Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
87 - Menyesakkan


__ADS_3

Air mata terkuras habis, namun semua tak bisa mengembalikan Alice ke dalam pangkuan nya, kehilangan anak yang baru saja Tuhan titipkan di perut istri nya, namun kembali di ambil saat ia baru mengetahui nya, bahkan Tuhan menambah duka di hati nya ketika wanita yang di cintai juga di panggil kembali pada sang pencipta.


Ares tertunduk di samping makam Istri nya dalam kesedihan yang teramat menyesakkan. tak ingin berpaling Ares di tepi kuburan Alice yang masih merah da di penuhi oleh bunga-bunga kedukaan Ares meratapi dan merasakan kesedihan yang tak ternilaikan.


"Maafkan Aku sayang, Semua karena aku, seharus nya Kita pergi bersama, kenapa kau meninggalkan ku sendiri disini."Gumam Ares merasa sendirian.


Baru saja Beberapa hari yang lalu mereka membicarakan bulan madu, membicarakan perjalanan yang akan segera mereka lakukan, namun Tuhan berkehendak lain.


Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pundak Ares, sedikit terkejut Ares mengangkat kepala nya untuk melihat. ternyata Itu sahabat nya Herry dan Will.


"Res, ayo kita pulang, jangan sedih terus di sini, Nora tak akan bahagia melihat keadaan mu seperti ini." Ajak Herry.


Ares membuang nafas berat, ia menganggukan kepala nya lalu kembali duduk di kursi roda nya, didorong oleh Herry keluar dari pemakaman Itu.


Perasaan Ares saat ini tak dapat lagi di nilai betapa hancur nya diri nya saat ini.


Saat di jalan.


Ares meminta Herry untuk membawa nya ke rumah mertua nya setelah ia mendapatkan pesan singkat dari Cantika.


Setelah beberapa saat Mereka pun sampai dan memasuki rumah Baru yang di belikan Ares untuk Keluarga Alice sebagai hadiah.


"Kak, sini kak." Ajak Cantika. Cantika melihat raut wajah sedih kakak ipar nya itu.

__ADS_1


"Ada apa Cantika?." Tanya Ares.


Ares lalu di dorong kursi roda nya oleh Herry mengikuti Cantika ke sebuah kamar.


"Kak, Ini kado untuk Kak Ares, kak Nora rencana memberikan nya saat ulang tahun kakak Minggu depan, tapi aku pikir untuk berikan ke kakak sekarang saja."Cantika memberikan sebuah kotak kado untuk Ares.


Dengan tangan bergetar dan Kedua mata memerah Ares menerima kado itu.


"Ini siapa?." Tanya Herry saat mata nya melihat sebuah bingkai foto dan terlihat seorang wanita berkaca mata.


Belum sempat Ares membuka ia pun ikut teralihkan perhatian nya pada pertanyaan Herry.


"Itu kak Nora waktu masih SMA."Ucap Cantika, kedua mata nya kembali memerah saat menyebut nama kakak nya, namun ia mencoba menahan nya.


Herry memberikan pada Ares foto Itu, Ares pun seketika teringat pada sosok wanita yang selama ini ia cari.


"Herry, Will, aku ternyata sudah menemukan nya, tapi aku kehilangan nya lagi."Ucap Ares dengan suara yang bergetar dan tak bersemangat lagi.


Herry dan Will pun saling melihat, mereka bisa melihat betapa hancur nya Ares saat ini.


"Sabar Res." ucap Will.


•••

__ADS_1


Setelah dari rumah mertua nya itu.


Ares kembali ke rumah, duduk di ruangan kerja nya bersama kedua sahabat nya yang masih ingin menemani nya.


"Kalian sebaiknya pulang saja, aku ingin sendiri."Ucap Ares datar.


"Tidak Res, kita akan tetap disini sama-sama Kamu."Ucap Herry dan di Angguki will.


"Kau harus menerima nya Res, kau harus bangkit, kau harus ingat pesan terakhir Nora pada mu, dia meminta mu menjaga adik dan ibu nya, terlebih kau masih memiliki Tante Ajeng yang membutuhkan mu."Ucap Herry.


Ares pun tercenung sesaat, tiba-tiba Ponsel nya berbunyi dan lekas ia mengangkat nya.


"Ada apa Ken?."


"Siapa orang nya?."


"Apa?." Ares lalu mematikan sambungan telefon nya dengan kesal.


"Ada apa Res?." tanya Herry


"Seharus nya aku mendengarkan mu Her." Ucap Ares membuat Herry mengerutkan dahinya tak mengerti.


"Ternyata kau benar, Sora dan Kekasihnya penyebab semua ini, seharus nya aku mendengarkan mu, mungkin Nora masih bersama-sama dengan ku."Ucap Ares.

__ADS_1


"Sora yang melakukan ini?."


"Sudah ku duga, dia pasti biang rem mu blong."Ucap Herry.


__ADS_2