
Saat sore.
Ares pun memutuskan untuk pulang lebih awal dan berjalan keluar dari kantor.
Ken membuka pintu untuk Ares yang akan masuk ke dalam mobil.
Ken hanya bisa berdiri danbmelihat Ares menjalankan mobil dan pergi dari halaman kantor.
Ares pun mengemudikan mobil nya menuju kembali ke rumah.
"Ada apa dengan perasaan ku ini, aku menyukai wanita seperti dia?, Tidak-tidak, tidak mungkin aku menyukai nya, aku hanya menyukai masakan nya, masakan nya membuat aku merasa sedang di rumah bersama Mama."ucap Ares.
Di tengah perjalanan, ponsel Ares berbunyi, ia lekas mengangkat telefon itu.
"Hallo."
"Ares, Mama masuk rumah sakit."Ucap Sora yang menghubungi Ares, terdengar suara Sora yang serak-serak seperti baru saja habis menangis.
"Apa?."
"Cepatlah kerumah sakit harapan."Ucap Sora dan lekas Ares mematikan sambungan telefon nya dan menekan pedal gas menuju ke rumah sakit harapan.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Mama??" Tanya Ares yang baru saja sampai di rumah sakit. Sora mengeleng-gelengkan kepala nya, ia menangis terisak-Isak menunggu dokter yang masih memeriksakan keadaan Bu Ajeng.
Ares pun memeluk Sora, mencoba menenangkan nya. beberapa saat kemudian Dokter keluar setelah memeriksa keadaan Bu Ajeng.
"Bagaimana keadaan ibu saya Dok?." Tanya Ares dengan cepat.
"Keadaan Bu Ajeng sangat kritis, jatuh nya Bu Ajeng membuat nya kehilangan kesadaran, seperti nya beliau sempat terkena benturan saat jatuh ."Ucap Dokter.
Dokter pun menjelaskan Bu Ajeng koma dan tidak bisa di pastikan kapan akan sadarkan diri.
Ares yang mendengar pun sangat terpukul mengetahui ibu nya koma, ia menatap Sora dengan tatapan tajam setelah dokter pergi dari hadapan mereka.
"Saat aku masuk ke kamar Mama, mama tampak jatuh dari atas tempat tidur." ucap Sora.
"Kau kemana?, Bukan kah kau yang selalu menemani Mama di rumah?. lalu di mana suster yang biasa menjaga mama, apa tugas nya di rumah" Tanya ares.
Sora yang mendengar pun hanya terdiam sembari menangis ia di marahi oleh Ares.
"pecat dia, aku tak ingin melihat nya ada di rumah."Ucap Ares lagi dan Sora mengangguk kecil.
Bu Ajeng pun kini sedang di rawat di ruang ICU, dan hanya 1 orang saja yang boleh menemani Bu Ajeng secara bergantian di dalam, ares berjalan masuk dan mendekati ranjang ibunya.
__ADS_1
"Mama."Ares menatap sedih ibu nya yang terbaring tidak sadarkan diri.
"Maaf karena Ares tidak selalu bisa bersama-sama Mama, aku tidak suka di rumah karena aku belum bisa menerima kehadiran Sora dalam rumah kita, maaf kan aku ma, Mama jadi harus merasakan hal seperti ini."Ucap Ares di dalam hatinya.
Tidak tahan, menatap Ibu nya yang terbaring tidak berdaya, Ares lalu lekas keluar dari ruang ICU.
"Res, kamu mau kemana?."Tanya Sora.
"Tolong temani Mama dulu, aku tidak tahan melihat Mama terbaring seperti itu."Ucap Ares.
Ares berjalan pergi, Sora hanya bisa melihat Ares pergi dengan sendu.
Di mobil.
Ares benar-benar merasa terpukul melihat keadaan Ibu nya yang sekarang ini. keluarga yang di miliki Ares hanya lah Bu Ajeng, itu sebab nya ia sangat terpukul melihat keadaan Bu Ajeng sekarang ini.
Ares pun kembali ke rumah nya, masuk dan melewati Alice begitu saja yang terheran melihat wajah Ares yang begitu murung.
"Ada apa dengan Tuan Ares, dia tampak seperti sedang ada masalah berat."Ucap Alice di dalam hati.
Ares masuk ke ruangan kerja nya, mengambil botol minuman Alkohol yang terletak di dalam lemari kaca dan menuangkan di dalam gelas, pintu yang tidak tertutup sempurna, membuat Alice bisa melihat ke kacauan pikiran laki-laki itu.
__ADS_1