Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
44 - Takut dan Khawatir


__ADS_3

Keesokan harinya.


Alice yang memikirkan semalam yang ia lihat di ponsel Bu Ajeng sangat membuat nya syok, Ia bahkan tak menyangka ada rahasia di dalam ponsel itu.


Saat sampai di rumah Ares, Alice masuk ke dalam kamar dan melihat Bu Ajeng yang masih tertidur di tempat tidur, sejenak memperhatikan nya hingga ia di kagetkan kedatangan Ares.


"Ada apa?, kau memikirkan sesuatu?." Tanya Ares.


"Em Tuan, Tidak, tidak memikirkan apa pun."Ucap Alice dengan cepat.


Alice pun mencoba untuk diam tak membicarakan soal ponsel Bu Ajeng dan bekerja seperti biasa nya.


•••


Siang itu di sebuah cafe.


Sora menemui seseorang suruhan yang ia suruh untuk mencari tahu tentang Alice.


"Apa, pelacur?, kau tak salah kan Jeff."Ucap Sora terkejut.


"Iya, Dia seorang prima Dona di sebuah Club' itu, Ares juga telah menebusnya dengan jumlah yang besar untuk membawanya keluar dari Club itu."Jelas orang itu.

__ADS_1


"Tidak mungkin, Ares tak mungkin melakukan itu."Ucap Sora.


"Sora, kau membayarkan untuk informasi ini, tapi kau meragukan informasi ku, coba kau pulang dan tanyakan pada suami mu itu."Ucap Jeff.


Sora menyandar pada kursi yang ia duduki, ia tampak syok dan tak percaya tentang Alice. "Apa yang telah aku lakukan, aku membiarkan nya datang ke dalam keluarga ku."Ucap Sora dengan suara yang tak bersemangat.


Sora lalu mengambil sebuah Amplop yang ia sudah siapkan, membayar Laki-laki yang bernama Jeff dan akan pergi dari tempat itu.


"Aku pergi dulu."Ucap Sora dam Jeff tersenyum mengangguk.


Sora pulang ke rumah dan mencari Ares di kamar Bu Ajeng, namun hanya menemukan Alice yang tampak tak terheran melihat Sora.


Menatap Alice dengan tatapan tajam dan pergi untuk mencari Ares di ruangan lain.


"Ada apa?."Tanya Ares yang heran melihat sikap Sora.


"Bisa-bisanya kau membawa seorang pelacur datang kerumah ini dan menjaga mama, apa yang kau lakukan?, kau ingin menyimpan nya sebagai simpanan mu dan berkedok sebagai perawat agar kalian bisa selalu berdua."Ucap Sora dengan kesal.


"Apa yang kau bicarakan."Ucap Ares.


"Sudah lah, tak usah pura-pura lagi, aku sudah tahu semua nya, aku menjaga mama siang malam, menunggumu membuka hati untuk ku dan ini yang kau lakukan pada ku?."ucap Sora dan cairan bening tampak mengalir di wajah nya.

__ADS_1


"Kau salah paham, aku hanya menolong nya, aku tak melakukan apa pun pada nya."Ucap Ares.


"Begitu kah?, dengan membeli dia dengan harga yang mahal?"Ucap Sora lagi.


"Sudah berapa kali kau tidur dengan nya?, kau bahkan sangat jarang mau tidur dengan ku, kenapa kau begitu jahat dengan ku Ares."Ucap Sora.


"Aku tak melakukan itu dengan nya."jawab Ares.


"Lalu untuk apa kau menolong nya?." Tanya Sora lagi.


"Bagaimana dia bisa tahu. orang itu, pasti dia yang sudah memberitahu Sora."Batin Ares.


"Kenapa diam?, kau pikir setelah Mama mendengar siapa Alice dan Mama akan senang?."Tanya Sora lagi.


"Jangan beri tahu mama."Ucap Ares.


"Kalau begitu, aku ingin kau keluarkan dia dari rumah ini, putuskan hubungan mu dengan dia, kembali kan dia ketempat dia seharusnya berada, bukan disini, kalau kau masih bersikukuh ingin mempertahankan nya, maka jangan salah kan aku, aku akan beritahu mama soal ini."Ancam Sora.


Sementara di luar ruangan Ares, Alice mendengar semua percakapan kedua nya, karena rasa ingin tahu ada apa dengan sikap Sora yang tak biasa saat melihat nya tadi di kamar.


Alice pun merasa geram karena Sora ingin memecat nya dan mengembalikan diri nya pada Mami Moli. Saat Sora akan berjalan keluar meninggalkan Ares, Alice pun lekas bersembunyi.

__ADS_1


Alice melihat dari cela pintu kalau Ares tampak pusing dan bimbang apa yang harus ia lakukan, Alice pun dengan perasaan takut dan kecewa akan di pulangkan kedunia malam itu berjalan masuk kembali ke kamar.


__ADS_2