Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
73 - Milikku


__ADS_3

Pagi itu saat Alice datang ke tempat kerja, Ia melihat Ares keluar dari ruangan kerja nya menuju ke kamar nya, Ares tak melihat kedatangan Alice, Alice pun lekas menghampiri Bu Ajeng.


"Selamat pagi Bu."Sapa Alice dengan sopan.


"Pagi Nora, kamu sudah datang." Ucap Bu Ajeng. Alice pun mengangguk.


"Nora, tolong bantuin Ares ya, siapkan pakaian untuk ia kenakan, Saya percaya kamu pandai menyatukan warna yang bagus antara kemeja dan Dasinya."Ucap Bu Ajeng.


"Saya Bu??" Tanya Alice agak ragu untuk mengiyakan, karena takut Ares tak akan menyukai ini.


"Iya, Ares biasanya di bantu Sora, karena sudah tidak ada Sora lagi, sementara kamu yang bantuin dia ya?." Ucap Bu Ajeng.


Alice pun tersenyum kecil dan mengangguk, Ia lalu permisi dari kamar Bu Ajeng menuju ke kamar Ares.


Pintu kamar laki-laki itu terbuka masuk kedalam kamar dengan melangkah perlahan, saat ia masuk ia melihat sekeliling dan tak terlihat ada Ares di di dalam, Namun ia di kejutnya saat Ares keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk, kedua dada nya terlihat besar dan tubuh nya begitu kekar, membuat Alice yang melihat menelan saliva nya , Alice pun menundukkan kepala nya untuk tidak melihat hal yang ada di depan nya, karena takut Ares tidak akan nyaman.


"Sedang apa kmu disini?." Tanya Ares.


"Ibu meminta saya membantu Yuan menyiapkan pakaian, saya akan siapkan Tuan."Ucap Alice dan lekas membuka lemari pakaian Ares.

__ADS_1


Ares pun tersenyum karena ia tahu Ibu nya memberi peluang untuk nya agar dekat dengan Alice, dan membuat Alice melakukan apa yang biasa Sora lakukan untuk nya.


Alice yang memilih kemeja yang bergantung dalam lemari Merasa sangat gugup, kedua jantung nya berdebar membuat Alice merasa keringan dingin karena area yang seperti menatap nya.


"Ada apa dengan ku, kenapa begitu gugup?, Aku tidak biasa seperti ini."Batin Alice.


Saat tangan nya menyentuh dasi yang terlipat rapi, tiba-tiba Ares menyentuh tangan Alice, kedua mata Alice membulat besar terkejut ia tak mengatakan apa pun dan hanya dia mendadak seperti patung.


"Kenapa?, Kenapa begitu lama?, kau sengaja lama-lama agar bisa bersama ku lama-lama?." Tanya Ares mengoda Alice.


"Tidak!" Balas Alice dengan cepat dan menarik tangan nya dan seketika terlepas dari tangan Ares. Ares pun lagi-lagi tersenyum nakal.


Ares lalu mendekatkan wajah nya di samping wajah Alice ,memeluk wanita itu dari belakang, Jantung Alice yang berdebar sejak tadi, semakin tidak karuan ketika Ares mencium leher nya dengan lembut. Alice pun memejamkan mata nya menikmati hal itu. kelembutan yang biasa nya ia kadang dapatkan saat ia menjadi wanita malam, meski sangat jarang, namun itu membuat Alice bergairah.


Ares berjalan pergi sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Tuan!."Ucap Alice memberikan pakaian Ares, sembari menatap ketidakadilan Ares pada nya.


Beberapa kali Ares membuat nya bergairah, tapi begitu saja di tinggal beberapa kali dan sekarang terjadi lagi.

__ADS_1


"Kenapa kau cemberut?." Tanya Ares sembari memakai kemeja nya .


Alice menatap Ares sejenak, sembari mengumpulkan keberanian nya untuk berbicara.


"Tuan, Anda beberapa kali menyentuh saya, tapi anda tak mengajak saya melakukan nya, Jujur saja saya menginginkan nya ketika anda menyentuh saya."Ucap Alice.


"Jadi kau mau ?."Tanya Ares, Alice mengangguk ragu.


"Tunggu sampai kau benar-benar menjadi milikku."Ucap Ares.


Lagi-lagi Ares membuat nya kaget. "Maksud nya Tuan?." Tanya Alice.


"Nanti kita akan bicarakan lagi, sekarang katakan kenapa kau pulang dengan laki-laki yang sudah menyakiti mu?." Tanya Ares.


"Itu. tapi Tuan Harus menjawab pertanyaan ku dulu." Balas Alice dengan cepat.


"Nanti malam, kau tidak boleh pulang, menginaplah disini kalau kau ingin tahu jawaban nya."Balas Ares tersenyum.


"Aku pergi dulu."Ucap Ares dan mencium kening Alice sebelum keluar dari kamar.

__ADS_1


Sementara alice masih terdiam mematung di dalam kamar.


"Tuan Ares, kau membuat ku penasaran."Batin Alice cemberut.


__ADS_2