
Di tengah-tengah Alice dan Bryan sedang berdansa, tiba-tiba Ibu nya Bryan menghampiri kedua nya dengan wajah menahan kesal.
"Bryan, Mama mau bicara."Ucap Ibu Bryan.
Bryan dan alice melihat keseriusan di wajah Ibu nya itu.
Bryan dan Alice pun mengikuti kemana wanita paru baya itu akan mengajak mereka bicara, sementara Ares yang melihat dari jauh pun mengerutkan dahi dan bertanya-tanya.
"Ada apa Ma?." Tanya Bryan dengan heran.
Ibu Nya Bryan menatap Alice dengan tatapan tidak suka, 99% berbeda saat tadi Alice datang dan berkenalan dengan mereka.
"Mama minta kamu jauh-jauh dari Nora, Mama tidak setuju kalau kamu memiliki hubungan dengan wanita ini."Ucap Ibu nya Bryan, Alice pun mengengam gaun nya dengan erat.
Bryan pun tidak enak dan melihat Nora yang terdiam. "Mama, mama kenapa bicara seperti itu."Ucap Bryan.
"Sudah lah Bryan, Mama mu katakan itu benar, Sekarang Papa ingin tanya kan sama kamu, kamu tahu pekerjaan Nora?." Saut Ayah Bryan.
Bryan menatap Alice yang hanya diam saja. "Dia seorang pengurus orang tua, itu bukan pekerjaan yang buruk."Ucap Bryan.
"Ada orang yang kasi tahu Mama, kalau Pekerjaan Dia itu seorang Pelacuur, wanita malam Bryan. apa yang akan di katakan orang-orang, kamu seorang dokter memiliki hubungan dengan Wanita malam"Ucap wanita itu.
"Siapa yang bilang ini Ma, dia pasti berbohong "Ucap Bryan.
__ADS_1
"Iya, Mama juga tak percaya, tapi setelah liat ini, foto-foto dia di club' malam, tidak penting siapa yang memberitahu mama, yang pasti kita tahu kebenarannya ."Ibu nya Bryan memberikan ponsel nya, memperlihatkan Alice yang duduk di bar dengan wanita-wanita lain nya dan tampak memegangi gelas Bir. Bryan melihat pun tampak tercenung sejenak.
"Dan Kamu Nora, tolong jauhi putra saya, saya masih memberi kamu muka dia hadapan tamu, tidak mengungkapkan lansung di Aula dansa, sadar diri lah sedikit."Ucap nya lagi dan membuat Alice semakin terluka hati nya
Bryan agak syok dan terdiam menatap Alice, seolah ia ingin mendapatkan jawaban dari Alice, namun Alice hanya diam saja, menahan air mata nya yang sudah hampir Tumpah.
Alice lalu tak lagi mampu menahan, ia lekas berbalik untuk pergi, namun ia menabrak tubuh seseorang dan membuat Alice agak terpental dan berhenti melangkah.
Ia menengadahkan kepala nya dan melihat Ares. Ares menatap Alice dengan rasa kasihan.
"Jangan biarkan orang lain menghinamu seperti ini, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup lebih baik, dan kau sudah melakukannya." ucap Ares.
Alice tersenyum mendengar ucapan Ares, namun itu tak membuat rasa sedih nya karena tak di terima oleh orang lain karena status nya.
Bryan yang melihat pun ingin mengejar Alice yang di bawa pergi oleh Ares.
"Nora."Panggil Bryan, namun tangan nya di tahan ibu nya.
"Mau kemana?, biarkan saja dia pergi." tanya wanita itu.
"Ngejar Nora ma, Aku ingin bicara dengan nya, Mama juga tak seharusnya merendahkan orang lain seperti itu, apa lagi kami hanya berteman, Apa seperti Mama harus menghina orang lain hanya karena pekerjaan nya dulu."ucap Bryan. melepaskan tangan ibu nya untuk menyusul Nora yang sudah keluar.
"Bryan."
__ADS_1
"Bryan." Panggil Ibu nya namun tak di hiraukan.
•••
Alice melihat tangan Ares memegangi nya, membawa nya keluar dari gedung acara lewat pintu belakang, agar tak ada yang melihat Alice menangis.
"Masuk mobil."Ucap Ares.
"Tuan, Istri anda?." Tanya Alice.
"Aku akan menjemputnya setelah aku mengantarmu pulang."Balas Ares.
Bryan datang saat Alice baru saja akan masuk ke dalam mobil. "Nora."Panggil Bryan menatap wanita itu dengan sedih.
"Maafkan kedua orang tua ku, mereka seharusnya tak seperti ini padamu "Ucap Bryan.
"Tidak apa-apa, itu hanya bentuk orang tua yang perduli pada anak nya, dia tak ingin dokter Bryan memilih orang yang salah."Balas Alice.
"Dokter, ini alasan kenapa saya mengatakan kalau saya tidak layak untuk Anda, meski saya sudah tak lagi bekerja disana, tapi label Pelacuur tidak bisa lepas dari saya, tapi saya harap kita masih berteman, kalau tidak pun tak masalah, mungkin memang kita di takdir kan berteman sampai disini." Ucap Alice lagi. wanita itu lalu masuk ke dalam mobil setelah mengatakan itu semua, bahkan ia tak ingin lagi mendengar balasan dari Bryan.
Bryan menatap Alice yang berlalu pergi dengan sedih, ia tahu hati Alice pasti sangat sakit atas hinaan itu.
"Maafkan Aku Nora."Ucap Bryan sembari matanya menatap mobil Ares yang berlalu pergi.
__ADS_1
Ares menghela nafas dan menjalan kan mobil saat Alice masuk ke dalam rumah.