah."Balas Ares.


Alice terkejut saat mendengar kalau Ares menyetujui ia untuk datang jam 9, padahal itu hanya alasan bertanya.


Alice pun tersenyum senang, dan Ares melihat senyum itu dan ikut tersenyum tipis.


Saat Sampai di depan rumah Alice. Alice Terheran melihat sebuah mobil terparkir di depan rumah nya. "Ada tamu?."Tanya Ares.


"Seperti nya begitu."Balas Alice.


Alice pun turun di ikuti Ares, Ares ingin memastikan kalau tidak ada masalah. "Tapi aku seperti mengenal mobil ini."Ucap Alice.


Saat masuk Ares dan Alice melihat dokter Bryan duduk mengobrol dengan Cantika dan ibunya.


"Dokter Bryan."Ucap Alice.


"Nora, kamu sudah pulang."Balas Dokter Bryan.


"I-iya."Balas Alice.


"Tadi aku kebetulan lewat dan singgah sebentar."Balas Bryan.


Bryan lalu melihat ke arah Ares yang menatap nya. "Oh Tuan, ini kenalkan Teman ku."


"Bryan."


"Ares."


Bryan tersenyum penuh tanya melihat Ares. "Tuan Ares ini bos saya dokter."Ucap Alice dan Bryan pun mengangguk mengerti.


Alice lalu mengenali Ares pada Adik dan Ibu nya, Ares pun mengenali dirinya dengan sopan, Alice sampai tersenyum melihat Ares yang bahkan mencium tangan ibu nya.


"Saya tidak bisa lama-lama, saya permisi dulu."Ucap Ares pada semua nya.


"Hati-hati Nak Ares, terima kasih sudah mengantar Alice pulang."Ucap Ibu Alice. dan Ares tersenyum mengangguk.


saat berbalik badan untuk pergi, Ares menatap Alice dengan datar sebelum ia berjalan pergi untuk pulang. Alice lalu mengikuti Ares untuk mengantar nya sampai depan.

__ADS_1


"Tuan, Terima kasih sudah mengantar saya."Ucap Alice. namun Ares tak menjawab nya bahkan tak melihat nya, laki-laki itu menyalakan mobil dan pergi dari sana.


"Astaga, menyebalkan sekali sikap tuan ares." ucap Alice cemberut saat di acuhkan.


__ADS_2