
Alice lalu masuk ke kamar Bu Ajeng dan melihat Ares duduk di sofa memperhatikan laptop nya.
"Tuan saya pulang dulu ya."Ucap Alice. Ares mengangguk. Alice pun lekas keluar dari kamar itu di ikuti mata Ares yang menatap punggung wanita itu.
Saat Alice menghentikan langkah nya dan menoleh ke arah Ares, Ares lekas kembali mengalihkan pandangan nya ke laptop agar Alice tak tahu kalau ia memperhatikan nya.
"Tuan Ares kenapa diam saja?."Pikir wanita itu.
Namun ia lekas keluar dari dari rumah itu untuk segera pulang, saat ia keluar darj rumah seorang sekuriti di rumah di Ares menghampiri Alice.
"Nona, Teman anda sudah menunggu di luar pagar."Ucap Sekuriti.
"Teman?." Alice mengerutkan dahi nya.
"Iya, teman yang mengantar anda datang Nona."Balas orang itu lagi.
"Dokter Bryan?, dia datang menjemput ku."Pikir Alice.
"Makasih Pak, saya permisi dulu."Ucap Alice dengan sopan dan sekuriti mengangguk.
Alice pun lekas berjalan keluar dari halaman Rumah Ares dan lekas menghampiri Bryan yang tampak duduk di depan kobil menunggu Alice.
"Dokter Bryan."Alice mendekati laki-laki itu.
"Selamat malam."Sapa Dokter Bryan.
"Dokter Bryan menjemput ku?, Seharus nya tidak lakukan ini Dokter, saya jadi tidak enak sama dokter, terlalu merepotkan."Ucap Alice.
__ADS_1
"Kebetulan lewat saja, jadi aku pikir sekalian, Kata Ibu mu kamu pulang jam 7."Ucap Dokter Bryan.
"Ayo, silakan."dokter Bryan membuka kan pintu untuk Alice.
Alice pun tersenyum dan masuk ke dalam mobil Dokter Bryan.
"Kamu sudah makan Nora?." Tanya Dokter Bryan.
"Belum, tapi nanti aku akan makan Dirumah saja."Balas Alice.
"Apa perlu kita beli saja untuk makan di rumah?." Tanya Dokter Bryan lagi.
"Tidak usah dokter, aku akan masak di rumah saja, bagaimana kalau dokter ke rumah juga, kita makan bersama di rumah." jawab Alice.
"Boleh kah??" Tanya Dokter Bryan dan Alice mengangguk.
"Apa yang aku harus lakukan, harus ku akui aku menyukai nya."Batin Ares.
Baru saja ia akan kembali masuk setelah ia melihat Mobil dokter Bryan pergi, ia lalu melihat Mobil Sora masuk ke dalam halaman rumah, sejenak ia melihat Sora keluar dari mobil.
Sora yang melihat Ares ada di lantai 2 pun melambaikan tangan nya menyapa Ares dengan senyuman nya, Ares tak membalas nya dan lansung berlalu masuk ke dalam.
"Semoga Ares tak mencurigai aku."Batin Sora dan masuk ke dalam rumah.
Sora masuk ke dalam kamar Bu Ajeng dan menghampiri Ares.
"Ares, maaf ya aku pulang agak malam."Ucap Sora.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, ini baru jam 7."Balas Ares.
"Iya, aku masuk ke kamar dulu ya, mau mandi, nanti aku akan disini menjaga mama."Ucap Sora.
"Iya."Balas Ares tanpa mengalihkan pandangan nya dari laptop nya.
••••
Di rumah Alice.
Alice memasak untuk makan malam mereka berdua, sementara dokter Bryan tampak berbicara dengan Cantika dan Juga Bu Ayu.
"Kalau kak Bryan rasakan masakan Kakak, Kak Bryan Pasti akan menyukai nya."ucap Cantika.
"Benarkah?,"Saut Dokter Bryan dan Cantika tersenyum mengangguk.
Dimeja makan
Dokter Bryan duduk makan bersama Alice dan keluarga nya.
"Enak, enak sekali, kamu sangat pandai memasak Nora." Puji dokter Bryan.
"Makasih Dokter Bryan."Balas Alice.
"Kak Nora istri idaman kan kak, kalau Kak Nora jadi istri kak Bryan, pasti kak Bryan akan gendut sekali."ucap Cantika mengoda, Dokter Bryan pun tersenyum malu.
Sementara Alice tak merasa senang saat mendengar itu, namun ia masih mencoba tersenyum kecil, Karena Alice merasa tidak layak untuk seorang Dokter Bryan yang masih belum pernah menikah, apa lagi dia pernah menjadi wanita malam melayani entah sudah berapa kali para hidung belang.
__ADS_1