Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
67 - Khawatir


__ADS_3

Saat Bu Alice Sedang berbicara dengan Bu Ajeng, tiba-tiba Ares datang membuat Alice menundukkan kepala nya tak berani menatap Ares.


"Untuk apa masih disini?, bukan kah aku sudah menyuruh mu untuk pulang?."Tanya Ares.


"Ares, Mama yang meminta Nora untuk datang. dia kan masih bekerja untuk merawat mama."Ucap Bu Ajeng.


"Ma, nanti aku akan cari orang lain." ucap Ares.


"Tidak, mama mau sama dia saja, bukan nya kamu waktu masukin dia juga berbohong dengan Sora, kamu bela-belain bawa dia kesini untuk jaga mama, Kenapa malah sekarang kamu ingin dia pergi."Ucap Bu Ajeng dengan sedikit senyuman tipis di wajah nya.


Ares yang mendengar mengerutkan dahi nya, tak mengerti dari mana ibunya tahu.


"Mama kenapa bisa tahu semua itu??" Tanya Ares.


"Sudah lah Res, itu tidak penting, sekarang katakan bagaimana keadaan Ken?, apa yang memukuli nya sudah tertangkap?" Saut Bu Ajeng. sembari menanyakan kondisi Ken yang sejak tadi menjadi beban di pikiran nya.

__ADS_1


Alice yang mendengar Ken di pukuli orang pun terkejut, krena ia tahu, ini semua karena ulah nya.


"Belum sadarkan diri ma, nanti aku akan kembali ke rumah sakit menemuinya."Ucap Ares.


"Oh ya sudah, pergi lah, Ken sedang membutuhkan kamu, Mama akan di temani Alice malam ini."Ucap Bu Ajeng.


Ares memandangi Alice yang terdiam tak berani mengangkat wajah nya, ia lalu menghela nafas, kembali menatap Ibunya dan mengangguk.


"Aku ke kamar dulu ma."Ucap Ares.


"Astaga, gara-gara aku berbohong ke penjahat itu, sekertaris Ken jadi seperti itu, ya ampun kasihan dia, maafkan saya sekertaris Ken, semoga keadaan kamu segera pulih."Batin Alice.


Saat Ares sedang mengganti baju, ia melihat kalau lemari baju Sora sudah kosong, yang mengartikan kalau wanita itu sudah pergi. merasa ada kelegaan tersendiri bagi Ares, karena ia bisa berpisah dengan wanita yang ia tidak cintai. tapi ada ras bersalah nya juga, karena ia terlalu mencueki Sora, hingga membuat Sora berfikir untuk berselingkuh untuk mendapatkan kehangatan seorang laki-laki.


ketukan pintu mengalihkan pandangan Ares. "Masuk saja."Ucap Ares, mempersilakan siapa pun yang mengetuk pintu untuk masuk.

__ADS_1


Alice pun tampak memasuki kamar Ares, membuat Ares memutar bola matanya dengan malas dan menghela nafas berat.


"Tuan saya minta maaf karena saya tidak jujur pada anda, tapi saya melakukan itu karena saya memiliki alasan."Ucap Alice.


"Aku tak mau mendengar alasan apa pun lagi dari, sekarang keluar lah kalau kau masih mau bekerja disini."Ucap Ares.


"Baiklah, kalau anda tak ingin mendengarkan penjelasan saya Tuan, tapi Izinkan saya bertemu dengan sekertaris Ken."Ucap Alice.


Ares pun memandangi Alice sejenak. "Kau mengkhawatirkan nya??" Tanya Ares dan Alice mengangguk.


Ares terkekeh namun Kekehan nya itu hanya ejekan tak percaya dengan apa yang dia dengar, Alice mengiyakan kalau Ia khawatir dengan Ken.


"Kau bisa bertemu dengan nya saat ia pulih, sekarang, ke kamar ibu ku dan temani dia, kalau kau masih berkata-kata lagi aku akan mengembalikan mu pada Mami Moli."Ucap Ares dengan ancaman.


Mendengar itu, Alice pun merasa sedih karena Ares bisa-bisa nya mengatakan hal seperti itu pada nya, Ia lalu keluar dari kamar Ares tanpa mengatakan apapun lagi.

__ADS_1


Ares yang sedang memegang pakaian nya, membanting pakaian itu ke lantai dengan kesal nya.


"Mengkhawatirkan Ken?, Dia menyukai nya?, Aku tak percaya ini."Ucap Ares sembari duduk ia di tepi tempat tidur


__ADS_2