
Alice yang tak tahan lagi melihat Ares yang sudah meneguk banyak minuman, lekas masuk ke dalam untuk menghentikan Ares yang kini sudah sangat mabuk.
"Tuan berhenti lah minum, jangan seperti ini."Ucap Alice.
Namun Ares yang sudah tidak sadar memegangi tangan Alice dan mendorong Alice hingga Alice terjatuh, wajah nya terhantuk ujung meja dan membuat nya luka pada tepi mata nya.
"Auw."luka dan darah tampak mengalir dari luka kecil itu. Alice merasa kebas, namun ia lekas berdiri dan mengambil botol minum dan gelas yang di pegang Ares dan menjauhkan nya dari Ares.
Ares yang minuman yang di ambil pun menyandarkan tubuh nya di kursi kerjanya , ia sudah tidak sadar karena terlalu banyak minum.
Alice pun lekas membantu Ares untuk berjalan menuju ke kamar nya yang terletak di sebelah ruangan itu.
"Berat sekali."Ucap Alice yang tergoncang-goncang membopong tubuh Ares yang jalan pun sudah tidak bisa lurus.
Dengan susah payah Alice berusaha, hingga Saat sampai di kamar, Alice mendorong tubu Ares tidur di atas tempat tidur dengan bantuan dorongan ia memperbaiki posisi Ares, dengan nafas yang masih terengah-engah Alice yang melihat diri nya di cermin yang ada di kamar Ares, melihat luka yang mengeluarkan darah. Alice menyentuh dengan jari nya, tapi luka nya terasa sangat sakit.
Namun saat Alice sedang menatap kaca, tiba-tiba Ares muntah dan memuntahkan nya di samping tempat tidur, Dan terkena dress Alice.
"Astaga, Tuan, kau menyusahkan ku saja."Gerutu Alice merasa kesal karena menambah kerjaan untuk nya. namun Ares lansung kembali tertidur kembali.
__ADS_1
Alice pun lekas masuk ke kamar mandi Ares untuk mencuci muka, membersihkan dirinya, dan membersihkan darah yang mengalir di wajah nya, dan juga membersihkan muntahan di lantai karena Ares.
Tak ingin memakai pakaian yang kotor, Alice membuka dan kini tak ada sehelai benang pun menutupi tubuh nya.
Ia mengambil handuk Ares dan mengunakan nya untuk menutupi tubuh nya itu.
Saat ia keluar dari kamar mandi ia melihat wajah Ares tertidur. "Sebenarnya apa yang kamu rasakan Tuan, coba kau cerita pada ku, aku mungkin bisa membantu mu, tidak perlu minum sampai seperti ini, tidak akan menyelesaikan apa-apa."Ucap Alice menatap Ares yang tertidur.
Alice lalu mendekati Ares, membuka kemeja yang di kenakan Ares dan mengantikan nya baju yang lain, karena kemeja ares saat ini sudah sangat bau oleh alkohol.
Saat Alice selesai dan menutupi tubu Ares dengan selimut, dan baru saja akan pergi meninggalkan Ares, tiba-tiba tangan Ares memegangi tangan nya, menarik Alice hingga Alice jatuh di tempat tidur dan lekas di peluk Oleh ares.
"Nyaman sekali."Ucap Alice tersenyum merasakan kehangatan di pelukan Ares.
Alice pun memejamkan mata nya, ikut tertidur lelap
•••
Keesokan harinya.
__ADS_1
Ares terbangun dengan posisi ia memeluk Alice yang kini handuk Yang semalam menutupi tubuh nya terbuka.
Ares menatap Alice yang menghadap nya dengan begitu dekat.
Ares tersenyum, meski di hatinya bertanya-tanya apa yang terjadi semalam, tapi pemandangan pagi membuat Ares tersenyum dan rasanya tak ingin berpaling.
Tanpa Ia sadari junior Ares mulai menegang, tidur sekamar dengan wanita yang cantik dan seksi pasti bisa membuat sesuatu yang di tahan bergejolak.
Saat Ares tanpa sadar mendekati wajah Alice untuk mencium bibir nya yang manis dan mengoda itu, tiba-tiba Ares teringat seseorang saat ia melihat wajah Alice yang tampak polos tanpa riasan.
"Wajah nya sangat familiar, sebenarnya dia siapa."Gumam Ares.
Ares pun lekas bangun, guncangan kecil itu membuat Alice tersadar dalam tidur nya.
"Kau sudah bangun?, Cepat keluar, berani nya kau tidur di tempat tidur ku."Ucap Ares yang kini berdiri di samping tempat tidur.
"Bukan kah dia sendiri yang menarik ku, apa dia tak ingat, tangan nya bahkan berani menyelinap memegangi kedua hak milik ku.'Gumam Alice cemberut saat mengingat semalam.
"Lihat apa?." Tanya Ares.
__ADS_1
"Tidak Tuan, saya akan segera keluar."Ucap Alice dan mencari handuk dari balik selimut.
Profesi nya sebagai wanita malam, tidak membuat Alice merasa malu di lihat oleh Ares tanpa sehelai benang pun, membalutkan handuk ke tubuh nya, sementara Ares hanya mengalihkan pandangan nya dan berjalan masuk ke kamar mandi.