Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
46 - Berpura-pura


__ADS_3

Sementara di tempat lain.


Ares ke rumah Herry untuk melepaskan rasa kesal nya pada Sora yang tahu tentang Alice dan mengancam nya akan memberitahu Ibu nya, kondisi Bu Ajeng yang tidak baik membuat Ares tak ingin ibu nya mendengar hal seperti itu, meski ia tak tahu apa kah dapat di dengar atau tidak oleh Ibu nya.


"Sudah lah, coba bujuk Sora, aku percaya dia akan mengizinkan Alice untuk bekerja dengan mu."Ucap Herry.


"Aku tidak nyakin dia akan mendengarkan ku "Ucap Ares.


"Dia menyukai mu meski kau tak pernah memandang nya, kalau kau berikan sedikit kelembutan untuk nya, dia pasti akan melunak." saran Herry.


"Begitu kah?."


"Tentu saja, kau perlu banyak belajar hal itu dengan ku."Ucap Herry lagi, Ares pun tersenyum mengeleng-gelengkan kepala nya.


Herry menuangkan segelas bir di gelas Ares, Ares pun meminum nya dengan sekali tegukan.


•••


Malam itu saat Ares kembali ke rumah. Ares masuk ke ruangan kerja nya, ia duduk di kursi dan menyandarkan tubuh nya.

__ADS_1


Saat ia masih mencoba untuk menyiapkan hati nya untuk membujuk Sora, tiba-tiba saja Sora masuk ke dalam ruangan nya dan menghampiri laki-laki itu.


"Res, aku mau bicara dengan mu."Ucap Sora dengan pelan. Ares hanya diam dan memandangi wanita itu.


"Aku minta maaf soal tadi, tak seharusnya aku bersikap seperti itu dengan mu."Ucap Sora membuat Area mengerutkan kening nya dan heran.


"Aku tak akan memaksa mu untuk memecat Alice."Ucap Sora.


"Bukan kah kau meminta ku memecat nya,apa yang membuat mu berubah pikiran?." Tanya Ares.


"Aku sejak tadi memperhatikan Alice, aku melihat nya begitu telaten mengurus Mama, aku pikir aku terlalu Egois kalau harus melakukan ini." jelas Sora.


"Lagian aku percaya kau tak akan mengkhianati ku."Ucap nya lagi.


"Aku bangga pada mu Sora, kau memang baik, aku tak mungkin menghianati mu."Ucap Ares. Sora pun tersenyum menatap suami nya.


Sementara di luar, Alice yang tahu kepulangan Ares, mengikuti dan mendengar semua percakapan kedua orang itu.


"Nona Sora, anda sangat pandai berakting, kenapa tidak jadi artis saja."Ucap Alice.

__ADS_1


Namun tiba-tiba Alice di kagetkan dengan pintu yang terbuka, Ares dan Sora yang akan keluar melihat Alice.


"Sedang apa kamu disini?." Tanya Sora dengan wajah yang tidak senang melihat Alice.


"Maaf Nona, tuan, saya hanya ingin pamit pulang karena sudah pukul 7.30, makanya saya kesini."Ucap Alice.


"Baiklah, kau boleh pulang."Ucap Ares.


Alice mengangguk dan lekas berlalu pergi dari hadapan kedua orang itu. Saat baru saja akan keluar dari rumah Sora menghentikan Alice.


"Alice."Panggil Sora dengan pelan. Alice menoleh dan tersenyum pada Sora.


"Tidak usah sok manis, aku memanggil mu karena kau harus menghapus foto itu, aku sudah melakukan semua yang kau mau "Ucap Sora.


"Maaf nona, untuk menyakinkan saya kalau anda tak akan menghianati saya, saya akan menyimpan nya, tapi anda tenang saja, saya akan tutup mulut saya rapat-rapat."Ucap Alice dan berlalu pergi dari hadapan Sora.


"Tunggu dan lihat saja, aku akan membuat mu menyesal telah bermain-main dengan ku." Gumam Sora menatap punggung wanita itu yang berjalan keluar dari rumah.


"Sora, kau sedang apa?." Tanya Ares.

__ADS_1


"Eh Res, tidak apa-apa, aku hanya bertanya pada Alice apa dia pulang sendiri, aku ingin mengantarnya tapi dia bilang dia bisa sendiri."Ucap Sora.


Ares mengangguk, tersenyum melihat Sora yang sikap nya berubah jadi baik dan membuat nya merasa Sora adalah wanita yang baik.


__ADS_2