Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
17 - Di Kasar Sekali


__ADS_3

Saat Pintu kamar itu terbuka, tampak Tuan Ares yang masuk ke dalam dan menatap nya.


"Dengan siapa kau bicara?." Tanya Tuan Ares.


"Tuan Ares."Ucap Alice gugup dan menundukkan kepala nya.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku."Ucap Tuan Ares.


"Dengan Mami Moli Tuan."Ucap Alice tak berani berbohong karena takut Ares akan mengecek panggilan keluar yang belum sempat ia hapus.


"Mana Ponsel mu?."


"Ini Tuan."


"Untuk apa kau menghubungi nya?." Tanya Ares lagi.


"Hanya ingin bertanya saja kapan saya akan pulang."Balas Alice.


"Kau ingin pulang?." Tanya Ares.


"Tidak sebelum anda puas Tuan."Ucap Alice. Ares pun tersenyum tipis mendengar jawaban Alice.


Ares lalu berjalan pergi dengan membawa ponsel Alice di tangan nya. Alice ingin ponsel nya, tapi ia tak punya keberanian untuk itu.

__ADS_1


"Dia mengambil ponsel ku, apa lagi yang akan dia lakukan, tapi dia tak meminta ku bekerja, mungkin aku boleh beristirahat."Ucap Alice tersenyum lalu lekas membaringkan tubuh nya.


Tak butuh waktu lama, Alice pun tertidur lelap.


Sementara di kamar, Ares membuka Ponsel Alice, dan mengecek panggilan keluar Alice dan ia melihat nama Mami Moli sama seperti yang Alice katakan tadi.


"Kalau kau membohongi ku, kau akan tahu akibatnya."Batin Ares.


Tiba-tiba ponsel Ares berbunyi, Ares melihat nama Sora. "Untuk apa dia menghubungi ku."Ucap Ares.


"Iya Sora." Ares menjawab.


"Ares, apa nanti kau pulang?." Tanya Sora.


"Belum tahu, ada apa?, Mama baik-baik saja kan?." Saut Ares.


Ares tak lansung menjawab nya, ia terdiam memikirkan perkataan Ibu nya tadi pagi, Sora sudah baik mau mengurus Ibu dan Ayah nya.


"Baiklah "Balas Ares.


"Benarkah? (Antusias), aku akan menunggu mu kembali."Ucap Sora dan Ares lekas mematikan sambungan telefon nya tanpa membalas perkataan Sora.


Saat hari sudah sore, Ares yang keluar dari kamar tak melihat Ada Alice di dalam di dapur dan di ruangan lain. "Apa dia masih tidur?." Gumam Ares dan lekas berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar Alice yang terletak di lantai atas.

__ADS_1


Saat Ares membuka pintu, Ares tak melihat ada Alice di dalam kamar. "Kemana dia, apa dia kabur?." Gumam Ares.


Namun saat ia akan kembali menutup pintu kamar Alice kembali, ia mendengar suara nyanyian dari dalam kamar mandi. ia pun melangkah kan kaki masuk ke dalam kamar. mendekati kamar mandi, semakin terdengar jelas kalau Alice sedang mandi dan bernyanyi.


Namun tiba-tiba Pintu kamar mandi terbuka, Alice yang mengunakan handuk putih membalut tubuh nya terkejut melihat Tuan Ares sedang berdiri di depan pintu kamar mandi di kamarnya.


"Tuan Ares."Ucap Alice.


"Kau sedang apa begitu lama didalam?." Tanya Ares.


"Mandi Tuan, apa anda mau mandi bersama Tuan?." Tanya Alice tersenyum mengoda.


"Kau pikir aku mau?." Tanya Ares.


"saya akan memberikan servis terbaik saya kalau anda mau Tuan."Ucap Alice tersenyum mengoda.


Alice mencoba untuk memberanikan diri menyentuh dada Tuan Ares dengan jemari lentik nya. namun segera Ares menampar tangan nya, membuat Alice hampir terjatuh.


"Auw sakit."Ucap Alice mengosok tangan nya yang terasa kebas.


"Jangan menyentuh ku dengan tangan mu itu."Ucap Ares.


"Pakai pakaian mu dan buatkan makan malam, jangan lupakan tugas mu menjadi pelayan di rumah ini, atau aku akan memulangkan mu ke mami mu itu karena aku tidak puas."Ucap Ares dengan tegas.

__ADS_1


"Jangan Tuan, saya akan segera ke bawah."Ucap Alice menundukkan kepala nya dengan perasaan bercampur kegugupan.


Ares lalu berjalan keluar dari kamar Alice dan turun ke bawah. "Dia kasar sekali."Ucap Alice dalam hati menghela nafas.


__ADS_2