
Saat sampai di kantor, Ares akan turun dari mobil, ia melihat paper bag yang ada di samping kursi kemudi nya. Ia pun mengurungkan niat nya untuk turun, Mengambil paper bag itu dan mengambil satu toples yang Alice katakan adalah untuk nya, Ia pun membukanya dan mengambil satu untuk ia makan. ia tersenyum, sudah lama ia merindukan masakan Alice untuk nya, hari ini ia bis kembali mencicipinya dan rasa nya terasa sangat enak.
Ia pun turun dari mobil sembari memakan kue yang di berikan Alice sembari berjalan menyusuri kantor tanpa rasa malu di lihat oleh para Staf ia menuju ke ruangan nya dengan sebuah toples berisikan kue.
Kabar perceraian Ares dan selingkuhnya Istri ares pun menyebar begitu cepat hingga ketelinga para staf yang ada di kantor.
Mengira kalau suasana hati Ares akan tidak baik dan akan marah-marah di kantor setelah kemarin semua melihat wajah Ares yang tampak tidak mood, Berbeda hari ini, ares tampak fresh dan senyuman terpancar di wajah nya, bahkan makan kue sembari berjalan adalah hal yang baru mereka lihat dari sosok Ares.
"Bos kayak nya aura nya beda ya hari ini." Ucap salah satu staf ke staf yang lain.
"Iya, udah dapat calon baru kali."jawab yang lain.
"Bos Ares kan galak, masih ada aja ya yang mau."
"Lah, Bos Ares kan ganteng, wajar sih." jawab nya lagi.
"Iya sih, Kalau Bos jatuh cinta karena kue itu, wah fix sih cewek nya jago dapatin hati bos Ares."Ucap Staf nya lagi.
•••
Malambitu
__ADS_1
Saat Ares pulang bekerja setelah lembur di kantor, ia masuk dan melihat Alice sedang membawa begitu banyak paper bag di tangan nya keluar dari kamar ibu nya.
"Alice!."Panggil Ares
"Iya Tuan."Saut Alice saat ia menoleh.
"Mau di bawa kemana?."Tanya Ares.
"Ke kamar sebelah tuan, di kamar Ibu sudah tidak muat" jawab Alice.
Mata Alice lalu tertuju pada Toples kue yang di pegang Ares dengan tangan kosong, ia tersenyum kecil karena Ares menghabiskan kue yang ia berikan tadi pagi.
"Apa tuan Ares sudah tidak marah dengan ku lagi?." Batin Alice.
Alice membuka pintu kamar sebelah dan masuk ke dalam, menaruh paper bag itu ke ruangan khusus pakaian. Namun ia di kejutkan dengan Ares yang mengikuti nya dari belakang, memeluk nya dari belakang, membuat Alice Sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Ares.
"Tuan, Anda..."
"maaf.."Ucap Ares
"Maaf untuk apa Tuan?." Tanya Alice.
__ADS_1
"Maaf soal aku marah pada ku kemarin, seharus nya aku berterima kasih padamu karena sudah melindungi Ibu ku, Terima kasih."ucap Ares.
Alice pun tersenyum karena ternyata Ares sudah tahu tanpa harus ia menjelaskan semua nya.
"Iya Tuan, saya tidak marah, terima kasih juga sudah mengerti."ucap Alice.
Ares lalu membalikan tubuh Alice dan menghadap pada nya. Kedua nya pun saling beradu tatapan, sebelum akhirnya Ares mencium bibir seksi Alice.
Alice pun membalas ciuman itu dengan lembut. kedua nya saling berbalas ciuman. "Tuan, Anda tak boleh melakukan ini terus, kalau orang lain lihat anda akan di bicarakan melakukan ini dengan pembantu mu."Ucap Alice memalingkan wajah nya.
Namun Ares tak memperdulikan perkataan Alice ia menutup pintu ruangan pakaian itu dari dalam, kembali mengangkat dagu Alice dan kembali mencium wanita itu.
Gejolak asmara dan mendambakan selama ini tak lagi mampu Di tahan Ares, Alice yang merasa kan kenyamanan ini, ia pun membalas nya, kedua nya saling bercumbu bak sepasang kekasih yang di mabuk asmara sembari bersandar pada dinding, Saat tangan Ares mulai nakal dan ingin memegangi kedua gunung wanita itu, dan mencumbu leher Alice dengan perasaan yang bergejolak, ponsel laki-laki itu tiba-tiba berbunyi.
Alice pun tersenyum melihat Ares yang agak kesal dengan bunyi telefon itu. dengan nafas yang masih terengah-engah, Ares memperbaiki pakaian nya, menatap Alice dan kembali mengecup bibir wanita itu sekali, sebelum ia meranjak untuk mengangkat telfon. Ares memberikan senyuman manis nya pada Alice sebelum ia pergi.
Alice yang di sentuh Ares seperti itu pun merasa sangat senang walau kedua jantung nya terasa berdegup kencang, meski hanya sebatas ciuman dan kecupan tapi ada perasaan yang tak mampu Alice tahan.
"Apa aku jatuh cinta pada Tuan Ares?." tanya nya pada diri nya sendiri.
"Tidak, kalau Bu Ajeng tahu, mungkin dia akan marah pada ku."Ucap Alice lagi, lalu kembali menyusun barang -barang nya yang seharusnya ia susun sejak tadi, namun tertunda karena Ares.
__ADS_1