
Ares lalu menelepon Ken untuk datang ke ruangan nya. Tidak berapa lama Ken pun datang ke ruangan nya.
"Iya Tuan."
"Ken, Carikan beberapa Pengawal untuk menjaga rumah ku, aku ingin memastikan keamanan orang di rumah ku." Ucap Ares.
"Apa ada masalah Tuan?." Tanya Ken.
"Tidak ada, hanya berjaga-jaga saja."Balas Ares.
"Baik kalau begitu Tuan."Balas Ken.
Ares lalu menghubungi nomor Alice. Alice yang baru selesai menyuapi makan Bu Ajeng pun melihat ponsel Nya berdering.
"Iya Tuan?." jawab Alice.
"Bagaimana keadaan Ibu ku?." Tanya Ares.
"Bu Ajeng baik-baik saja Tuan, baru saja selesai makan."Jawab Alice.
Ares tersenyum. "Bagus." balas Ares, Alice pun tersenyum.
Ares lalu mematikan sambungan telefon, Ia lalu membuka Cctv yang ada di kamar Ibu nya, yang baru saja kemarin ia pasang, ia melihat kalau Alice memang benar baru menyuapi Bu Ajeng makan. di Cctv pun tampak Alice mengajak Bu Ajeng bicara.
"Apa yang di bicarakan dengan Mama." ucap Ares.
karena ia melihat, tampak mata Bu Ajeng melihat ke arah Alice yang berbicara.meski tanpa Ekspresi.
__ADS_1
Sementara di tempat Alice berada, Alice menceritakan masalah yang ia hadapi saat Ayah nya terkena kanker, Keluarga yang bahagia menjadi keluar yang penuh perjuangan dan air mata.
"Ibu bisa dengan saya?." tanya Alice.
Bu Ajeng hanya diam tanpa ekspresi apa pun, dan hanya memandangi Alice yang berbicara. "Meski kata dokter ada trauma yang ibu rasakan, saya percaya Ibu pasti masih bisa mendengar saya kan Bu?, cepat sembuh ya Bu, nanti aku akan mengenalkan Ibu dengan Ibu dan Adik ku."Ucap Alice tersenyum melihat Bu Ajeng.
Ponsel Alice lalu kembali berdering. "Iya Tuan?".Tanya Alice tanpa melihat siapa yang menghubungi nya.
"Tuan?." Tanya orang itu membuat mata Alice membulat dan lekas melihat nama pemanggil.
"Dokter Bryan." ucap Alice.
"Kau pasti mengira aku atasan mu ya?" ucap Bryan.
"Iya dokter, aku tak menduga Dokter akan menghubungi ku."Ucap Alice.
"Karena sudah beberapa hari ini kau tidak kelihatan, kau kemana?, apa kau baik-baik saja Nora?." Tanya Dokter Bryan.
"Aku juga sama, bisa kah kita bertemu?.",Tanya Dokter Bryan.
"Untuk apa?, apa ada masalah?." Tanya Alice.
"Apa seorang teman harus punya alasan untuk bertemu."Balas Dokter Bryan.
"Tentu saja tidak, nanti kita ketemuan di tempat Biasa saja, jam 7 malam, eh tidak, tidak, jam 7.30 saja."Balas Alice.
"Baiklah, sampai ketemu Nora."Ucap Bryan dan Alice tersenyum.
__ADS_1
Alice lalu tersenyum memeluk ponsel nya. Ares yang melihat dari gerakan Alice di Cctv pun bertanya-tanya. "Siapa yang di telefon nya, sampai dia sesenang itu."Batin Ares.
•••
Saat jam sudah pukul 7, Alice melihat Ares belum datang, padahal ia sangat ingin pergi ke danau, karena akan bertemu dengan Dr Bryan.
Tiba-tiba Pintu terbuka membuat Alice lekas berdiri.
"Mama."Sapa Ares dan mencium kening Ibu nya.
"Tuan Ares, anda sudah datang, apa boleh saya pulang sekarang?." Tanya Alice.
"Iya, pergi lah."Balas Ares.
"Tunggu." Ares menghentikan langkah Alice.
"Mana Ponsel mu?." Tanya Ares.
"Ponsel?, untuk apa tuan?." Tanya Alice heran.
"Berikan saja."Balas Ares.
Alice pun lalu memberikan ponsel nya pada Ares, Ares melihat nama Dokter Bryan di panggilan masuk.
"Siapa Yang menghubungi mu tadi?." Tanya Ares.
"Teman ku Tuan."Balas Alice ragu-ragu.
__ADS_1
Ares lalu mengembalikan Ponsel Alice tanpa mengatakan apa pun lagi. "saya permisi dulu Tuan, Bu Ajeng."Pamit Alice.
"Dari mana tuan Ares tahu aku baru saja di telefon oleh seseorang, dia mengawasi ku?, lalu dia mengecek ponsel ku untuk apa?, apa urusan nya dengan nya?." Batin Alice penuh tanya yang tak berani ia tanya kan pada Ares.