
Malam Itu.
Ares yang tidur di samping Sora, wanita itu tersenyum dengan hangat karena malam ini Ares bisa tidur bersama nya, karena biasa nya Ares bahkan bisa tidak pulang hingga berbulan-bulan, Meski Ares tak mengajak nya untuk melakukan ritual suami istri, namun Sora tak mengapa, berbeda dengan Ares, laki-laki itu malah teringat pada Wanita malam di rumah nya, ia teringat pada saat ia melihat wajah Alice yang membuatnya merasa nyaman.
"Ada apa dengan ku?, Aku jatuh cinta pada nya?" Ares bertanya di dalam hati nya.
Sora yang tidak bisa tidur juga merasa kalau Ares belum tidur, ia lalu mendekati Ares yang tidur memunggungi nya memeluk nya dari belakang.
"Kenapa belum tidur?."Tanya Ares.
"Aku tak bisa tidur."Jawab Sora.
Ares membuang nafas dengan pelan, ia lalu membalikan tubuh nya menghadap Sora, dan membiarkan Sora memeluk nya. Sora yang melihat Ares begitu berbeda dan mau diri nya di peluk pun merasa senang.
•••
Keesokan harinya.
Alice yang bangun dari tidur terkejut saat ia melihat jam di dinding kamar nya.
"Astaga jam 7." Alice sontak lansung meloncat turun dari tempat tidur.
dengan cepat ia masuk ke dalam kamar mandi untuk segera mandi. setelah nya itu, ia turun dari kamar dan menuju ke dapur.
Namun ia melihat sekeliling, tak tampak ada Ares di dalam rumah. "Ou iya, dia kan keluar sejak kemarin malam, eh tapi tadi malam aku bermimpi dia pulang semalam."Gumam Alice.
__ADS_1
"Apa mungkin Tuan Ares sudah pulang dan dia ada di kamar, tapi biasa nya dia membangunkan aku. ya ampun masih banyak berfikir, cepat lama masak Alice."Alice berceloteh sembari memikirkan kejadian semalam yang ia sangka mimpi.
Saat sudah selesai memasak, Alice duduk di meja makan menatap sayuran nya yang sudah ia masak. "Atau aku telefon saja, tapi ponsel ku dengan tuan Ares."Alice menghela nafas.
Tiba- tiba ia mendengar suara mobil memasuki halaman rumah, Alice pun bergegas ke pintu utama, melihat dari balik jendela.
"Itu pasti tuan Ares."Ucap Alice.
Namun yang turun dari mobil bukan Ares, melainkan sekertaris Ken. Alice pun segera membukakan pintu utama dan menghampiri Sekertaris Ken.
"Tuan."Sapa Alice.
"Apa Tuan Ares ada?." Tanya Ken. Alice mengeleng-gelengkan kepala nya.
"Bukan kah setelah menemani istri nya di kembali kesini?." Tanya Ken lagi.
"Sudah ku duga di memiliki istri, pantas saja dia tak mau menyentuh ku, mungkin dia tipe pria setia. eh bukan, mungkin dia suami takut istri."Batin Alice tersenyum.
"Nona."panggil Ken membuat Alice tersadar dari lamunan nya.
"Tidak tuan, Tuan Ares tidak kembali."Balas Alice dengan cepat.
Baru saja menjawab, Tiba-tiba sebuah mobil memasuki halaman rumah.
"Itu seperti nya tuan Ares."Ucap Alice.
__ADS_1
Ares turun dari mobil dan menghampiri Ken dan Alice yang sedang bicara.
"Pagi Tuan."Sapa Ken di ikuti Alice dengan anggukan kepala nya dan memposisikan wajah nya untuk menunduk.
Ares menatap Alice yang tertunduk. "Apa kah kau sudah siapkan sarapan untuk ku?." Tanya Ares.
"Sudah tuan."Balas Alice.
"Ken, ayo ikut sarapan bersama ku."Ajak Ares dan Ken menganggukkan kepala nya.
Alice pun berdiri menatap kedua laki-laki itu makan.
"Dia semalam tidur dengan istri nya, dan pagi ini dia datang untuk makan, aku di perlakukan seperti wanita simpanan."Gumam Alice.
Sementara di Rumah Bu Ajeng.
Bu Ajeng duduk untuk sarapan bersama Sora.
"Dimana Ares?." Tanya Bu Ajeng.
"Sudah pergi ma sejak pagi."Ucap Sora tampak sendu.
"Sepagi ini dia sudah pergi?." Bu Ajeng mengeleng-gelengkan kepala nya.
"Mungkin dia banyak kerjaan yang harus dia urus ma."Balas Sora.
__ADS_1
"Ma, nanti siang aku mau keluar bertemu teman, Mama tidak apa kan aku tinggalkan dengan pelayan?".Tanya Sora.
"Tidak apa-apa sayang, Ares tak pernah banyak waktu untuk mu, bersenang-senang lah dengan teman-teman mu."Ucap Bu Ajeng dan Sora mengangguk tersenyum.