
Sora Yang sedang di kamar menangis, merasakan kesedihan dan kekesalan nya karena Ares telah memperkerjakan wanita malam di rumah ini. bahkan sebuah pengorbanan jelas terlihat saat Sora mendengar kalau Ares menebus Alice dengan harga yang mahal.
"Kenapa dia melakukan ini?, Apa dia ingin menikahi wanita itu, dia menyukainya?." Tanya Sora dalam hati.
Kedua mata nya memandangi ke arah jendela, tiba-tiba pintu terbuka, Sora pun menangis lebih sendu lagi dan berfikir Ares datang untuk menghibur atau membujuk nya.
"Sudah lah Nyonya Sora yang saya hormati." ucapan itu terdengar membuat Sora terkejut dan lekas membalikan tubuh nya saat ia mendengar suara Alice bukan nya ares.
"Kau, berani-berani nya kau datang ke kamar ku dengan Ares."Ucap Sora dengan kesal.
"Maafkan saya Nona Sora, saya datang hanya ingin memberitahu anda untuk tidak usah pura-pura menangis seperti itu. Tuan Ares tak akan datang untuk membujuk anda, dia bahkan sudah pergi sejak tadi."Ucap Alice tersenyum menatap Sora.
"Apa?." Ucap Sora dan Alice dengan cepat menganggukan kepala nya.
"Dengar Wanita tidak tahu malu, mulai sekarang, pergi dari sini, jangan pernah berani muncul lagi di hadapan ku dan suami ku, berani nya kau memanfaatkan Ares, dengar ya, aku tak akan membiarkan nya."Ucap Sora mengancam Alice.
Alice yang tadi datar tiba-tiba tertawa dan berjalan duduk di tempat tidur Sora.
__ADS_1
"Sebelum anda mengusir saya, saya ingin memberikan penawaran untuk Anda Nona Sora."Ucap Alice.
"Apa maksud mu?." Tanya Sora dengan geram.
Alice lalu mengeluarkan ponsel nya dari dan memperlihatkan foto Sora dengan seorang Pria sedang berpelukan dan berciuman di sebuah Bar. Sora yang melihat pun begitu terkejut karena tahu itu adalah foto nya dengan laki-laki lain di bar, saat Alice menggeser foto ke lain nya, terlihat Sora dengan Pria itu masuk ke dalam kamar hotel
"Kau."
"Dari mana kau mendapatkan itu?." Tanha Sora.
"Tidak penting dari mana Nona, ini akan saya simpan baik-baik, rapat-rapat kalau anda mengatakan pada suami anda untuk membiarkan saya tetap bekerja disini."Ucap Alice.
"Pilihan ada di tangan anda, pilih kedok anda terbongkar atau beritahu suami anda untuk membatalkan untuk memecat saya."Ucap Alice.
"Kau mengancam ku?." Tanya Sora.
"Iya-iya, anggap saja begitu."balas Alcie tersenyum puas.
__ADS_1
Sora pun sejenak terdiam, ingin rasakan ia mencekik Alice saat ini juga jika ia bisa lakukan.
"Kalau tidak mau, tidak apa-apa juga, saya akan segera menelepon suami anda."Ucap Alice.
"Jangan."
"Baiklah, kau boleh terus kerja disini, tapi ingat untuk menjauh dari Ares, kalau kau berani mendekati atau mengoda suami ku, aku akan membunuh mu."Ucap Sora.
"Baiklah kalau begitu, anda bisa pegang perkataan saya Nona, saya permisi dulu."Ucap Alice tersenyum dan berjalan keluar dari kamar Sora.
"Sial." ucap Sora saat Alice pergi.
Ia mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi laki-laki yang ada di foto itu.
"Wanita itu sudah tahu tentang kita, menjauh lah dari ku untuk sementara waktu, kita tunggu waktu yang tepat untuk menghabisi nya."Ucap Sora.
Sementara di kamar Bu Ajeng, Alice duduk menatap Bu Ajeng yang tertidur.
__ADS_1
"Maafkan saya Bu, saya gak bisa mengungkapkan ini, saya masih mau bekerja disini, Ibu juga mungkin tak akan menyukai saya lagi saat tahu dari nona sora kalau saya seorang wanita malam, saya tak ingin kembali ke dunia hitam itu."Ucap Alice di dalam hati nya.
"Tapi saya akan menjaga Ibu dengan Baik, hingga hutang saya lunas, saya janji akan membocorkan semua nya."Ucap Alnya lagi di dalam hati nya.