Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
58 - Sebenarnya


__ADS_3

Saat Alice keluar untuk mencari Ares, Ken duduk di sofa, di samping Bu Ajeng, menatap wanita itu sejenak lalu mengalihkan pandangan nya ke televisi.


"Nyonya, anak buah saya sudah saya tugaskan untuk mencari tahu lagi tentang Hubungan Sora dengan laki-laki itu, secepatnya saya akan mengabari anda."Ucap Ken dan Bu Ajeng mengangguk kecil.


Ken menatap Bu Ajeng, Kemarin saat Ares saat pergi dengan Sora ke acara ulang tahun pernikahan orang tua dokter Bryan, Ken duduk menemani Bu Ajeng sembari menatap layar monitor nya. tiba-tiba Bu Ajeng yang terbaring di tempat tidur membuka mata nya dan melihat Ken.


Ken melihat dari sorot mata Bu Ajeng yang tak lagi kosong seperti biasa nya pun menghampiri nya.


"Nyonya, anda sudah ingat saya?" Tanya Ken mencoba mengajukan pertanyaan.


"Iya Ken, saya mengenali kamu, jauh sebelum hari ini."Ucap Bu Ajeng.


Ken yang mendengar pun terkejut ternyata Bu Ajeng tidak benar-benar mengalami trauma otak, saat Ken akan menghubungi Ares, Bu Ajeng menahan nya.


"Jangan lakukan itu."Ucap Bu Ajeng membuat Ken tak mengerti.


"Ambilkan ponsel ku di dalam lemari."Ucap Bu Ajeng dan Ken pun menuruti nya.

__ADS_1


Bu Ajeng membuka foto dan memperlihatkan pada Ken, Ken pun terkejut tampak Di foto Sora sedang bersama laki-laki lain.


"Jadi Nyonya tidak sakit?."Tanya Ken.


"Saya sakit, saya juga tidak tahu kapan tepatnya saya sembuh, saya sadar saat wanita yang merawat saya itu menangis tepatnya Minggu lalu."Ucap Bu Ajeng.


"Nyonya, anda harus memberitahu tuan ares soal ini."Ucap Ken.


"Jangan dulu, ada waktu Nya, saya ingin kamu merahasiakan semua ini, hanya kita berdua yang tahu, Tolong coba kembali selidiki Sora dan laki-laki itu, ambil video kemesraan mereka dan baru kamu kirim ke Ares agar dia melihat sendiri kelakuan istri nya seperti apa, saya ingin pasti kan lagi, karena saya masih tidak percaya Sora seperti ini, dia sudah merawat saya dengan baik beberapa tahun ini, tapi saya masih berharap itu hanya kebetulan, bukan perselingkuhan." Ucap Bu Ajeng dengan sedih.


"Lebih cepat lebih baik cari tahu ."Ucap Bu Ajeng.


•••


Di ruangan Ares.


Alice masuk ke dalam ruang itu dengan tergesa-gesah, hingga ia lupa untuk mengetuk pintu ruangan itu.

__ADS_1


Ares yang melihat Alice datang pun menatap wanita itu.


"Tuan, saya ingin bertanya kenapa gaji saya lebih nya begitu banyak, apa tuan salah menghitung?." Tanya Alice.


"Mendapatkan uang lebih kenapa harus bertanya, ambil dan simpan saja."Ketus Ares.


Alice menatap Ares dengan penuh kesedihan. "Tuan, saya tidak mungkin mencintai Dokter Bryan, karena saya sadar kalau saya tidak layak untuk nya, dia mengantar ku karena kami hanya berteman."Ucap Alice menundukkan kepala.


"Cih berteman?, kau percaya dia hanya menganggap mu teman?."Tanya Ares dan Alice mengangguk.


"Karena dia sudah menjadi teman saya selama ini, begitu baik dengan saya."Ucap Alice.


"Apa aku juga tak pantas memiliki teman karena saya seorang pelacur?." Tanya Alice dan membuat wanita itu kembali menangis.


Di balik senyum nya pagi ini, tersimpan kerapuhan hati nya. "Kau memang tidak pantas untuk nya, karena dia tidak bisa melindungi mu dari orang-orang yang menghina mu, kau pantas mendapatkan kebahagian yang kau ingin kan, dan kau pantas untuk di hargai."Ucap Ares.


Alice yang mendengar pun mengangkat kembali kepalannya, Ares berjalan mendekati nya, sejenak saling menatap, Ares menyekat air mata yang sempat mengalir di wajah Alice, melukiskan betapa rapuh nya wanita ini, sebelum akhirnya Ares mendekap wanita itu ke dalam pelukan nya, Alice pun membalas pelukan itu, melingkarkan kedua tangan nya di pinggang nya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Alice, entah kapan baru bisa aku mengatakan pada mu perasaan ini, aku tak bisa memungkiri kalau hatiku sudah jatuh padamu"Batin Ares.


"Tuan terimakasih sudah memberikan kenyamanan ini, meski kadang Anda marah, tapi aku merasa kalau kemarahan mu itu karena kau sayang pada ku."Batin Alice.


__ADS_2