Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
77 - Mencintai Ares


__ADS_3

Malam Itu.


Sora yang tidak tahan menahan rasa rindunya pada Ares karena masih mencintai laki-laki itu memutuskan untuk ke club' malam.


"Sora, kau mau kemana?." Tanya Kekasih nya Jeff.


"Aku ingin ke club' dengan teman-temanku."Ucap Sora.


"Kau tak mengajak ku?." Tanya Jeff


"Jeff, kau selalu ingin tahu aku kemana, dengar ya, di antara kita tidak ada hubungan yang spesial, semua terjadi karena tidak sengaja, kau datang saat Ares mencampakkan ku."Ucap Sora.


"Hei sayang, jangan marah-marah, aku kan hanya bertanya."Ucap Jeff.


"sebaiknya kau pergi dari rumah ku, aku tak ingin melihat mu ada disini, aku hanya ingin Ares bukan kau." Ketus Sora.


"Masih saja kau memikirkan laki-laki itu, dia bahkan tak sekali pun datang atau bertanya keadaan mu, sementara aku ada disisi mu, bahkan aku siap saat kau kesepian."Ucap Jeff.


Sora yang mendengar pun dengan kesal berjalan keluar dari rumah itu.


•••


Di mobil, Sora mengemudi sembari memikirkan tentang Ares, masih memiliki harapan untuk bisa kembali ke rumah itu, dengan perasaan kesal nya Sora memutar balik arah dengan cepat menuju ke rumah Mertua nya itu.


Sora menghentikan mobil nya di sebrang jalan rumah Ares. melihat suasana rumah yang selama ini membuat nya nyaman beberapa tahun hidup di sana.


Saat sedang melihat-lihat, mata Sora tertuju pada pintu utama yang memperlihatkan Alice sedang mendorong kursi Bu Ajeng ke teras rumah.


"Wanita itu!, Bisa -bisa nya dia masih ada disana saat aku sudah di tendang keluar dari rumah itu."Gumam Sora.


Dengan perasaan kesal melihat Bu Ajeng yang tampak akrab dengan Alice, Sora kembali menjalan kan mobil nya menuju ke club' yang sejak awal menjadi tempat tujuan nya.


•••


1 Bulan sudah berlalu, hubungan Ares dan Alice pun sekali semakin dekat. Kemarin pagi Alice dan Ares untuk pertama kali nya tidak bertemu karena Ares akan keluar kota untuk urusan bisnis nya.


Alice yang sedang menemani Bu Ajeng yang ingin melihat langit-langit yang penuh bintang di hampiri pelayan di teras rumah.


"Nona, Ponsel anda beebunyi di kamar Nyonya."Ucap pelayan.

__ADS_1


"Oh, makasih."Balas Alice.


"Ares Bu."Ucap Alice. Bu Ajeng tersenyum mendengar nya.


"Hallo tuan."


"Kau ini masih saja memanggil ku seperti itu."Ucap Ares.


Alice melihat ke arah Bu Ajeng, ia malu kalau harus memanggil Ares dengan panggilan sayang.


"Saya sedang dengan Ibu Tuan."Ucap Alice memberikan kode pada Area kalau ia malu melakukan nya.


"Kau ini."Ucap Ares.


"Tuan kau menelepon ku untuk apa?, Mau bicara dengan Bu Ajeng?." Tanya Alice.


"Tidak, hanya ingin dengar suara mu, seharian tak mendengar nya membuat ku rindu."Ucap Ares.


"Oh begitu."Balas Alice salah tingkah.


"Ya sudah, aku matikan dulu telefon nya, aku akan pulang besok pagi."Ucap Ares, Alice tanpa berkata lagi pun mematikan sambungan telefon lebih dulu.


kedua pasangan itu saling merindukan karena kemarin area melakukan perjalanan keluar kota bersama Ken.


"Ares bilang apa Nora?, apa dia akan pulang hari ini?." Tanya Bu Ajeng.


"Tuan Ares bilang pulang besok Pagi Bu."Ucap Alice.


Bu Ajeng tertawa kecil.


"Nora, bukan kah kalian sudah sebulan berpacaran?, kenapa masih memanggil tuan?."Tanya Bu Ajeng, Alice pun tersenyum malu.


"Sudah terbiasa Bu."Balas Alice.


"Iya baiklah, Sekarang, kapan saya bisa bertemu ibu kamu?."Tanya Bu Ajeng.


"Kata Tuan Ares setelah ia kembali dari luar kota."jawab Alice.


"Baiklah, Saya sudah tidak sabar ingin mengenal keluarga mu Nora, karena kita akan segera menjadi 1 keluarga."Ucap Bu Ajeng, Alice tersenyum mengangguk.

__ADS_1


•••


Di club.


Sora meneguk minum bergelas - gelas, tiba-tiba seseorang menghampiri nya.


"Hai Nona Sora!."Sapa Seseorang yang adalah Mark.


"Kau siapa?."Tanya Sora.


"Aku Mark, kau istri nya Ares kan?." tanya Mark tersenyum penuh arti.


"Oh maaf, Maksudku Mantan istri Ares."Ucap Mark.


"Cih." Sora membuang wajah nya.


"Eh jangan marah, aku hanya menawarkan diri barang kali kau mau datang bersama ku ke pernikahan Ares dan Alice nanti?." Tanya Mark.


"Apa kau mabuk?, Bicara mu melantur."Ketus Sora.


"Ha ha, seperti nya kata mabuk lebih tepat untuk mu, apa kau tida tahu kalau Ares dan wanita malam itu akan segera menikah setelah Perceraian mu dan dia selesai."Ucap Mark.


"Jangan sembrangan bicara, Ares tak akan mau dengan wanita bekas seperti dia, yang sudah di jamah entah berapa wanita."Ucap Sora.


"Begitu kah?." Tanya Mark.


"Kalau begitu, kamu perlu melihat ini?." Mark memperlihatkan Alice yang sedang mencoba gaun pengantin dan tampak Bu Ajeng berada di sisi nya sedang menatap wanita itu.


foto yang di perlihatkan Mark membuat Hati Sora hancur semakin berkeping.


"Tidak, Tidak mungkin, Tak mungkin secepat ini Ares melupakan ku." ucap Sora berlalu pergi. Mark yang melihat Sora pergi dengan kekesalan pun tersenyum puas.


"Bagaiman mungkin kau tak memikirkan perasaan ku Ares, proses perceraian kita bahkan belum selesai."Ucap Sora dengan mengendarai mobil nya.


"Aku hancur tanpa mu, Aku tak rela kau bersama dengan wanita murahan itu."pekik nya dalam mobil.


Sora lalu menghentikan mobil di tepi jembatan di jalan sepi, Ia turun dari mobil dan berdiri di tepi jembatan, menangis dan berteriak. Kaki nya pun menaiki sisi jembatan itu. "Aku mencintai mu Ares."Berteriak Sora sembari menangis.


Namun seseorang tiba-tiba menarik tangan Sora untuk turun dari jembatan itu, Sora yang di tarik turun pun pingsan sebelum ia melihat siapa orang yang menarik nya.

__ADS_1


__ADS_2