Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
27 - Tak Percaya


__ADS_3

Saat Ares sampai di rumah sakit, ia melihat Sora masih berada di sana. Sora tampak menyandarkan kepala nya untuk sekedar memejamkan mata nya.


"Kenapa kau disini Sora?." Tanya Ares dan seketika membuat Sora terbangun.


"Ares, kau sudah datang."Ucap Sora tersenyum dan lekas berdiri.


"Kemana orang yang di suruh Ken untuk menjaga Mama?." Tanya Ares.


"Aku menyuruh nya pulang Ares, aku mencemaskan mama, jadi aku memutuskan untuk menjaga Mama sendiri saja."Ucap Sora.


Ares mengambil nafas dan membuang nya pelahan, perhatian dan kebaikan Sora pada Ibu nya, membuat Ares merasa tersentuh.


"Pulang istirahat lah, aku yang akan menjaga mama."Ucap Ares.


"Tapi..." kata Sora.


"Pulang lah." Ucap Ares lagi dan Sora pun tersenyum kecil, mengangguk.


"Hati-hati di jalan."Ucap Ares.


"Iya."Balas Sora.


Setelah Sora berjalan pergi untuk pulang ke rumah, Ares lalu masuk ke dalam kamar dimana Ibu nya terbaring belum sadarkan diri, Ares menatap sedih ibu nya, mengengam tangan wanita tua itu dengan lembut.


"Ma, segera lah sadar, jangan seperti ini."Ucap Ares.


Ares pun menemani ibu nya di rumah sakit, berharap ibu nya akan segera sadar.


•••


Ares menghubungi Herry yang mengenal lebih dalam Mami Moli.

__ADS_1


"Her, tolong atur pertemuan ku dengan Bos wanita itu." Ucap Ares.


"Siapa?, Mami Moli?." Tanya Herry.


"Iya."


"Kau akan menebus nya?."Tanya Herry.


"Iya."Jawab Ares.


"Baiklah Res, nanti aku akan kabarin kapan dan dimana."Ucap Herry


Setelah sambungan telefon terputus, Ares lalu teringat pada saat ia melihat Alice menangis di rekaman Cctv. tergerak di dalam hati Ares untuk mengeluarkan Alice dari tempat hina itu.


Ares lalu menyewa perawat di rumah sakit untuk menjaga Bu Ajeng, karena Ares harus pergi untuk mengurus tentang Alice.


•••


"Tuan, kalau soal hutang Alice bagi anda pasti tidak seberapa."Ucap Mami Moli cegegesan.


"Tidak usah basa basi, katakan saja berapa hutang wanita itu pada mu?." Ucap Herry yang merasa Mami Moli terlalu bertele-tele.


"Tidak banyak Tuan cuman 500 juta."Ucap mami Moli tersenyum.


"Apa?, Sebanyak itu."Herry terkejut mendengar angka hutang Alice pada wanita itu.


"Itu sudah sama pokok dan bunga nya Tuan."Balas Mami Moli.


"saya akan bayar, tapi ingat untuk jangan coba-coba mendekati dia lagi."Ucap Ares.


Mami Moli yang mendengar lansung menelan Saliva nya, bagaimana mungkin ia melepaskan Alice yang adalah tambang emas bagi nya, yang menjadi primadona di club dan incaran para bos besar.

__ADS_1


"Bagaimana ya Tuan."Ucap Mami Moli gugup.


"Saya bayar 1 miliar, tanda tangan ini sebelum aku berubah pikiran."Ucap Ares.


Mendengar angkat 2 kali lipat dari yang di tawarkan oleh Ares sontak saja ia lansung mengiyakan, mengambil Map dan menanda tangani kontrak perjanjian itu.


Ken dan Herry yang mendengar sangat terkejut, Ares akan melakukan ini untuk menebus Alice.


"Ken."


"Ini Tuan." Ken memberikan cek itu.


Area lalu menulis angka dan tanda tangan nya, lalu memberikan pada mami Moli.


"Ingat, kalau kau melanggarnya, kau akan terima akibat nya."Ucap Ares lekas berdiri.


"Baik Tuan, saya akan selalu mengingat nya."Ucap Mami Moli sangat senang sembari ia memegangi cek yang di berikan Area pada nya.


Ares dan Herry pun berjalan keluar dari tempat pertemuan di ikuti Ken.


"Res, kau sudah gila ya, memberikan 1M hanya untuk wanita itu?, kau bahkan bisa mendapatkan perawan jika kau mau." Tanya Herry merasa konyol dengan keputusan Ares.


"Kenapa memang nya?."Tanya Ares.


"Aku tahu uang itu tak seberapa bagi kamu, tapi hanya untuk menebus seorang Pelacuur, aku pikir kau sudah gila."Ucap Herry mengeleng kan kepala nya.


"Sudah lah, tidak usah berlebihan, tapi terima kasih untuk hari ini Her, aku pergi dulu."Ucap Ares.


"baik lah, hati-hati."Ucap Herry.


"Dia benar-benar sudah buta menyukai seorang pelacuur." ucap Herry setelah melihat mobil Ares berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2