Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
64 - DiUsir


__ADS_3

"Apa ini Sora?, Kau berselingkuh dengan laki-laki ini?."Tanya Ares.


"Res, aku tak sengaja melakukan nya, maafkan aku Res."Sora lekas menghampiri Ares, memegang tangan Ares. namun dengan cepat Ares menepis tangan nya.


Sora yang tangan nya di tepis Ares hanya bisa tertunduk diam menatap telapak tangan nya sendiri, sembari menelan Saliva nya.


"Kau bilang ini tak sengaja, aku benar-benar tak mengerti apa yang kamu pikirkan."Ucap Ares.


Sora menatap Bu Ajeng untuk meminta belas kasihan dari wanita itu, namun Bu Ajeng tak lagi ingin melihat Sora.


"Sekarang, angkat kaki dari rumah ini, aku akan segera mengirimkan mu surat ceri untuk kau tanda tangani."Ucap Ares.


"Ares, aku mohon, jangan seperti ini pada ku, aku tahu aku salah, aku kesepian karena kau selalu tidak ada waktu untuk ku, aku tergoda saat laki-laki itu mengoda ku, memberikan ku kasih sayang, Res aku mencintai mu, jangan ceraikan aku, aku janji akan berubah."Ucap Sora menangis sembari duduk di lantai memeluk kedua kaki Ares.


Tiba-tiba Alice masuk ke kamar Bu Ajeng, terkejut saat ia melihat Sora sedang memeluk kaki Ares.


"Alice."Ucap Ares. Bu Ajeng yang melihat Alice datang pun tersenyum.


Ares lalu melepaskan tangan Sora dari kaki nya untuk menghampiri Alice yang tampak lusuh dan kotor.

__ADS_1


"Apa yang terjadi pada mu?." Tanya Ares dengan tatapan penuh khawatir.


"A-aku..."


Sora yang melihat Ares begitu peduli pad Alice pun tak lagi mampu menyembunyikan rasa cemburu nya, ia lekas berdiri untuk memukul Alice.


"Sora."Teriak Bu Ajeng untuk menghentikan Sora, namun sora tak menghiraukan nya.


"Wanita hina, gara-gara kau hubungan ku dengan Ares berantakan, berani nya kau muncul sekarang di hadapan ku."Ucap Sora sembari ingin menampar Alice, namun di tahan Ares.


"Jangan tahan aku Res, aku tak rela kau bersama wanita hina ini."Ucap Sora. sebuah tamparan di layang kan Ares pada sora.


Sora memegangi pipi nya menatap Ares. "Kau tak pernah kasar pada ku Res, tapi sekarang kau menampakku hanya untuk membela wanita pelacur ini."Ucap Sora.


"Mama tidak tahu kan, kalau wanita yang merawat Mama adalah pelacurnya Ares, aku menahan sakit hati ku dan tutup mulut agar mama tidak sedih dan syok mendengar ini."Ucap Sora.


Ares dan Alice menatap Bu Ajeng yang tampak terdiam penuh kesedihan, ia lalu berdiri pelahan dari kursi roda nya, berjalan perlahan keluar dari kamar itu.


"Sekarang pergi lah, aku tak ingin lagi melihat diri mu ada di hadapan ku."Ucap Ares.

__ADS_1


Sora pun menangis dan berlari keluar dari kamar itu menuju ke kamar nya. Alice yang melihat pun lekas menyusul nya.


"Nona Sora."Panggil Alice dan menghentikan langkah Sora.


"bukan kah perkataan mu itu lucu, kau mengatakan diriku wanita hina, lalu apa bedanya dengan dirimu, kau berselingkuh di belakang Tuan Ares begitu lama, apa beda nya kita berdua. sama-sama memberikan tubuh untuk laki-laki lain."


"Oh, tapi ada beda nya, saya melakukannya demi uang, dan kau melakukan nya demi ***** sesaat mu."Ucap Alice, Sora menatap Alice dengan geram lalu ia pergi dari sana.


Saat Alice membalikkan tubuh nya untuk menjelaskan pada Bu Ajeng, ia terkejut saat Ares sudah ada di belakang nya.


"Tuan Ares."


"Jadi kamu tahu tentang semua ini?, tentang perselingkuhan Sora."Ucap Ares.


"Tuan, saya..."


"Sudah cukup, tidak usah banyak bicara lagi, lebih baik kau pergi juga dari sini."Ucap Ares dengan kesal. lalu ia berjalan pergi dari hadapan Alice untuk mencari ibu nya.


Alice pun hanya bisa diam, karena ia tahu kesalahan nya, ia tahu Ares sedang marah dan tak akan mungkin mau mendengarkan penjelasan nya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2