
Keesokan harinya.
Alice yang sampai di rumah Tuan Ares Lekas masuk ke kamar Bu Ajeng, di sana tampak Tuan Ares berbaring di samping Ibu nya. Alice pun membiarkan nya dan tak ingin menganggu nya.
"Pagi Bu."Sapa Alice pada Bu Ajeng yang tampak sudah bangun dan berbaring menatap nya.
Saat Ares bangun dari tidur nya, ia sudah tak melihat Ibu nya ada di samping nya. Ares pun lekas keluar untuk mencari Ibu nya.
"Dimana Mama?." Tanya Ares pada salah pelayan yang sedang lewat.
"Luar Tuan, berjemur di ajak Nona Alice."Jawab Pelayan
"Wanita itu, berani nya membawa Ibu keluar tanpa izin ku."Batin Ares.
Ares pun lekas keluar dari rumah berdiri di ambang pintu dan melihat ibu nya tampak sedang duduk di kursi roda dan Alice tampak duduk di kursi sembari menyuapi ibu nya. Ares yang tadi ingin memarahi Alice pun mengurungkan niat nya, melihat Alice yang menjaga Ibu nya dengan baik.
Sora keluar menghampiri Ares dan memeluk Ares dari belakang. "Sora, apa yang kau lakukan?." Tanya Ares.
"Aku merindukan mu Res, kau sibuk dan juga tidur di kamar Mama beberapa hari ini."Ucap Sora.
Ares menghela nafas dan membuka tangan Sora yang melingkar di pinggang nya.
"Aku mau hampiri Mama dulu."Ucap Ares beralasan dan melangkah keluar.
"Ares, kau mengacuhkan ku lagi."Ucap Sora merasa kesal sembari mata nya menatap Ares yang melangkah ke arah Ibu nya.
__ADS_1
"Pagi Tuan."Sapa Alice.
"Kenapa kau tak memberitahu ku mengajak ibu ku keluar?." Tanya Ares.
"Tadi anda tidur sangat nyenyak Tuan, saya tidak enak membangunkan anda, dan lagi matahari nya sedang cerah."Jawab Alice.
"Lain kali beritahu sebelum melakukan apa pun."Ucap Ares dan Alice mengangguk.
"Alice, kau kan yang merawat Mama, sekarang tugas mu untuk membersihkan Kamar Ibu ku."Ucap Sora.
Ares yang mendengar pun tak bisa menjawab apa-apa, ia tak ingin Nanti Sora berfikir dirinya terlalu memanjakan Alice.
"Baik, saya titip Bu Ajeng."Ucap Alice.
"Wanita itu, dia seperti nya dendam sekali dengan ku, terus saja menyuruh ku jika ada kesempatan."Batin Alice.
Saat Alice berjongkok untuk menyapu lantai yang ada yang di bawah, ia menemukan sebuah Ponsel yang tampak layarnya agak. "Ponsel siapa ya, pasti ponsel Bu Ajeng."Pikir wanita itu.
"Aku simpan dulu, nanti aku akan berikan pada Bu Ajeng, ponsel nya juga rusak." Ucap Alice lagi dan memasukan ke kocek dress yang ia kenakan dan kembali melanjutkan untuk membersihkan kamar Bu Ajeng.
Saat baru saja akan mengepel dan keluar dari kamar mandi, tiba-tiba Alice di kagetkan oleh Ares yang berdiri menunggu nya keluar dari kamar mandi.
"Tuan Ares."
"Sebenarnya Ibu ku mau makan atau tidak selama bersama mu?, atau kau hanya pura-pura menyuapi nya?." Tanya Ares membuat Alice merasa bingung.
__ADS_1
"Mau Tuan."
"Tapi ada apa?, Apa saya melakukan kesalahan?." Tanya Alice.
Ares menghela nafas untuk menambah kesabaran nya. "Ibu ku tidak mau makan tadi saat aku menyuapi nya, aku ingin kau ikut dengan, aku ingin lihat kau menyuapi Ibu ku."Ucap Ares.
Ares memegangi tangan Alice membuat Alice menelan Saliva nya menjadi gugup, mata para pelayan pun melihat ke arah Ares yang di tarik Ares keluar dari rumah.
Saat sampai di luar, Sora tampak berusaha menyuapi Bu Ajeng tapi Bu Ajeng tak membuka mulut nya. saat melihat Alice datang, Sora lekas berdiri."
"Dia pasti hanya pura-pura menjadi pengasuh mama, dari kau ini, aku sudah menduga kau bukan wanita yang baik."Ucap Sora memaki Alice yang baru saja datang.
"Maaf Nona, tapi Bu Ajeng memang biasa menghabiskan makanan nya."Ucap Alice.
"Coba lah."Ucap Ares datar.
Alice lalu duduk di depan Bu Ajeng lagi.
"Ada apa ya?, biasanya Bu Ajeng mau makan, tadi juga masih makan satu sendok sebelum tuan Ares datang, tapi kalau sekarang Bu Ajeng tak makan maka tamat riwayatmu Alice. "Batin Alice.
Mata Bu Ajeng melihat ke arah Alice, Alice mengarahkan sendok nya di bibir Bu Ajeng, Bu Ajeng pun membuka mulut nya. Alice pun tersenyum melihat nya bernafas lega.
Sementara Sora dan Ares terkejut karena Bu Ajeng tak mau membuka mulut saat mereka menyuapi nya.
"Makan yang banyak ya buk, biar sehat."Ucap Alice dan melihat Bu Ajeng menguyah pelahan.
__ADS_1