Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
16 - Sangat Menyebalkan


__ADS_3

Setelah selesai makan.


Ares pun mengajak Alice ke kamar nya, kamar yang tadi terkunci saat Alice akan membersihkan nya.


Ares memasukan kunci dan membukanya.


Alice masuk dan berjalan mendekati Ares yang sudah masuk lebih dulu. Alice masih menundukkan wajah nya tak berani melihat Ares, karena Ares meminta nya untuk menundukkan wajah.


"Tuan, apa anda menginginkan nya?." Tanya Alice dengan suara manja.


"Menginginkan apa?."Tanya Ares mengerutkan dahi nya menatap Alice.


"Melayani anda."Ucap Alice.


Ares tersenyum. "Tentu saja, aku ingin kamu melayani ku."Ucap Tuan Ares.


"Kita mulai sekarang Tuan?."Tanya Alice terkejut.


"Iya, mulai lah sekarang, bersihkan kamar ini, ganti spray dan aku tak ingin melihat ada debu menempel, karena kamar ini sudah lama tidak di bersihkan."Ucap Tuan Ares.


"Apa?." Alice terkejut.


"Kenapa berteriak, kau berani berteriak di depan ku?." Ucap Ares.

__ADS_1


"Bukan seperti itu Tuan."Alice mengangkat wajah nya menatap Ares.


"turunkan wajah mu."Ucap Ares dengan tegas, dengan cepat Alice menundukkan wajah nya kembali.


"saya kira ,anda ingin saya melayani anda di tempat tidur tuan, tapi ternyata membersihkan rumah."Ucap Alice.


"Apa hanya itu yang kau pikirkan saat bersama Pria di dalam kamar?."Tanya Ares.


Alice mengangguk kan kepala nya. "Karena memang seperti itu pekerjaan saya Tuan."Ucap Alice tak bersemangat.


Ares menatap Alice, merasa Alice ini terlalu polos. "Apa di pikirkan nya hanya itu saja."Ucap Ares dalam hati.


"Cepat kerjakan kerjaan mu."Ucap Ares yang kini sudah duduk di sofa, membuka laptop nya.


"Aku melakukan nya lagi, aku bahkan belum istirahat sejak tadi, dia sungguh menyebalkan." Batin Alice.


Ares melihat Alice yang tampak cemberut membersihkan kamar nya, namun Ares malah tersenyum melihat ketidak senangan Alice membersihkan kamarnya.


Karena merasa sangat lelah sementara Alice masih membersihkan kamarnya, Ares pun berjalan keluar dan menuju ke sofa di ruang tamu, ia membaringkan tubuh nya dan tertidur.


Saat Alice sudah selesai, ia keluar untuk mencari Tuan Ares, namun ia tak menemukan nya.


"Apa dia sudah pergi, tapi laptop nya masih ada di kamar."Ucap Alice. lalu mata nya tertuju pada Pintu utama yang terbuka, Alice pun mendekati untuk menutup nya, hingga akhirnya ia melihat Tuan Ares sedang tertidur di sofa.

__ADS_1


"Aku membersihkan kamarnya dan dia enak enakan tidur disini."Ucap Alice kesal.


Ia lalu melihat Tuan Ares yang tertidur pulaa.


"Tuan Ares sebenarnya ganteng juga, tapi kenapa dia mempermainkan ku seperti ini, aku benar-benar tak mengerti kenapa dia menyewamu hanya agar untuk aku menjadi pembantu nya."Gumam Alice lagi yang melihat Tuan Ares menikmati makanan nya.


Alice lalu berjalan masuk ke kamar nya untuk beristirahat, karena ia sudah sangat lelah., namun sebelum itu ia menghubungi Mami Moli.


"Iya Sayang. bagaimana keadaan mu disana?." Tanya Mami Moli.


"Sangat buruk Mami."Ucap Alice.


"Kenapa?, Apa kau melakukan kesalahan?." Tanya Mami Moli khawatir.


"Tidak, tapi aku disini hanya di tugaskan membersihkan rumah seperti pembantu, ada apa ini Mami?." Tanya Alice.


"Benarkah?, tapi lakukan saja tugas mu sayang, membersihkan rumah bukan hal yang buruk bukan, ingat ya Sayang, jangan mengecewakan tuan Ares, dia itu permata kita, kalau kau melakukan kesalahan, maka aku sungguh minta maaf untuk tidak lagi memperkerjakan mu disini, dan hutang mu harus kamu bayar dengan rumah atau mungkin adik mu."Ucap Mami Moli.


"Dia mengancam ku, Sial."Batin Alice.


Alice tahu, kalau ancaman ini akan terdengar di telinga nya, tapi ia sangat nyakin Mami Moli tak akan membiarkan nya keluar dari Club, karena banyak orang penting dan kaya yang hanya ingin di layani oleh Alice.


Tiba-tiba pintu kamar Alice terbuka dengan cepat Alice menyudahi sambungan telefon nya.

__ADS_1


__ADS_2