
"Ken, apa kita ada meeting hari ini?." Tanya Ares di sela-sela makannya.
"Ada Tuan, nanti siang sekalian diajak makan siang dengan Tuan Markis"Balas Ken.
"Baiklah, siapkan semua nya, nanti aku akan pergi sendiri ke kantor, tidak usah menunggu ku.."Ujar Ares dan Ken mengangguk.
Ares lalu melihat Dengan sedikit lirikan matanya menatap Alice yang berdiri menunggu nya makan.
Alice pun menghela nafas menunggu seperti sangat membosankan dan juga melelahkan kaki nya.
•••
Setelah Kedua pria itu selesai makan, Ken pun lebih dulu permisi untuk kembali ke kantor, sementara Ares baru akan melangkahkan kaki nya menuju keruangan kerja nya. Mata Alice pun hanya melirik mengikuti langkah Ares yang berlalu, tanpa mengubah posisi berdiri nya saat ini.
Namun tiba-tiba langkah Ares berhenti, dengan cepat Alice mengalihkan pandangan nya dan kembali menunduk, Ares lalu menoleh menatap Alice.
"Bagaimana keadaan mu?." Tanya Ares
"Keadaan?, memang nya saya kenapa Tuan?." Tanya Alice dengan heran.
"Kau lupa?."Tanya Ares mengerutkan kening nya.
"Kau lupa semalam kau ketakutan karena Guntur?." Tanya Ares membuat Mata Alice terbelalak.
"Aku pikir semalam aku bermimpi."Ucap Alice.
__ADS_1
Ares yang mendengarnya menghela nafas, tersenyum kecil karena merasa aneh Alice bisa tak menyadarinya, ares lalu kembali melanjutkan langkah kaki nya pergi menuju ke kamar nya.
"Jadi semalam itu bukan mimpi, aku tidur di pelukan Tuan Ares itu juga nyata."Gumam Alice lagi dan duduk di kursi meja makan.
Alice pun tersenyum memikirkan Tuan Ares yang begitu perduli pada nya, dan mau menjaga nya semalam hingga terlelap. perlakuan Ares semalam membuat Alice tersenyum memikirkannya.
"Tapi kalau benar, bukan kah itu romantis? ."Ucap Alice.
"Beruntung sekali istri nya memiliki suami seperti Tuan Ares, bahkan dia tahan dengan godaan wanita seperti ku."Ucap Alice.
•••
Saat Ares keluar dari ruangan nya saat hari sudah mulai siang, ia mencium aroma kue yang sangat wangi membuat langkah nya menuntun nya ke arah dapur.
Tampak Alice sedang berdiri di depan Oven, menunggu Kue yang ia buat matang.
"Tuan Ares, saya sedang bikin kue Tuan."Balas Alice menundukkan kepala nya.
Ares berdiri di depan nya, mengunakan tangan nya mengangkat dagu Alice, Terlihat wajah Alice yang di tempeli oleh tepung, Alice pun memberanikan diri menatap wajah Ares, ia melihat dengan sangat dekat dan jelas wajah Pria yang menjadikan nya tahanan sementara.
Alice melihat senyuman tipis di bibir tipis Ares, Ares tersenyum melihat wajah Alice yang di penuhi tepung, wanita itu tiba-tiba lalu memejamkan matanya karena berfikir Ares akan mencium nya.
"Kenapa memejamkan mata?."Tanya Ares membuat Kedua mata Alice terbuka lebar kembali.
"Saya Pikir Tuan Ares mau mencium saya."jawab Alice tanpa basa basi.
__ADS_1
"Kau berfikir seperti itu??" Tanya Ares dan Alice menganggukan kepala nya.
"Kau pikir aku mau mencium mu?."Tanya Ares lagi, kembali Alice menganggukan kepala nya.
"Jangan terlalu pede."Ucap Ares.
"Lalu Tuan memegangi saya untuk apa?, bukan kah adegan seperti ini di drama Korea akan di berikan ciuman?" Tanya Alice dengan polos nya.
"Kau terlalu banyak nonton film, aku hanya Melihat wajah mu yang penuh tepung."Ucap Ares lalu melepaskan nya. Alice pun mengunakan telapak tangan nya membersihkan wajah nya.
Alice tersenyum salah tingkah, karena sudah salah sangka.
"Untuk apa membuat kue?." Tanya Ares lagi.
"karena Tuan Ares sudah baik semalam sama saya, jadi saya buatkan kue untuk Tuan Ares."Ucap Alice dan lekas memotong kan kue dan memberikan pada Ares.
"Aku mau ke kantor."Ares menolak.
"Tuan, coba dulu 1."Ucap Alice memaksa
Ares yang di paksa pun lalu mengambil potongan kue itu dan menyuapi ke mulutnya sendiri dengan satu suapan.
"Bagaimana Enak kan?." Tanya Alice dan Ares mengangguk kecil.
"Tunggu sebentar Tuan, saya masukan ke tempat makanan untuk Anda bawa ke kantor."Ucap Alice dan bergegas cepat menyiapkan nya.
__ADS_1
"Ini Tuan, berikan pada sekertaris anda juga."Ucap Alice.
Ares mengambil lalu berjalan keluar dari rumah, ia menaruh tempat kue itu di samping kursi nya, ia melihat nya sejenak sebelum menjalankan mobil itu.