Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
43 - Apa yang Terjadi?


__ADS_3

Saat Alice masuk ke kamar nya dan duduk di tempat tidur nya untuk sekedar melepaskan kelelahan nya. namun tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yang sedang ia duduki.


Alice lekas kembali berdiri dan mengambil sesuatu di balik saku celana nya.


"Astaga, Ponsel Bu Ajeng."Ucap Alice saat menyadari ponsel yang ia temukan di bawah kasur Bu Ajeng masih berada bersama nya.


"Besok aku akan kembali kan."Ucap Alice lagi, ia lalu mengecas ponsel Bu Alice dan menaruh di atas meja, namun ternyata layar hp itu masih menyala. Alice pun menekan tombol on off untuk menyalakan nya.


Tok


Tok


Tok


Pintu kamar Alice di ketuk, tiba-tiba Pintu terbuka dan tampak Cantika yang masuk ke dalam.


"Kak, belum mandi?." Tanya Cantika.


"Belum."Balas Alice.


"Itu hp siapa kak, bukan punya kakak kan?." Tanya Cantika.


"Iya, punya majikan kakak, gak sengaja ke bawa, tapi nanti kakak kembali kan "Ucap Alice.

__ADS_1


"Oh."


"Eh kak Nora, yang tadi itu pacar kakak ya?." Tanya Cantika.


"Yang mana?." Tanya Alice lagi.


"Yah gak tahu, yang pasti nya salah satu dari kedua laki-laki itu." ucap Cantika menyengir.


"Kakak gak punya pacar Cantika sayang, Tuan Ares itu majikan kakak, Dia yang bawa kakak keluar dari dunia malam, sementara Dokter Bryan dia itu teman kakak, dia selalu baik sama kakak, kakak merasa nyaman saja berteman sama dia karena dia lembut."ucap Alice.


"Mungkin aja salah satu dari mereka adalah jodohnya kak Nora."Ucap Cantika dan membuat Alice tertawa.


"Jangan bilang pada ku kalau kau sudah mempunyai pacar?."Tebak Alice.


"Iya-iya baiklah."Ucap Alice.


Setelah berbincang beberapa saat dan setelah Cantika pamit untuk pergi, Alice pun lekas untuk mandi membersihkan diri nya.


•••


Ditempat lain.


Sora yang berada di kamar menunggu Ares masuk ke kamar, tapi Tak kunjung juga masuk. ia lalu berinisiatif untuk menuju ke kamar Bu Ajeng.

__ADS_1


Membuka pintu dan melihat Ares tidur di samping Bu Ajeng. Sora yang melihat hal itu pun merasa sedih karena Ares tak pernah ada waktu untuk nya, bahkan ketika ia menginginkan kehangatan itu Ares juga tak pernah ada.


"Kenapa kau tak coba untuk membuka hati mu pada ku?, apa yang kurang dari diri ku Res."Ucap Sora dalam hati.


Air mata nya menetes dan ia lekas berjalan keluar untuk kembali ke kamar nya, di kamar nya ia menangis tersendu-sendu.


Dering telefon mengalihkan pandangan Sora, lekas ia menyekat air mata nya.


"Iya."Sora mengangkat telefon dari seseorang.


"Saya sudah mendapatkan data tentang wanita itu."Ucap Orang itu.


"Bagus, jangan jelaskan di telefon, besok kita bertemu."Ucap Sora.


"Baiklah, jangan lupa bayaran nya."Balas Orang itu lagi


•••


Sementara alice yang baru saja membaringkan tubuh nya untuk tidur, tiba-tiba teringat pada ponsel Bu Ajeng, Ia pun meraih hp itu dan membuka nya.


Profil utama tampak foto Ares dan Sore bersama dengan Bu Ajeng. "Senyum mereka hanya kepalsuan semata, tapi asli nya mereka tak bahagia."Ucap Alice.


Sebuah notif pesan membuat pandangan Alice teralihkan, rasa penasaran membuat Alice membuka pesan itu. Kedua mata Alice membesar saat ia membaca pesan dari Orang yang mengirim pesan ke dalam ponsel nya.

__ADS_1


__ADS_2