Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
56 - Mencoba Melupakan


__ADS_3

Bryan berjalan untuk masuk kembali ke gedung acara, namun pikiran nya masih memikirkan Alice, tak dapat di tepis Bryan kalau ia sudah jatuh hati pada wanita itu.


Kembali ia teringat, saat ia menanyakan tentang pekerjaan Alice dan Alice menjawab nya dengan jawaban yang menyimpan tanya.


"Kau tidak akan suka saat tahu perkerjaan ku." ucapan itu yang di ingat oleh Bryan dan kini di mengerti.


Mark yang melihat Bryan masuk ke dalam gedung dari arah luar pun mengerutkan dahi nya, ia bahkan sejak tadi menunggu Alice keluar, namun tak kunjung melihat Alice keluar.


"Dokter Bryan, mana pacar anda??" Tanya Mark.


"Sudah pulang Tuan Mark, saya permisi dulu."Balas Bryan dengan tidak bersemangat.


"Pulang?." Mark melihat sekitaran dan tak melihat ada Ares, ia pun menduga kalau Alice pulang dengan Ares.


"Maafkan aku Alice, aku yang memberitahu orang tua Bryan, karena aku tak tahan melihat kemesraan mu dengan laki-laki lain, kau pasti sangat sedih sekarang ini."Batin Mark.


•••


Sementara di mobil.


Alice tampak menangis menatap keluar jendela, Ares pun menghela nafas melihat Alice yang menangis.


"Berhentilah menangis, untuk apa menangisi mereka yang tak bisa menghargai mu."Bentak Ares namun sebenarnya ia tak ingin melihat Alice bersedih.


"Tapi aku memang pantas untuk tidak di hargai, hanya dengan menangis aku bisa merasa lega tuan, biarkan saya menangis malam ini."Ucap Alice.


"Aku tak mengerti kenapa perempuan selalu menangis saat di hina, bukannya melawan."Balas Ares.


Alice pun hanya diam saja dan meneruskan menangis memikirkan hinaan di pesta ulang tahun pernikahan orang tua dokter Bryan.

__ADS_1


Saat mobil Ares sampai di depan rumah Alice, Ares turun untuk membukakan pintu mobil bagi Alice.


"Tuan, Terima kasih untuk malam ini."Ucap Alice, Namun Ares tak membalas nya, hanya memandangi nya saja.


Alice lalu berjalan masuk dengan tak bersemangat, dengan kesedihan yang ada di dalam hatinya, Ares hanya bisa berdiri di samping mobil dan memandangi punggung wanita itu yang berjalan masuk. Cantika yang melihat kakak nya menangis pun menghampiri Kakak nya.


"Kak Nora kenapa?."Tanya Cantika.


Cantika juga melihat dari jendela dan tampak bukan Bryan yang mengantar kakak nya pulang.


"Ibu sudah tidur??" Tanya Alice dan cantika mengangguk.


"Kakak Nora gak apa-apa?, kenapa pulang dengan Tuan Ares?." Tanya Cantika.


Alice lalu memeluk adik nya itu dan menangis tanpa suara, agar tak membuat ibu nya terbangun.


"Gak apa-apa."Balas Alice yang tak sanggup menceritakan apa yang tadi telah terjadi.


Alice pun berbaring dengan masih memakai dress nya, Cantika menutupi nya dengan selimut. Alice menutup mata nya, Cantika pun menatap kakak nya dengan Iba, lalu ia keluar dan membiarkan Alice untuk beristirahat.


Sementara ares mendapatkan telefon dari Sora setelah sadar Ares menghilang. Ares pun lekas menuju kembali ke tempat acara yang sebenarnya gak ingin lagi ia datangi karena sudah menyakiti Alice.


"Ares, tadi kamu kemana?." Tanya Sora saat sudah berada di mobil bersama Ares.


"Aku bosan, jadi aku cari angin."Balas Ares.


"Oh begitu, pesta nya meriah ya."Ucap Sora lagi, namun Ares tak membalas nya.


•••

__ADS_1


Keesokan harinya.


Alice keluar dari kamar, kembali pada dirinya lagi yang ceria.


Cantika yang melihat kakak nya menyapa ibu nya dengan semangat seperti biasa pun tersenyum.


"Kakak udah gak sedih lagi?." Tanya Cantika dengan pelan.


"Cantika, Kakak hanya cenggeng sesaat, nanti juga berlalu, jadi jangan khawatirkan kakak."Ucap Alice tersenyum.


"Tapi sebenarnya kakak pasti masih sedih."Batin Cantika.


•••


Saat Alice baru akan berangkat bekerja dan membuka pintu, Bryan tampak sudah berdiri di depan pintu, membuat Alice sedikit gugup.


"Selamat pagi Nora."Sapa Bryan. Alice pun mengangguk kecil dan mencoba tersenyum seolah tak terjadi apa-apa.


"Nora soal semalam, aku benar-benar minta maaf."Ucap Bryan.


"Shuutttt dokter sudah lah, tidak usah di bahas lagi, seharus nya saya tidak terlalu baper kemarin, hinaan seperti itu sebenarnya sudah biasa saya terima dulu."Ucap Alice.


"Maaf."Bryan tak bisa mengatakan apa pun selain kata maaf.


"bukan salah dokter."Balas Alice.


"Kita masih teman kan??" Tanya Bryan.


"Tentu."Balas Alice.

__ADS_1


"Kalau begitu, izinkan aku mengantarmu ketempat kerja mu Nora."Balas Bryan. sejenak Alice berfikir sebelum ia mengangguk setuju.


Perjalanan menuju ke rumah Ares, tak ada percakapan di antara Bryan dan Alice, kecanggungan tercipta di antara mereka, hingga saat mobil Bryan sampai pun, Alice hanya mengucapkan terima kasih pada Bryan, Bryan tersenyum dan mengangguk kecil.


__ADS_2