
Alice datang ke ruangan Ares saat Ares kembali dari kantor.
Tok
Tok
Tok
"Masuk."Saut Ares dari dalam.
Ares mengangkat kepala nya saat melihat Alice yang masuk ke dalam ruangan nya.
"ada apa Alice?." Tanya Ares.
"Tuan Ares, saya mau minta izin untuk pulang awal hari ini."Ucap Alice ragu-ragu.
"Apa harus hari ini?."Tanya Ares.
"Iya Tuan, saya ada acara, saya tidak enak menolak nya." jawab Alice dengan cepat.
"Jam berapa kamu mau pulang?."Tanya Ares lagi.
"Jam 6."Balas Alice.
"Baiklah."Balas Ares, Alice pun tersenyum mendengar jawaban Ares.
Alice lalu memandangi Ares, ia ingin mengatakan soal foto Sora dengan laki-laki lain. "Tuan Ares."Ucap Alice lalu dan membuat Ares kembali mengangkat kepala nya.
"Alice."Panggil Sora dan membuat Alice menoleh.
__ADS_1
"Iya."
"Aku ingin bicara sebentar soal Makanan mama, Aku pinjam Alice sebentar Ares."Ucap Sora dan Ares mengangguk.
Sora memegangi pergelangan tangan Alice dan menggenggamnya dengan Erat, hingga membuat Alice agak kesakitan dan menepis nya saat Sora membawa nya ke sebuah kamar tamu.
"Anda menyakiti saya nona Sora."Ucap Alice.
"Iya, ini baru kesakitan kecil, aku peringatkan kau Nora, kalau kau berani-berani membuka mulut pada Ares, kau akan rasakan akibat nya, bukan hanya kau, tapi ibu mu yang sakit-sakitan itu dan juga adik tersayang mu."Uxao Sora sembari menunjukan video call, tampak merekam dari jauh, Bu ayu dan Cantika yang sedang duduk di teras rumah mengobrol.
"Jangan berani sentuh mereka."Ucap Alice.
"Iya, tak akan, selama kau tutup mulut."Ucap Sora.
"Meski aku tak bersama Ares saat kau membongkar semua nya, aku di lua sana masih bisa menyakiti kalian, ini bukan hanya ancaman, coba saja kalau kau berani melakukan nya."Ucap Sora lagi.
Alice menatap Sora dengan tatapan benci karena sudah berani membawa Cantika dan ibu nya.
"gadis baik."Balas Sora dan berlalu dari hadapan Alice.
Alice mengeram dengan kesal karena mendapatkan ancaman seperti itu. "Bener-bener wanita ular."Ucap Alice.
••••
Di kamar Bu Ajeng.
Bu Ajeng duduk di depan tv, Alice membiarkan nya untuk duduk di sana, berharap bisa membuat otak Bu Ajeng bisa terangsang dan kembali bekerja dan mengingat masa lalu sebelum ia sakit seperti ini.
Alice duduk di samping Bu Ajeng dan mengajak nya Bicara.
__ADS_1
"Bu Ajeng, saya tahu posisi ibu saat ini sangat tidak nyaman mengetahui menantu mu menyelingkuhi putra mu, tapi saya benar-benar tak bisa memberi tahu tuan Ares soal ini, saya di ancam, aku tak ingin Cantika dan ibu ku dalam masalah."Ucap Alice.
"Tapi saya janji Bu, saya akan menjaga ibu dan Tuan Ares dengan baik, saya akan berusaha membuat nya bahagia meski tidak dengan Istri jahat nya itu. saya juga berharap Bu Ajeng bisa sembuh dan membongkar semua nya dengan mulut ibu."Ucap Alice lagi.
Tiba-tiba ia teringat ponsel Bu Ajeng yang masih ada di dalam tas nya. "Ponsel nya."Batin Alice.
Alice mengambil ponsel itu dan memperlihatkan pada Bu Ajeng.
"Bu, saya akan simpan di dalam lemari pakaian Bu Ajeng, maaf kan saya yang terlalu penakut."Ucap Alice dan ia menangis dengan menundukkan kepala nya.
Ares yang melihat dari Cctv kalau Alice seperti sedang menangis pun lekas menghampiri nya, membuka pintu dan lekas Alice menyekat air mata nya.
Berdiri di belakang Sofa yang diduduki ibu nya.
"Ada apa dengan mu?, Apa tadi Sora mengatakan sesuatu pada mu??" Tanya Ares.
Alice menoleh ke belakang dan melihat Ares sudah ada di belakang nya.
ia pun lekas berdiri dan mendekati Ares, lalu memeluk laki-laki itu dengan erat.
"Ada apa dengan mu?." Tanya Ares sembari mata nya melihat punggung Bu ajeng yang menatap ke tv, memastikan kalau Ibu nya tak melihat ia membiarkan Alice memeluk nya.
"Tidak, aku hanya sedih saja memikirkan nasib saya Tuan."Balas Alice.
"Sudah lah, jangan di pikirkan, aku tak suka melihat mu sedih seperti ini."Ucap Ares.
Alice tersenyum dengan air mata yang masih menetes. "Terima kasih sudah baik dengan ku Tuan Ares."Ucap Alice.
"*Aku sudah melindungi mu, apa lagi yang kau khawatirkan."Batin Ares.
__ADS_1
"Maafkan aku tuan, maaf, aku terlalu penakut kalau soal menyangkut tentang keselamatan keluarga ku."Batin Alice*.