
Pagi itu.
Sora yang berada di sebrang jalan rumah Ares, di dalam mobil ia melihat Bu Ajeng dan Alice sedang berjemur sembari dan mengobrol.
"Mama, bisa-bisa nya mama melupakan ku secepat itu dan malah menerima wanita malam itu sebagai istri nya Ares. lalu apa beda nya kesalahan ku dan wanita itu."Batin Sora kesal.
Mata nya lalu melihat Ares berjalan menghampiri kedua nya. tiba-tiba Ponsel Sora berbunyi ia pun merasa risih dan melihat Jeff menghubungi nya.
"Bisakah kau jangan menganggu ku terus!." Ketus Sora.
"Hei, kenapa marah-marah begitu, kau semalam tidak pulang, kau kemana?." Tanya Jeff.
"Dengar Jeff, aku tak mau melihat mu kalau kau tak bisa membantu ku membalaskan dendam ku pada Ares dan wanita sialan itu, aku tak mau mengenalmu."Ucap Sora dengan nada tinggi.
"Wah, jadi kau bukan hanya ingin menyingkirkan wanita itu, tapi juga Ares?." Tanya Jeff tersenyum tak percaya.
"Iya, dia sudah menyakiti perasaan ku, dia sudah membuang ku, dia bahkan tak mengingat siapa yang sudah merawat kedua tua Bangka itu selama bertahun-tahun, aku hanya ingin dia hancur seperti perasaan ku saat ini."Ucap Sora dengan kesal. Sora lalu mematikan sambungan telefon setelah puas berkata-kata mengeluarkan isi hati nya.
Sora lalu menjalankan mobil nya kembali karena tak ingin melihat pemandangan yang menjijikan bagi nya.
•••
Malam Itu.
Alice duduk di kamar nya, duduk di dekat jendela untuk melihat langit-langit malam.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Cantika mengetuk pintu kamar Alice lalu membuka nya.
"Cantika, Sini Sayang." ucap Alice.
Cantika pun duduk di samping kakak nya.
"Kakak aku lihat sangat bahagia setelah bersama Kak Ares."Ucap Cantika.
"Iya Cantika, Kakak merasa sangat bahagia, karena tuan Ares sangat baik dan sayang sama kakak, Bu Ajeng juga baik."Ucap Alice.
"Karena kakak juga baik, makanya hari baik selalu ada untuk kakak."Saut Cantika.
"Kamu bisa aja sih, oh iya, gimana Ujian kamu?." Balas Alice.
"Udah selesai kak, semoga aja lulus."Ucap Cantika.
"Pasti lulus dong, kamu kan pintar."Balas Alice. Cantika tersenyum.
"Belum kak, kayak mya aku bakal kerja aja dech kak."Balas Cantik.
"Kenapa?, kuliah dong, jangan pikirkan soal biaya, kan masih ada kakak, kakak tuh udah nabung khusus untuk kuliah kamu di bank, kamu juga tahu kan."Ucap Alice.
"Iya kak, makasih ya kak, karena kakak aku bisa selesaikan sekolah aku."Ucap Cantika.
"Iya sayang."Balas Alice. di tengah obrolan Alice dan Cantika, ponsel Alice berbunyi, ia tersenyum saat Melihat Ares yang menghubungi nya.
"Siapa kak?." Tanya Alice.
"Kak Ares."Balas Alice.
"Cie di telefon pacar, kalau gitu aku keluar dulu ya kak."Ucap Cantik dan Alice mengangguk.
__ADS_1
•••
"Hallo Sayang."
"Kau sedang apa?." Tanya Ares.
"Aku sedang telefonan sama pacar aku."Balas Alice tersenyum.
"Aku ada kabar bahagia."Ucap Ares
"Apa?." Tanya Alice antusias.
"Aku dan Sora sudah resmi bercerai, sekarang aku sudah siap untuk menikahi mu "Tutur Ares.
"Benarkah?, aku pikir masih akan lama."Balas Alice.
"Semoga pernikahan kita berjalan dengan lancar ya."Ucap Alice lagi.
"Iya sayang, I Love you."Ucap Ares
"I Love You Too."Balas Alice tersenyum.
Di tempat lain.
Sora sedang minum-minum di bar setelah pengadilan mengabulkan permintaan perceraian yang di ajukan Ares.
Jeff yang datang menghampiri Sora melihat wanita yang ia cintai itu mabuk berat.
"Sora, ayo pulang, kau sudah terlalu mabuk." Ajak Jeff.
"Jangan, jangan dekat-dekat dengan aku, aku benci kamu Jeff, kau dan Ares sama saja, brenggsek."Ucap Sora sudah tidak bergitu sadar dengan apa yang di ucapkan.
__ADS_1
Jeff melihat Sora ia menghela nafas, lalu mengendong Sora dengan paksa untuk pulang, sora yang sudah mabuk berat pun tidak bisa menepis dan hanya mengoceh pada Jeff.