Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
29 - Wanita Jahat


__ADS_3

Ares lalu berjalan ke arah meja makan di ikuti Alice yang masih memegangi pinggang nya yang terasa sakit.


"Aku pikir tuan tak pulang malam ini."Ucap Alice.


"Kau berharap aku tak pulang?." Tanya Ares menatap ke arah Alice sembari mendaratkan duduk nya di kursi.


"Bukan, bukan seperti itu Tuan, Justru malah saya menunggu anda pulang sejak tadi."Ucap Alice dengan suara kecil di ujung Ucapan nya.


"Duduk!." Ucap Ares.


Alice pun mengikuti kata Ares dan Duduk di kursi. "Katakan apa yang ingin kau kata kan sampai menunggu ku pulang?. "Tanya Ares sembari menikmati makanan di meja makan.


"Em sebenarnya saya..., khawatir soal pelayanan saya pada Tuan Ares, menurut tuan Ares apa saya sudah melayani tuan dengan Baik?" Tanya Alice dengan ragu-ragu, meski agak takut tapi tetap saja ia harus bertanya untuk hal ini.


"Menurut mu?." Tanya Ares.


"Saya sudah melayani anda di rumah ini dengan Baik Tuan, sesuai dengan apa yang anda ingin kan sejak saya berada disini."Ucap Alice.


"Lalu?."

__ADS_1


"Jadi saya merasa kalau saya sudah melayani anda dengan baik." Lanjut Alice.


Ares mengangguk, tapi sayang kamu sekarang sudah menjadi milik ku, Majikan mu Moli sudah memberikan hak atas kamu pada ku, jadi sekarang kau harus mencicil hutang mu dengan ku."Ucap Ares tersenyum kecil.


"Apa...?." Alice sangat terkejut saat mendengar ucapan Ares, ia tak percaya Mami Moli akan menyerahkan nya pada Ares..


"Berapa hutang mu dengan nya?." Tanya Ares.


"300 juta." ucap Alice. kedua mata Ares agak terkejut mendengar jumlah yang berbeda yang sudah di sebutkan Mami Moli dan Alice.


"Jadi kau berani menipu ku?." Batin Ares memikirkan wanita pemilik club' malam itu.


Alice pun sejenak terdiam, ia memikirkan perkataan Ares kemarin soal mencuci kaki Ares setiap hari, tapi bukan itu yang membuat nya kepikiran, tapi ia memikirkan tidak akan ada lagi waktu bagi nya dengan Adik dan ibu nya.


"Kau pikir itu urusan ku?." ucap Ares dan membuat Alice semakin tidak bersemangat untuk berkata-kata lagi.


Ares lalu menyudahi makan malam nya dan lekas berdiri, ia melihat Alice yang tertunduk sembari memangku kedua tangan nya, Ares tersenyum kecil dan berjalan meninggalkan Alice.


"Mami Moli, anda sungguh kejam, anda benar-benar wanita jahat, bisa-bisa nya anda memindah tangan diri ku pada Tuan Ares tanpa persetujuan dari ku, dari wanita jahanam."Batin Alice mengutuk Mami Moli.

__ADS_1


•••


Beberapa saat kemudian Ares yang baru saja selesai membersihkan diri nya keluar dari kamar dan melihat Alice masih duduk mematung di depan meja makan.


Area mendekati nya. "Kau masih akan diam disini?." Tanya Ares.


Alice yang terkejut lekas berdiri. "Maaf Tuan."Ucap Alice.


Alice melihat Ares yang memakai celana sepanjang lutut dan sedikit mengangkat kepala nya untuk melihat pakaian Ares, Ares tampak berbeda dengan baju kaos oblong, Ares tampak gagah dan lebih muda dengan penampilan seperti ini, karena yang biasa Alice lihat pria berpakaian kantor.


"Kau lihat apa?." Tanya Ares saat melihat Alice tersenyum.


"Tidak Tuan, Anda tampak berbeda saja."Ucap Alice.


"Ambil tas mu dan ganti pakaian mu yang lebih sopan, kita akan pergi." Ucap Ares.


"Pergi kemana Tuan?"Tanya Alice.


"Tidak usah banyak bertanya, pergi dan bersiap sekarang."Ucap Ares agak tegas dan lekas Alice mengangguk dan berlari kecil untuk menuju ke kamar nya tanpa mengatakan apa pun lagi.

__ADS_1


Area lalu melihat piring Alice yang masih bersih dan kosong, yang mengartikan kalau wanita itu belum makan. "Apa yang dia lakukan duduk disini selama tadi, apa hanya karena bekerja dengan ku dia sampai Harus menjadikan itu beban pikiran?." Batin Ares bertanya-tanya.


"Aku bahkan sudah membayar nya berkali - kali lipat dari hutang nya, apa dia lebih suka menjadi pelacuur dari pada menjadi pelayan untuk ku."Pikir Ares lagi.


__ADS_2