Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
75 - Kau Milikku


__ADS_3

Malam itu.


Di kamar yang di tepati Alice, Ares dan Alice duduk di depan sofa menonton tv sembari Ares mendekap tubuh kecil wanita itu, Alice bisa merasakan detak jantung laki-laki itu dengan jelas saat ia menyandarkan kepala nya di dada Ares.


"Tuan, aku tak menyangka kalau Tuan Ares seromantis itu."Ucap Alice sembari malu -malu ia mengatakan nya.


"Benarkah?, Kau merasa begitu?." Tanya Ares. Alice menganggukkan kepala nya.


"Berarti Ken sudah salah menilai ku, Dia bilang aku orang yang tidak romantis." Tutur laki-laki itu.


"Sekertaris anda bilang seperti itu, apa mungkin dia melihat sikap tuan Ares ke Nona Sora?." Tanya Alice.


"Iya, mungkin saja."Balas Ares kembali teringat pada Sora. wanita yang selama ini ia sia-siakan hingga membuat wanita itu mengambil langkah yang tak seharus nya ia lakukan.


Meski Sora bersalah sudah menyelingkuhi nya, namun Ares tak sepenuhnya menyalahkan Sora, ia juga menyalahkan diri nya sendiri karena terlalu menyia-yiakan Sora dan membuat wanita itu sendirian dan kesepian setiap malam.


Alice merasa suasana menjadi dingin saat membicarakan soal Sora. "Tuan, apa anda masih mencintai Nona Sora?, Lalu kenapa kau mau menikahi ku?." Tanya Alice untuk memastikan perasaan Ares.

__ADS_1


"Aku dengan nya tidak pernah ada cinta, sedikit pun tidak pernah ada."Ucap Ares.


Alice yang tadi bersender pada tubuh ares pun lekas memperbaiki duduk nya agar bisa mendengar penjelasan area lansung melihat raut wajah laki-laki itu.


"Kenapa, kata Bu Ajeng kalau Nona Sora itu wanita yang baik, dia menjaga Bu Ajeng dan Almarhum Papa Tuan Ares dengan baik?." Tanya Alice.


"Iya, aku juga tidak tahu, hati ku waktu itu sudah jatuh hati pada seorang wanita."Ucap Ares.


"Siapa?." Tanya Alice lagi.


"Jadi sekarang kau masih mencari nya?, Masih mencintai nya?." Tanya Alice.


Ares menatap Alice dan tersenyum kecil melihat Alice yang cemberut.


"Kau marah?." Tanya Ares.


"Tidak!." Balas Alice namun wajah nya masih cemberut.

__ADS_1


"Sekarang giliran mu yang ku tanya."Ucap Ares dan membuat wajah Alice menatap Ares dengan tatapan penuh tanya apa yang ingin di tanyakan Ares pada nya.


"Kenapa kau masih mau jalan dengan dokter mu itu?, Apa kau lupa dia sudah menyakiti mu?."Tanya Ares.


"Tuan, bukan dia yang menyakiti ku, tapi keluarga nya."Balas Alice.


"Ya sama saja, dia tidak membela mu saat kau di hina keluarga nya."Ketus Ares.


"Dia datang menjemput ku karena dia ingin berbicara untuk terakhir kali nya dengan saya tuan, Dia akan di tugas kan di luar kota waktu yang lama, jadi dia menemui ku untuk terakhir kali nya dan entah kapan akan bertemu lagi."Ucap Alice.


"Sekarang, jangan pernah bertemu dengan nya lagi, ingat sekarang kau milikku, kalau dia berani menyakiti mu, aku tidak akan tinggal diam."Ucap Ares.


Alice yang mndengar tersenyum menatap Ares dengan penuh kekaguman.


"Terima kasih Tuan, Anda suda menyelamatkan ku dari dunia malam itu, dan sekarang memberikan kenyamanan untuk ku."Ucap Alice dan lekas menyandarkan kepala diri nya sembari memeluk pinggang Ares.


"Aku akan menjaga sampai nafas terakhir ku, tak perduli seperti apa status mu dulu, tak akan ku biarkan siapa pun merendahkan diri mu."Batin Ares sembari mencium pucuk kepala Alice dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2