
Malam itu.
Sora begitu gelisah, ia berjalan mondar mandir di dalam kamar nya, memikirkan bukti perselingkuhan nya dengan pria lain.
"aku tak percaya dengan wanita itu, dia bisa saja membocorkan rahasia itu pada Ares, Tidak, tidak boleh, kalau Ares tahu, sia-sia saja usaha ku selama ini." Ucap Sora dengan wajah Gelisah.
Saat ia berbalik ia terkejut saat tiba-tiba Ares membuka pintu dan masuk.
"Sora, kenapa belum tidur?." Tanya Ares.
Sora mencoba membuang wajah khawatirnya dan tersenyum. "Ares, aku agak susah tidur malam ini, tapi sebentar lagi aku akan coba memejamkan mata, kau ingin tidur disini?." jawab Sora.
"Aku akan tidur di kamar mama."Ucap Ares.
"Baiklah, Aku mengerti, Mama memang tak boleh di tinggal sendiri."Balas Sora tersenyum.
Ares pun tersenyum setelah mendengar balasan Sora yang selalu saja mengerti apa lagi kalau soal ibu nya.
Ares mengambil pakaian dan keluar dari kamar ini. "Iya, pergi saja, kau memang tak pernah ingin bersama ku, kau membuat perasaan ku bertepuk sebelah tangan."Ucap Sora dalam hati.
Sementara di kamar Alice.
Alice juga tak bisa tidur, ia memikirkan ponsel Bu Ajeng yang berada di tangan nya. "Apa ku hapus saja foto ini dari hp Bu Ajeng, dan biarkan bukti itu di ponsel ku saja, tapi bagaimana kalau sesuatu terjadi padaku, wanita itu tak akan membiarkan ku begitu saja, tidak-tidak, aku kembali kan saja, biarlah Bu Ajeng setelah sembuh nanti mengatakan sendiri kebohongan menantu jahat nya itu."Ucap Alice.
__ADS_1
"Kasihan tuan Ares, dia laki-laki yang baik, huh..., ada apa dengan ku, kenapa tiba-tiba aku jadi perduli pada nya."Ucap Alice lagi
•••
Keesokan harinya.
Alice keluar dari kamar dan di kejutkan oleh Dokter Bryan yang duduk di ruang tamu bersama Ibu nya.
"Dokter Bryan."Sapa Alice terheran karena dokter Bryan sepagi ini.
"Selamat pagi Nora!." Sapa dokter Bryan.
"Pagi, dokter Bryan sepagi ini sudah ada disini, ada apa??" saut Alice.
"Itu sangat merepotkan dokter, seharus anda tak melakukan ini."Jawab Alice.
"Aku tidak merasa repot."Balas Dokter Bryan.
"Baiklah, kalau begitu kita sarapan dulu ya."Ajak Alice dan dokter Bryan mengangguk.
•••
Perjalanan menuju ke rumah Ares, Alice pun memberikan arahan kemana Bryan harus berbelok.
__ADS_1
Saat sampai Alice memandangi Dokter Bryan yang duduk di sebelah nya. "Dokter Bryan, terima kasih sudah mengantar."Ucap Alice.
"Iya, jadi disini kau bekerja?."Tanya dokter Bryan dan Alice mengangguk.
"Saya disini bekerja mengurus Ibu Tuan Ares yang sakit."Balas Alice.
"Oh begitu, baiklah selamat bekerja."Ucap Dokter Bryan.
Alice lalu turun dari mobil, melambaikan tangan nya pada Dokter Bryan, Dokter Bryan membalas dan tidak sengaja melihat Ares sedang memperhatikan mereka.
Alice tersenyum melihat Mobil Bryan yang sudah berlalu dari hadapan nya. Saat Alice berbalik untuk berjalan masuk, ia melihat Ares di teras rumah, baru akan menyapa nya, Ares masuk dan mengacuhkan nya.
"Pagi-pagi mood nya sudah tidak baik seperti nya."Gumam Alice.
Alice masuk dan berpapasan dengan Sora, Sora menatap nya dengan tatapan tajam, tapi Alice membalas nya dengan senyuman dan Anggukan.
Sora pun berjalan masuk ke dalam kamar Bu Ajeng untuk menyapa ibu mertua nya itu, seperti yang ia lakukan sebelum Bu Ajeng sakit.
"Selamat pagi Mama."Sapa Sora tersenyum pada Bu Ajeng yang duduk di kursi roda melihat keluar jendela.
Sementara di mobil Dokter Bryan yang sudah berjalan meninggalkan tempat itu, ia teringat akan perkataan Alice yang mengatakan ia tak akan suka kalau tahu apa pekerjaan nya, tapi setelah tahu Alice bekerja sebagai pengasuh orang Tua, Tentu saja Membuat Dokter Bryan bertanya-tanya, karena mengurus Orang tua bukan pekerjaan yang memalukan.
"Mungkin dia kurang percaya diri."Pikir Dokter Bryan.
__ADS_1