
Saat Ares terbangun ia sudah terbaring di rumah sakit, tampak Herry dan Will menemani nya.
"Ares kau sudah sadar."Ucap Will
"Aku akan panggil Dokter."Ucap Herry dan lekas berlari memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Ares.
"Will, dimana Nora?." Tanya Ares dengan kondisi yang masih lemah.
"Alice kritis Res, di ruang ICU."Ucap Will.
Ares yang mendengar pun lekas ingin beranjak bangun, Will lekas menahan nya.
"Jangan begitu Res, kau harus pulihkan dulu keadaan mu, kau masih lemah."Ucap Will.
"Tidak, aku tak bisa disini, Istriku membutuhkan ku, dia sedang mengandung."Ucap Ares.
Herry yang masuk kembali bersama dokter merasa sedih saat Ares mengatakan Hal itu, mereka sudah Tahu kalau Alice sedang hamil.
"Tenang Res."Ucap Will mencoba menenangkan Ares untuk kembali berbaring.
"Saya periksa dulu pak."Ucap dokter.
Ares pun kembali tenang dan membiarkan dokter memeriksa nya.
"Istri saya dok, saya ingin melihat nya."Ucap Ares.
"Iya boleh, tapi hanya boleh sebentar."Ucap Dokter. Ares mengangguk tanda setuju.
Mengunakan kursi roda, Ares di dorong Herry dan di ikuti Will ke ruangan dimana Alice sedang di rawat, tampak dari jauh Bu Ajeng dan Bu ayu serta Cantika duduk di kursi, Cantika menangis karena kondisi kakak nya saat ini.
__ADS_1
"Ares, kamu sudah sadar nak." ucap Bu Ajeng dan Bu Ayu menghampiri Ares.
"Ma, Gimana keadaan Nora?." Tanya Ares.
Bu Ajeng dengan wajah sendu mengeleng-geleng kan kepala nya, ia lalu menunjuk ke arah ruangan dimana Alice di rawat.
Ares Melihat dari balik kaca, tampak Alice terbaring dengan berbagai alat medis yang menempel pada diri nya.
"Sayang."Ucap Ares menangis.
"Ma, Istri ku sedang hamil, aku tidak tega melihat nya seperti ini."Kata Ares pada Ibu nya.
"Iya, Mama sudah tahu dari dokter, tapi kamu harus sabar Ares, Alice mengalami keguguran saat kecelakaan itu." Tutur Bu Ajeng.
"Apa?." Ares mengangkat kepala nya menatap Ibu nya tak percaya. Ares lalu menangis menyesali semua yang telah terjadi.
Herry dan Will yang melihat pun ikut sedih dengan apa yang di alami oleh sahabat mereka.
"Iya, kata Herry itu betul nak, kamu harus segera pulih untuk istri mu."Ucap Bu Ayu.
•••
Di tempat lain.
Sora tampak sedang bersiap untuk ke rumah sakit saat ia mendengar kabar dari pengacara nya kalau Ares mengalami kecelakaan fatal.
Sora berpapasan dengan Jeff yang baru saja datang ke rumah nya.
"Hei, kamu mu kemana, buru-buru sekali?." Tanya Jeff.
__ADS_1
"Aku dengar Ares kecelakaan, aku ingin melihat kondisi nya."Ucap Sora.
Jeff menarik tangan Sora untuk mundur.
"Kau masih mengkhawatirkan nya?."Tanya Jeff dengan tatapan tidak senang.
"Bukan kah kau bilang kau ingin balas dendam pada mereka, setelah yang ku lakukan saat ini pada dia, lalu kau merasa kasihan?."Tanya Jeff.
"Apa?."Sora terkejut mendengar apa yang di katakan Jeff.
"Jadi kau yang membuat nya kecelakaan."Ucap Sora.
"Kau ingin membunuh nya?." Tanya Sora lagi.
"Apa salah nya, lebih baik dia tidak ad di dunia ini, agar kau tidak terus sakit hatikan?."ucap Jeff.
"Tapi Jeff.."
"Shuttt, kau tenang saja, semua nya akan terbalaskan."Ucap Jeff tersenyum jahat.
"Kau gila Jeff, bagaimana kalau polisi menangkap mu, aku tak mau di bawa-bawa karena masalah ini "Ucap Sora.
"Aku tak akan membawa mu dalam masalah ini, kau tenang saja."Ucap Jeff.
Sora duduk di sofa tak percaya dengan apa yang di lakukan Jeff, khawatir bercampur sedih ia terdiam, Tak dapat di pungkiri kalau perasaan nya untuk Ares masih ada.
"Kau senang kan?." Tanya Jeff.
"Iya, kau melakukan ini untuk ku, Terima kasih Jeff."Balas Sora tersenyum mencoba menerima kalau tujuan nya kini ingin Ares dan Alice menderita.
__ADS_1
Jeff pun mencium kening Sora dan mengelus rambut wanita itu.