
Tanpa Alice sadari Ares melihat ia datang dengan Bryan, ia pun mengepalkan tangan nya dan masuk ke dalam rumah, menunjukan ketidak sukaan nya melihat Alice yang masih saja ingin jalan dengan pria yang sudah menginjak harga diri nya semalam.
"Selamat pagi Tuan."Sapa Alice saat berpapasan dengan Ares. tapi Ares mengacuhkan nya dan bahkan tak ingin melihat wajah Alice.
"Ada apa dengan Tuan Ares?, apa dia marah dengan ku, tapi aku salah apa?." Pikir alice.
Alice pun masuk ke dalam kamar Bu Ajeng, menyapa Bu Ajeng dengan senyuman nya. "Selamat pagi Bu, saya siapkan air panas dulu ya untuk mandi " Sapa Alice dengan senyuman nya.
Setelah ia selesai menyiapkan Bu Ajeng, Alice pun mengajak Bu Ajeng untuk sekedar berjemur. Alice pun lagi-lagi menceritakan apa yang ia alami pada Bu Ajeng, merasa Bu Ajeng tempat obrolan yang tepat untuk nya, tidak menjawab nya, tidak memprotesnya, seolah menjadi pendengar yang baik.
"Kalau Ibu sembuh, saya janji, giliran saya yang akan mendengarkan cerita Bu Ajeng." Ucap Alice.
Ares lalu datang menghampiri kedua nya, Alice yang melihat laki-laki yang berjalan mendekati nya pun tersenyum, namun Ares mengacuhkan nya dan menghampiri Ibu nya.
"Ma, Ares berangkat dulu."Pamit laki-laki itu dan mencium kening ibu nya.
__ADS_1
"Tuan."Panggil Alice saat Ares akan pergi, dan menghentikan langkah laki-laki itu.
"Anda marah sama saya?." Tanya Alice.
Ares lalu membalikan tubuh nya menatap Alice. "Menurutmu?."Tanya Ares membuat Alice tak mengerti.
"Jangan bicara dengan ku kalau kau masih berhubungan baik dengan laki-laki itu, apa cinta membuat mu buta apa yang telah di lakukan keluarga nya padamu semalam."Ucap Ares dengan tegas.
Alice pun menatap Ares yang tak biasa bersikap begitu tegas dan keras pada nya, Alice terdiam sedih, Ares pun lekas berlalu pergi dengan kesal nya setelah melihat Alice terdiam sedih.
Dari kejauhan, Sora melihat Ares seperti memarahi Alice, tapi ia tak tahu dan tak mendengar karena posisi nya sangat jauh.
"Kalau wanita itu benar punya hubungan spesial dengan Ares, aku akan membuat nya lebih menyesal dari ini."Ucap Sora berbicara sendiri.
•••
__ADS_1
Sore itu Ares kembali dari kantor bersama Dengan Ken. Ares masih marah pada Alice karena tadi pagi yang ia lihat, hari ini Ares bahkan tak konsen saat meeting karena memikirkan Alice.
Saat Alice sedang duduk menyuapi Bu Ajeng makan malam, Ken masuk ke dalam dengan sebuah Amplop di tangan nya.
"Sekertaris Ken."Sapa Alice sembari menganggukan kepala nya dengan sopan.
"Nona, ini gaji anda bulan ini."Ucap Ken dan memberikan amplop pada Alice.
Alice melihat gaji nya dan menghitungnya dengan senang, bukan karena ia tak percaya jumlah nya, tapi memang ia senang menghitung. Kening Alice berkerut saat ia menghitung gajinya lebih dari yang di bilang oleh Ares.
"Tuan, seperti nya uang nya kelebihan."Ucap Alice.
"Kalau itu, anda perlu tanyakan pada Tuan Ares sendiri Nona."Ucap Ken.
Alice mengangguk. "Titip Bu Ajeng Tuan, saya akan segera kembali."Kata Alice dan Ken mengangguk.
__ADS_1
Alice pun lekas keluar untuk ke ruangan Ares, untuk bertanya kelebihan gaji nya yang di berikan Area untuk nya.