Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
28 - Bimbang


__ADS_3

Di rumah Alice merasa gelisah karena bertanya-tanya kemana Ares berada, ia sangat takut karena nanti perjanjian nya dengan Mami Moli akan berantakan kalau Ares sampai mengatakan ketidak puasanya pada bos club' malam itu.


"Tuan Ares, anda dimana, anda membuat saya dalam masalah kalau anda seperti ini."Batin Alice.


"Aku juga tak mau menjadi wanita mu, yang kau kurung terus seperti ini, aku ingin pulang, aku merindukan Adik dan Ibu ku."Batin Alice.


Kedua kaki nya tak bisa berhenti bergerak, ia merasa gelisah saat ia duduk, ia terus melangkah bolak-balik seperti setrika memikirkan Ares yang sampai sesore ini masih belum juga kembali.


Alice lalu melirik ke Meja makan, melihat makan malam yang sudah ia siapkan untuk Ares.


Sementara di tempat lain.


Ares menemani Bu Ajeng di rumah sakit, ia terus menatap ibu tersayang nya itu sembari sesekali ia mengajak wanita tua itu berbicara.


"Tuan, Apa anda tidak ingin mencari makan dulu?."Tanya Ken pada Ares.


"Tidak, aku tidak lapar."Balas Ares.


"Tapi anda harus beristirahat Tuan, bagaimana kalau anda sakit, anda tak akan bisa menjaga Ibu anda."Ucap Ken menasehati Ares yang sejak kembali dari pertemuan nya dengan Mami Moli ia hanya duduk di samping ibu nya berharap ia bisa segera sadar.

__ADS_1


"Saya akan disini menjaga Ibu anda Tuan."Ucap Ken.


Ares melihat Ken, lalu ia mengangguk tanda mengiyakan, ia akan segera pulang.


"Aku pulang dulu, kabari aku kalau ada perkembangan."Ucap Ares dan Ken Mengangguk kan kepala nya.


•••


Ares pun masuk ke dalam mobil, namun ia tak lansung menjalankan mobil nya, ia memikirkan kemana ia akan pergi sekarang ini. entah sudah sejak kapan perasaan itu ada hingga membuat hati Ares menetap pilihan pulang ke rumah ibu nya dimana disana sudah ada Sora atau pulang ke rumah nya yang ada keberadaan Alice.


Ares lalu menjalankan mobil nya untuk menuju pulang, sementara Ken yang menjaga Bu Ajeng tiba-tiba mendapatkan telefon dari Sora.


"Iya Nona?." Ken menjawab telefon nya.


"Tidak Nona, Tuan Ares sudah pulang."Ucap Ken.


"Pulang?,Sejak kapan?." Tanya Sora.


Ken melihat jam di pergelangan tangan nya. "15 menit yang lalu "Balas Ken.

__ADS_1


"Oh begitu, baik lah. bagaimana keadaan Mama?." Tanya Sora lagi.


"Masih sama Nona, tidak ada perubahan."Ucap Ken.


"Baiklah, aku tutup dulu."Ucap Sora.


Setelah sambungan nya terputus, Sora yang sedang duduk di atas sofa lekas berdiri, melihat diri nya di cermin, agar saat Ares kembali tidak ada yang salah pada penampilan nya.


Sementara di rumah Alice tertidur karena menunggu Ares yang tak kunjung datang.


Mobil Ares berhenti tepat di depan rumah nya, ia menatap rumah itu. "Kenapa aku malah sangat ingin kesini, ada apa dengan perasaan ku, aku pasti sudah gila."Ucap Ares menyadarkan tubuh nya di sandaran kursi mobil sembari kedua tangan nya memegangi setir mobil.


Ares lalu turun dan masuk ke dalam rumah, melihat Alice sedang tertidur di sofa, Ares mengeleng-gelengkan kepala nya dengan wajah datar nya, ia lalu mengendong Alice untuk membawanya ke kamar, Alice yang lelah dan terlelap tak menyadari itu, hingga saat Ares akan menaiki tangga, Kedua mata Alice terbuka dan terkejut saat melihat Ares sedang mengendong nya.


"Tuan."Ucap Alice terkejut.


Ares mengurungkan niat nya untuk menariki tangga, menurunkan Alice dengan kasar, hingga tidak siap berdiri dengan tegap Alice terjatuh dan terduduk di lantai.


"Auw Sakit..."Ucap Alice memegangi pinggang nya.

__ADS_1


"Berdiri!." Ucap Ares.


Alice pun lekas berdiri sembari menahan rasa sakit nya.


__ADS_2