
Setelah melihat Alice dan laki-laki itu datang bersama, Ares merasa perasaan nya berubah tidak senang, ia merasa ketidak sukaan melihat Alice dengan Bryan.
"Aku benar-benar sudah mencintainya, aku bisa gila kalau melihat nya terus dengan laki-laki itu."Ucap Ares.
Tok
Tok
Tok
Ketukan Pintu membuyarkan lamunan Ares dan lansung menatap ke pintu ruangan kerja nya.
"Sora."
"Ares, Aku mencari mu, ternyata kau disini, ada apa?, kau memikirkan sesuatu?." Tanya Sora.
"Tidak, aku sedang melihat Email dari kantor yang di kirim Ken semalam."Ucap Ares.
"Aku seperti nya tidak akan ke kantor hari ini."Lanjut Ares.
Sora yang mendengar pun lansung teringat pada Alice.
"Kau tidak seperti dulu, kau tidak biasa nya begitu betah ada di rumah ini, apa karena wanita itu kau jadi sering di rumah?, baru kali ini aku merasa tidak senang saat kau ada di rumah ini Ares, aku takut kau benar jatuh hati pada wanita itu."Batin Sora.
"Baiklah kalau begitu, aku akan buatkan sarapan ke sukaan mu."Ucap Sora.
__ADS_1
"Iya."Jawab Ares.
•••
Siang itu.
Alice mendapatkan tugas untuk Menganti spray dan Bedcover di kamar Bu Ajeng. sementara Bu Ajeng duduk di kursi roda menatap keluar jendela.
Alice masuk ke tempat kecil penyimpanan spray di kamar Bu Ajeng, Bedcover yang besar dan terletak begitu tinggi di atas lemari membuat Alice yang tidak begitu tinggi Sulit untuk menggapainya.
Ares yang masuk ke kamar melihat Ibu nya sendiri dan tak ada Alice di dalam. "Kemana wanita itu." baru saja bertanya tiba-tiba terdengar suara Alice sedang mengerutu kesal dari dalam sebuah ruangan kecil tempat penyimpanan pakaian yang ada di kamar Bu Ajeng.
"Astaga ini lemari nya yang terlalu tinggi atau aku yang terlalu rendah."Ucap Alice.
Namun tiba-tiba Ares masuk dan membuat Alice terkejut. "sedang apa?." Tanya Ares.
Ares memandangi Alice sejenak, ia lalu mendekati Alice dan mengendong wanita itu mengambil nya. Alice terkejut apa yang di lakukan Ares, namun itu sangat membantu nya untuk meraih apa yang ingin ia ambil.
Namun, terlalu tergesah-gesah membuat Bed cover berjatuhan, Ares Lekas menurunkan Alice. dan melindungi wanita itu dengan tangan nya.
Alice tertawa saat melihat Bedcover itu berjatuhan karena ulah nya sembari bersandar di pintu lemari.
"Kenapa kau tertawa?." Tanya Ares yang kini sangat dekat memandangi Alice.
"Aku membayangkan yang menaruh semua ini di atas, pasti sangat kesulitan."Ucap Alice tertawa.
__ADS_1
Namun Ares malah terdiam memandangi Alice dengan tatapan kecewa saat ia kembali mengingat Alice dekat dengan dokter Bryan.
Alice melihat Ares yang berdiri di hadapan nya terdiam memandangi nya, senyum senang Alice seketika berubah menjadi canggung dan salah tingkah saat Ares memandangi nya seperti itu.
Ares menelan Saliva nya. tiba-tiba Ares mendaratkan ciuman di Bibir Alice, membuat Alice sangat terkejut, terdiam sejenak seperti patung. ia merasakan jantung nya berdebar begitu kencang di cium oleh Ares. Ares bermain dengan bibirnya dan Alice hanya diam saja mematung, perasaan yang di tahan, selalu mendambakan pada wanita yang membuat nya nyaman, membuat Ares tak lagi sanggup menahan perasaan nya.
Alice Teringat pada Sora yang memintanya untuk jangan merayu Ares. Namun seolah tenggelam dalam ciuman Ares yang bermain dengan bibir nya, Alice menutup mata nya dan mulai membalas ciuman dari ares. Ares menghentikan ciuman nya dan tersenyum kecil melihat Alice yang membalas ciuman nya. melihat Alice masih menutup mata nya merasakan ciuman dari nya, Ares pun kembali mencium Alice, melingkarkan tangan nya di pinggang kecil Alice dan keduanya saling berbalas ciuman.
Sejenak saling terhanyut dalam ciuman yang begitu bergairah, kedua lalu menghentikan ciuman itu saat mendengar suara pintu kamar Bu Ajeng terbuka.
kening kedua nya saling bersandar sejenak, kedua nya bisa saling merasakan nafas hangat yang terengah-engah tidak stabil.
Ares keluar lebih dulu dari ruangan itu dan berpapasan dengan Sora yang masuk ke dalam.
"Ares, kau sedang apa di dalam ruang itu?." Tanya Sora. Alice lalu keluar dari ruangan itu dengan membawa bedcover.
"Kau." ucap Sora.
"Aku membantu nya mengambil selimut itu di atas lemari."Ucap Ares.
Sora lalu berjalan mendekat untuk melihat ke dalam ruangan pakaian itu dan melihat selimut itu berserakan di lantai.
"Astaga."Ucap Sora.
"Aku tidak sengaja menjatuhkan nya, nanti aku akan minta pelayan membersihkan nya."Ucap Ares dan berlalu pergi.
__ADS_1
Alice melihat Ares yang melindungi nya berlalu pergi, Sora melihat Alice dan menatap nya dengan tatapan tidak suka dan juga berlalu pergi dari kamar itu.
"Maaf kan aku Nona, anda sudah menyia-yiakan laki-laki seperti Tuan Ares, kalau dia menginginkan sesuatu dari ku, aku bisa apa, aku juga merasa nyaman saat ada di dekat nya."Batin Alice.