Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
62 - Kambing Hitam


__ADS_3

Ken Yang sedang menuju ke rumah Ares untuk menemui Bu Ajeng sekaligus menjemput Ares ke kantor, tiba-tiba mendengar ponsel nya berbunyi. Ken sejenak melihat nomor yang tidak ia kenal menghubungi nya.


"Hallo."Ken menjawab telefon sembari fokus pada setiran mobil ny.


"Tuan, saya minta maaf menganggu anda pagi-pagi, saya hanya ingin bertanya keberadaan kakak saya karena ia tidak pulang sejak semalam."Ucap cantika.


Ken yang tidak tahu siapa yang menghubunginya pun nyakin setelah mendengar pertanyaan itu, kalau ini pasti dari Adiknya Alice.


"kenapa dia tidak pulang?, kau sudah coba menghubungi ponsel nya?"tanya Ken.


"Sudah, tapi tidak diangkat."Balas cantika.


"Nanti saya kabari lagi."Balas Ken.


Saat baru saja mematikan sambungan telefon, Tiba-tiba mobil Ken di hampiri sebuah Mobil yang tampak mencurigakan, Ken pun menoleh dan melihat beberapa Preman sedang mengikuti nya.


"Siapa mereka??" Batin Ken.


"Jangan-Jangan suruhan Nona Sora, ap dia tahu, aku akan memberikan bukti terbaru yang sudah aku dapat untuk Tuan Ares?, tapi dari mana ia tahu."pikir Ken.


Ken pun mencoba melarikan diri dengan mobil nya untuk menghindari kejaran orang-orang itu.


Sementara di tempat Alice terkurung, ia masih menangis dan masih mencoba untuk melepaskan ikatan nya untuk segera menyelamatkan dirinya.

__ADS_1


"Semoga sekertaris Ken tidak apa-apa, maafkan saya sekertaris Ken, saya tidak ada pilihan lain, kalau saya mengatakan saya mengambil foto itu dari Bu Ajeng , maka Bu Ajeng pasti akan dalam bahaya." Batin Alice.


Saat Ia mengatakan akan memberitahu siapa yang selama ini mencari tahu tentang hubungan mereka, Alice menyebut nama Ken untuk menyelamatkan Bu Ajeng.


•••


Sementara saat Ares baru saja masuk ke kamar Bu Ajeng, ia melihat Sora tampak sedang merapikan tempat tidur Mertua nya itu.


"Sora, kamu sedang apa disini?, mana Alice?." Tanya Ares.


"Tidak tahu, sejak pagi belum datang, mungkin dia akan terlambat."Ucap Sora. wanita itu tersenyum dan berjalan menghampiri Ares, memegangi dasi nya dan merapikan nya.


Ares yang di tatap seperti itu pun menghindari Sora.


Sora yang mendengar Ares akan menghubungi Ken pun leka kembali mengambil perhatian nya. Sora berjalan dan pura-pura terjatuh dan itu di lihat oleh Bu Ajeng yang duduk di kursi roda.


"Wanita macam apa kamu ini, penuh ke pura-puraan."Ucap Bu Ajeng dalam hati.


"Alice belum datang, saya nyakin pasti ini ulah Sora, jadi ini maksud percakapan di telefon dia dengan seseorang semalam, semoga kamu baik-baik saja Alice."Gumam Bu Ajeng.


"Auhhhhh."Sora merintih dan duduk di lantai, Ares membalikn badan dan menghampiri Sora.


"Ada apa?, kau baik-baik saj?." Tanya Ares sembari ia berjongkok di hadapan Sora.

__ADS_1


"Kaki ku terkilir."Ucap Sora.


"Ayo, aku bawa kamu ke kamar, Nanti Pelayan akan menemani mama."Ucap Ares dan Sora mengangguk.


Saat Ares membopong Sora ke kamar, Bu Ajeng lekas menghampiri lemari pakaian nya dan menghubungi Ken, Ken yang sedang mencoba melarikan diri dengan cepat mengangkat telefon.


"Nyonya, saya di kejar oleh orang, seperti nya suruhan Nona Sora."Ucap Ken dengan cepat.


"Kau sudah dapat bukti nya?, apa Sora benar-benar berselingkuh." Tanya Bu Ajeng.


"Iya Nyonya, Nona Sora memiliki selingkuhan."Ucap Ken.


Bu Ajeng menghela nafas kekecewaan.


"Ken, berusahalah melarikan diri, Kirim bukti itu ke ponsel Ares, mereka pasti menginginkan sesuatu dari kamu."Ucap Bu Ajeng.


"Baik Nyonya."Balas Ken.


Saat Ken akan mengirim foto dan Video Sora dengan Jeff, ia tampak kesulitan mengirim, hingga terpaksa ia harus mencari tempat untuk berhenti agar ia bisa mengirim pesan.


Saat merasa jarak ia dan para penjahat itu agak Jauh, ia pun menepikan dan mengirim Video dan foto itu pada ares, namun Bru akan mengirim, Para penjahat sudah ada di depan menghadang mobil nya.


kaca mobil Ken di pecahkan dan memaksa laki-laki itu untuk keluar, jalanan yang sepi membuat Ken pun di pukul habis-habisan oleh mereka.

__ADS_1


__ADS_2